
Liqin kembali ke penginapan, ia masuk ke kamarnya yang berada di lantai dua.
Liqin melepas seluruh hiasan yang ada di kepalanya lalu berbaring di tempat tidur.
"Haaaahh.... wanita itu.. terlihat cantik dan lebih dewasa dari pada aku.." gumamnya.
Liqin bangun lalu berdiri di depan cermin besar yang memperlihatkan seluruh badannya.
"Aku juga cantik... apa aku terlihat seperti gadis kecil ?" gumam Liqin sembari berputar putar memandangi pantulan dirinya di cermin.
B R A K K...
Liqin terkejut ketika Li Liang mendobrak masuk.
"Ka... kakak ?...kau mengagetkanku"
Li Liang menghela nafas lega.
"Haahh... kukira terjadi sesuatu padamu, kenapa kau pergi begitu saja?"
"Ti.. tidak apa apa.... aku hanya butuh istirahat"
"Kau yakin?"
"Sudahlah kak... pergi sana.. aku mau tidur" sahut Liqin sambil mendorong pelan Li Liang agar keluar dari kamarnya.
Malam harinya
Kota Shenyang dipenuhi oleh penduduk setempat dan juga para pengunjung dari kota lain.
Mereka kompak mengenakan pakaian dengan motif bunga, begitu pula Qing Shan dan Zhi Ruo yang mengenakan hanfu dengan model yang sama berwarna putih, sementara Li Liang dan Liqin mengenakan hanfu kuning dengan motif ranting pohon.
Mereka berjalan bersama menuju sebuah teater yang sudah ramai pengunjung yang duduk disana.
Beruntungnya masih ada kursi kosong untuk mereka.
Liqin hendak duduk, namun ia melihat Yelu dikejauhan sedang berjalan kemari dan masih bersama wanita yang tadi ia lihat.
"umm... ayah.. ibu.. a.. aku lapar, aku akan membeli ayam panggang di dana" sahutnya sambil menunjuk kedai ayam panggang dibelakangnya.
"Baiklah... biarkan pengawal menemanimu"
"Baik ayah"
Tak lama setelah kepergian Liqin, Yelu datang menyapa Qing Shan.
"Yang Mulia Raja.... Yang Mulia Ratu.. Pangeran... senang melihat anda sehat sehat saja"
"Yelu... duduklah" sahut Qing Shan.
Yelu segera duduk di samping Qing Shan, beberapa detik sebelumnya ia mencari keberadaan Liqin, namun tidak menemukannya.
"Kudengar kau sekarang ketua dari suku Manchu"
"Benar Yang Mulia Raja... "
"Seharusnya sekarang aku memanggilmu ketua" goda Qing Shan.
"Dimana De Wu ?"
"Ayah ikut memerankan teater, sebentar lagi tampil"
"Wah... baiklah... aku tidak sabar melihatnya".
Acara teater telah dimulai tapi Liqin belum kembali juga.
"Li Liang... jemput adikmu kemari... ayah takut ada apa apa padanya"
"Baik ayah, umm Yelu.. apa kau mau ikut denganku? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu"
Dengan semangat Yelu berdiri "Baik pangeran"
Li Liang menahan tawanya melihat reaksi Yelu. Sebenarnya ia sudah sadar kalau tujuan Yelu menyapa Qing Shan adalah agar dapat bertemu dengan Liqin.
"Zuyu ... tunggu disini"
"Baiklah" Zuyu mengangguk.
Li Liang dan Yelu berjalan berdampingan.
"Siapa wanita itu ?" tanya Li Liang.
"Namanya Zuyu, dia yang bertugas menjaga desa kami"
"Oh... pantas saja, itu terlihat dari pakaiannya"
"Zuyu sangat lincah dan tangguh, pangeran pasti akan senang kalau berlatih bersamanya"
"Hahaha... aku juga senang berlatih denganmu"
"Umm... bisakah tolong jaga adikku sebentar ? ada barang yang tertinggal di penginapan.. dan itu sangat penting"
"Baik pangeran"
Li Liang segera pergi meninggalkannya.
Yelu masuk kedalam kedai, seseorang yang sangat ia rindukan, kini berdiri di hadapannya, menatapnya dengan ekspresi wajah terkejut.
"Yelu...?"
Yelu tersenyum hangat padanya, ia menarik tangan Liqin, membawanya keluar dari kedai.
"Tu.. tunggu.. kau mau membawaku kemana Yelu ?"
Yelu berjalan cepat sambil menggandeng tangan Liqin, mereka berhenti dibawah pohon besar lalu duduk di bangku yang ada disana.
"Putri Liqin.. saya sangat merindukan putri"
Wajah Liqin merona, untuk sesaat ia terpesona memandang wajah Yelu yang terlihat tampan di hadapannya.
Yelu membelai wajah Liqin dengan lembut.
"Saya... saya sangat menyukai putri Liqin.."