GUIREN

GUIREN
Istana yang sepi



Hari sudah malam, Kaisar dinasti Shun bersiap siap untuk pulang, begitu pula Yingjie.


Yelu membantu kaisar Li Zicheng menyiapkan kudanya,sesekali ia mengawasi Liqin yang sedang mengobrol bersama Yingjie yang tengah bersiap pulang.


"Jadi kau tidak mau ikut denganku?"


"Sudah kubilang jangan memaksaku"


Yingjie membelai rambut hitam Liqin "Hmm... baiklah, kalau begitu aku akan membuatmu mencintaiku terlebih dulu"


Yelu terdiam kaku mendengarnya,ia mengepalkan tangannya melihat Yingjie mencium pipi Liqin dan Liqin tak menolaknya.


Akhirnya Kaisar Li Zicheng dan lainnya pulang.


Liqin menghampiri ayah dan ibunya, sedangkan Li Liang hanya berdiri ditempatnya sambil memandangi Yelu yang berdiri tak jauh dari Liqin.


Sedari tadi Li Liang mengawasi Yelu yang selalu memandangi Liqin dengan tatapan tak biasa dari kejauhan, Li Liang tidak mudah percaya pada seseorang, demi keselamatan adiknya ia terus memperhatikan gerak gerik Yelu sampai ia benar benar percaya bahwa Yelu memang orang yang baik.


Keesokan harinya,


Qing Shan duduk di ranjangnya sementara Zhi Ruo berbaring dengan berbantalkan paha Qing Shan.


"Tidakkah istana terasa sepi?" tanya Qing Shan sembari membelai rambut Zhi Ruo.


"Mm... bagaimana bisa?"


"Menurutmu bagaimana? aku hanya merasa istana ini terlalu sepi"


Zhi Ruo menatap wajah Qing Shan dengan tatapan serius "Apa Yang Mulia Raja menginginkan beberapa selir ?"


Qing Shan tertawa kecil "Selir selirku aja kuberikan pada Li Zicheng.... Aku tidak menginginkan wanita lain, cukup dirimu saja"


"Lalu.. apa maksud Yang Mulia Raja?"


"Yang aku maksud...aku menginginkan seorang pangeran kecil atau putri kecil yang lucu lucu untuk menemaniku agar istana ini tidak terasa sepi"


Zhi Ruo tersenyum"Saya tidak bisa menolak permintaan Yang Mulia Raja"


"Berkali kali kubilang panggil saja namaku"


Zhi Ruo duduk lalu membelai wajah Qing Shan, ia tersenyum memperlihatkan bibir merah menggodanya.


"Saya sudah terbiasa dengan Yang Mulia Raja"


Qing Shan membalas senyuman Zhi Ruo, ia memdekatkan bibirnya ke bibir Zhi Ruo,nafas mereka beradu satu sama lain dan...


Tok Tok Tok...


Changyi mengetuk pintu kamar Qing Shan,sementara Jia Li berdiri di sebelahnya membawa sepiring besar buah buahan.


Tak lama kemudian pintu terbuka.


"Selamat paa....gii Ya..Yang Mulia Raja" sapa Jia Li terbata bata melihat wajah Qing Shan yang begitu suram dan menakutkan.


Mereka berdua menunduk, tidak berani menatap wajah Yang Mulia Rajanya yang menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Ada apa ?" tanya Qing Shan.


"Umm.. Yang Mulia Raja, saya membawakan buah buahan untuk Yang Mulia Ratu"


Qing Shan mengambil piring di tangan Jia Li.


"Aku akan membawanya sendiri"


"Yang Mulia Raja, pangeran sudah menunggu di ruang latihan" sahut Changyi


"Ah .. aku lupa, kau temani saja dulu dia latihan, katakan padanya aku ada pekerjaan mendadak"


"Baik Yang Mulia Raja"


Qing Shan kembali masuk kekamarnya, meninggalkan Changyi dan Jia Li yang masih berdiri didepan pintu.


"Apa kita melakukan kesalahan?" tanya Jia Li.


"Entahlah"


"Wajah Yang Mulia Raja sangat menakutkan"


"Ya kau benar, aku merasakan hawa hawa jahat mengelilingiku"


"Kurasa kita membuat kesalahan"


"Sudahlah ayo pergi"


"Mm"


Qing Shan menghampiri Zhi Ruo yang tertawa kecil melihatnya.


"Kenapa kau tertawa?"


"Tidak apa apa,hanya saja... Yang Mulia Raja terlihat menggemaskan" sahut Zhi Ruo.


Qing Shan mendekati Zhi Ruo.


"Apa aku juga terlihat menggemaskan saat di ranjang?"


Wajah Zhi Ruo merona, ia terdiam tak menjawab perkataan Qing Shan.


Qing Shan menyentuh dagu Zhi Ruo "Lihat... siapa sekarang yang terlihat menggemaskan?"