GUIREN

GUIREN
Membunuh



Qing Shan berkeliling mencari Zhi Ruo dan akhirnya menemukannya sedang duduk didepan pintu sambil memandangi langit yang cerah.


Qing Shan memeluknya dari belakang.


"Yang Mulia Raja.."


"Apa yang sedang kau pikirkan?"


"Tidak ada ... saya hanya merasa senang hari ini"


Qing Shan membalikkan badan Zhi Ruo, dan menatap matanya.


"Aku punya kejutan untukmu nanti malam"


"kejutan?"


"Ya.. yang mungkin akan menghilangkan trauma mu"


Zhi Ruo terdiam menatap wajah pria yang dengan tulus selalu membantunya.Qing Shan tersenyum "Ayo masuk, aku akan memperkenalkanmu dengan petinggi kerajaan"


Setelah pesta selesai, para selir kembali ke kediamannya. A Hua merasa kesal karna Zhi Ruo diperlakukan dengan sangat spesial, bahkan memakai hanfu mewah pilihan Raja, Raja juga mengenalkannya pada petinggi kerajaan walaupun statusnya masih seorang Guiren.


Peluangnya menjadi permaisuri menjadi sangat kecil dilihat dari cara Raja Qing Shan yang benar benar menunjukkan bahwa Raja menyukai wanita itu.


Malam telah tiba, Zhi Ruo dan Qing Shan berada di semacam tempat penyiksaan.


Ma Chou datang membawa seorang pria yang kepalanya ditutup menggunakan karung.


Ma Chou mengikat pria itu di tiang besi besar.


"Lepas penutupnya"


"Baik Yang mulia Raja"


Karung itu dilepas, Zhi Ruo sangat terkejut melihat Fang De ayahnya pingsan dengan wajah babak belur.


"Zhi Ruo... apa kau sedih melihatnya begini?"


Zhi Ruo menggeleng.


Qing Shan menatap wajah Zhi Ruo yang terlihat sangat membenci ayahnya.


"Bangunkan dia"


"Biarkan saya saja yang membangunkannya Yang Mulia Raja" sahut Zhi Ruo sambil mengbil satu ember air ditangan Ma Chou.


Zhi Ruo menyiram wajah Fang De menggunakan seember air, Fang De sadar dan terbatuk batuk.


"Yu...Yue.. Yingku..." sahut Fang De dengan senyuman yang membuat Zhi Ruo tambah membencinya.


Qing Shan mendekati Zhi Ruo


"Apa kau yakin akan melakukannya sendiri?"


Zhi Ruo mengangguk.


"Kau bisa mengambil alat alatnya di meja"


Qing Shan mengira Zhi Ruo akan mengambil besi atau cambuk untuk menyiksa Fang De, namun ternyata Zhi Ruo mengambil sebuah pedang yang ramping namun sangat tajam.


Ma Chou hanya menoleh kearah Qing Shan.


"Fang De....tidak... bukan... Ayah , ya... kau ayahku, bagaimana bisa aku lupa, hahahahaha" Zhi Ruo terlihat sangat berbeda, seperti seseorang yang kerasukan.


Qing Shan hanya menunggu, dan bersiap kalau Zhi Ruo akan menyakiti dirinya sendiri.


"Ayah... panggil aku lagi.."


"Yue.. Ying..Yue Ying ku''


Jlebb..


Zhi Ruo menusukkan pedangnya ke lengan Fang De. Fang De berteriak kesakitan sedangkan Zhi Ruo tertawa senang.


Qing Shan dan Ma chou masih memandangi Zhi Ruo.


Zhi Ruo menusukkan pedangnya lagi ke paha kanan Fang De dan melanjutkannya bagian ke perut.


Darah mengalir dengan deras, mengotori hanfu kuning nya.


"Zhi Ruo... ayo kembali... biarkan Ma Chou yang mengurusnya."sahut Qing Shan khawatir.


Zhi Ruo menusuk badan Fang De bertubi tubi walaupun Fang De sudah tidak bernafas lagi.


Qing Shan menari tubuh Zhi Ruo, sedangkan Ma Chou merebut pedang ditangan Zhi Ruo.


Qing Shan menggendong Zhi Ruo kembali ke kamarnya,para pelayan terkejut dengan tangan dan baju Zhi Ruo yang penuh darah.


"Siapkan air untuk mandi dan pergi dari sini"


"Baik Yang Mulia Raja"


Zhi Ruo tersenyum "Apa aku membunuhnya?"


"Ya... dia sudah mati... apa kau puas?"


"Masig belum... aku masih ingin membunuh ibu dan saudara angkatku".