GUIREN

GUIREN
Ancaman



Qing Shan duduk di singgasananya dengan menyilangkan kakinya dan menopang dagunya dengan tangan kirinya.Dihadapannya tengah berdiri dua koki istana yang bertugas membuat teh, satu orang pelayan yang bertugas mengantar tehnya.Mereka berlutut ketakutan, sedangkan Ma Chou hanya berdiri dibelakang mereka.


Sangat terlihat badan mereka gemetaran ketakutan, dipanggil ke istana utama sama saja hidupmu akan berakhir disana.


"Katakan padaku.... apa yang kalian masukkan kedalam teh Zhi Ruo?"tanya Qing Shan dengan tatapan membunuhnya.


Para koki dan pelayan itu bersujud ketakutan "Maafkan kami Yang Mulia Raja.. tapi kami tidak memasukkan apapun kedalam teh selir Zhi Ruo... "


"Aku akan memberi kalian ampunan kalau kalian menjawab pertanyaanku dengan benar"


Pelayan paruh baya itu menangis sesenggukan, memikirkan kematiannya yang sudah dekat.


Salah satu koki terdiam sesaat lalu mulai angkat bicara.


"Yang Mulia Raja, maafkan saya sebelumnya, saya tidak bermaksud menuduh tapi sebelum teh itu diantar, saya melihat selir Peiyun didapur"


Qing Shan tersenyum kecil membuat mereka kebingungan.


"Baiklah... aku berbaik hati pada kalian, karna kelalaian kalian, kalian akan diberi hukuman 5 kali cambukan"


Seketika mereka bersujud berterimakasih Qing Shan tidak membunuhnya, mereka pun kembali ke tempat masing masing.


Ma Chou heran kenapa Qing Shan tidak menghukum mereka dengan cara biasanya. Biasanya siapapun yang berbuat salah walau kesalahan kecilpun ia akan menghukum mereka dengan sadis.


"Aku akan menemui para selirku, kau jaga Zhi Ruo"


"Baik Yang Mulia Raja"


Para selir terkejut dengan kedatangan Qing Shan di istana selir, mereka merapikan penampilan mereka dan menyambut Qing Shan dengan ramah dan juga senyuman yang mempesona.


"Yang Mulia Raja..." sapa A Hua


Para selir hanya berdiri di hadapan Qing Shan dengan wajah bertanya tanya.


"Kalian tau... aku paling tidak suka pengkhianat, pembohong, dan semacam itulah... jadi, apa ada yang ingin kalian sampaikan padaku?"


Para selir masih kebingungan dengan maksud dari Qing Shan, mereka tetap diam tanpa suara.


"Jadi, kenapa kau berniat mencelakai Zhi Ruo.. Peiyun?"


Wajah Peiyun memucat, ia terdiam tak bisa berkata kata.


"Kalau salah satu dari kalian berniat mencelakai Zhi Ruo sekali lagi.. aku tidak akan segan memenggal kepala kalian menggunakan tanganku sendiri!!" bentak Qing Shan yang membuat para selir menangis ketakutan.


"Maafkan saya Yang Mulia Raja.. saya mengaku bersalah.. tolong maafkan saya Yang Mulia Raja" sahut Peiyun yang menangis sambil menyembah kaki Qing Shan.


"Aku tidak pernah memaafkan siapapun yang terbukti salah"


"Maafkan saya Yang Mulia Raja, bukan hanya saya saja... tapi selir A Hua otak dibalik semuanya"


A Hua berlutut dihadapan Qing Shan


"Yang Mulia Raja... jangan percaya apa yang dikatakan selir Peiyun, saya bersama mentri Ping kemarin untuk membeli beberapa obat kecantikan, Yang Mulia Raja bisa bertanya kepada mentri Ping"


Peiyun kaget tak percaya A Hua berbohong, selama ini ia selalu menuruti semua rencananya dan sekarang ia harus menanggung kesalahannya sendirian.


Qing Shan menyuruh para penjaga untuk memanggil mentri Ping, tak lama kemudian mentri Ping datang dan menjelaskan bahwa memang benar selir A Hua bersamanya untuk membeli obat kecantikan.


Qing Shan mengancam para selir untuk tidak menyakiti Zhi Ruo atau ia akan memenggal satu persatu kepala mereka.


Para penjaga membawa selir Peiyun ke ruang penyiksaan, Peiyun hanya menatap A Hua penuh kebencian.