GUIREN

GUIREN
Pergi



Zhi Ruo mengenakan hanfu berwarna hitam dengan kombinasi merah kesukaannya, ia duduk di sofa sambil memandangi Qing Shan yang sedang dibantu pelayan menggunakan pakaian lengkapnya.Hanfu hitam dengan jubah emas bercorak, rambut hitam panjangnya diikat keatas dengan mahkota emasnya.


Para pelayan segera keluar dari kamar Qing Shan setelah selesai membantu Rajanya berpakaian.


Qing Shan duduk disebelah Zhi Ruo sambil meminum segelas teh madunya.


"Aku akan pergi ke Dinasti Shun... tempatnya sangat jauh di area sungai Huai.Aku mau kau menjaga dirimu disini, tetaplah bersama Jia Li."


"Berapa hari Yang Mulia akan pergi?"


"Kenapa?apa kau akan merindukanku?"


Zhi Ruo tersenyum malu "Ya.. mungkin saja"


Qing Shan membelai rambut Zhi Ruo.


"Paling cepat satu minggu, dan aku akan membuatmu merindukanku"


Tak lama kemudian Qing Shan bersama Ma Chao diiringi para jendral dan prajurit bersiap untuk pergi.


Zhi Ruo dan empat selir Qing Shan lainnya berdiri menunggu sampai Qing Shan berangkat.Qing Shan berjalan kearah mereka, A Hua dan ketiga selir memeluk Qin Shan dengan manja.


Qing Shan hanya tersenyum sambil memandangi Zhi Ruo yang hanya diam ditempatnya tidak ikut memeluknya.


Qing Shan melepas pelukan manja selir selirnya dan meraih tangan Zhi Ruo, memeluknya dengan erat.


"Seharusnya kau memelukku seperti para selirku... aku akan menghukummu setelah pulang nanti" bisik Qing Shan ditelinga Zhi Ruo.


Para selir melihatnya dengan tatapan iri, mereka bersusah payah untuk menggoda Qing Shan yang memang tidak terlalu tertarik pada wanita, sedangkan Zhi Ruo dengan mudahnya mendapatkan perhatian Rajanya.


Raja dan para pengawal telah pergi, para penjaga menutup gerbang besar yang kokoh.


Keempat selir, A Hua, Bao Yu,Tao dan Peiyun berdiri dihadapan Zhi Ruo.


"Jangan karna kau mendapat perhatian lebih dari Yang Mulia Raja kau bisa seenaknya. Posisimu masih dibawah kami" sahut A Hua.


Zhi Ruo tersenyum " Saya hanya patuh terhadap Yang Mulia Raja...selama saya tidak membuat masalah kepada siapapun, saya harap para selir tidak mengganggu saya"


Zhi Ruo pergi meninggalkan para selir yang merasa jengkel akan perkataan Zhi Ruo.


"Dia sombong sekali" sahut Tao


"Kak A Hua... apa sebaiknya kita beri dia pelajaran?" tanya Peiyun


A Hua tersenyum "Serahkan saja padaku"


"Nona Zhi Ruo"


"Ayo masuk Jia Li"


"Baik nona, di meja sudah saya siapkan makanan"


Zhi Ruo duduk di sofa sambil meminum tehnya.


"Nona... bagaimana malam nona bersama Yang Mulia Raja?"


Uhukk..uhukk...uhukk..


Jia Li segera menepuk pelan punggung Zhi Ruo.


"Nona... maafkan saya, nona tidak apa apa?"


"Umm.. aku baik baik saja"


"Jadi bagaimana malam nona?"


Wajah Zhi Ruo memerah tiba tiba, ia merasa malu mengingat kejadian semalam dan paginya mereka masih melanjutkannya di kamar mandi.


Jia Li menggenggam tangan Zhi Ruo.


"Selamat ya nona... sepertinya Yang Mulia Raja memang menyukai nona"


"Aku bahkan belum berkata apapun padamu"


Jia Li tertawa kecil "


"Wajah nona memperlihatkan semuanya"


Zhi Ruo tersenyum kecil.


"Jia Li... apa menurutmu.. aku pantas bersama Yang Mulia Raja Qing Shan?"


"Kenapa nona menanyakan hal seperti itu lagi ? masa lalu nona bukanlah kesalahan nona sendiri... nona berhak mendapatkan kebahagiaan"


Tanpa sepengetahuan mereka, A Hua mendengarkan seluruh percakapan mereka dari luar.


A Hua sangat terkejut mendengar percakapan Zhi Ruo dan pelayannya, ia pun kembali ke istana para selir dan menceritakannya pada selir yang lain.