GUIREN

GUIREN
Guifei, Changyi



Keesokan harinya, Qing Shan mengumpulkan seluruh orang yang berada didalam istana untuk berkumpul di istana utama.


Qing Shan menggandeng tangan Zhi Ruo menuju singgasananya.


Qing Shan duduk di singgasananya sedangkan Zhi Ruo berdiri tepat disebelahnya, Zhi Ruo menolak duduk di singgasana milik ratu karna ia masih seorang selir.


Semua yang ada didalam istana utama diam menunggu Qing Shan berbicara.


Qing Shan berdiri dengan gagahnya, jubah biru tuanya semakin memperlihatkan ketampanannya.


"Aku Kaisar Dinasti Ming akan memenggal kepala siapapun yang berani berkhianat di belakangku!! aku juga memutuskan untuk menjadikan selir Zhi Ruo menjadi Guifei ku sampai bayi yang dikandungnya lahir dan aku akan menjadikannya permaisuriku setelahnya, jangan ada yang berani macam macam mengganggunya dan calon penerusku atau aku akan memenggal kepala kalian dan keluarga kalian!!!"


Sontak semua yang ada didalam istana utama membungkuk menerima perintah dari kaisar nya yang tidak boleh dan tidak akan bisa ditolak.


Suasana hening seketika, Qing Shan menggandeng tangan Zhi Ruo lalu membawanya keluar dari istana utama.


"Aku akan memberimu pengawal pribadi yang bisa bertarung untuk melindungimu, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi"


"Tapi... bagaimana dengan Jia Li Yang Mulia Raja"


"Tidak apa apa, lebih banyak yang mengawasimu itu lebih baik"


"Terimakasih Yang Mulia Raja"


Qing Shan mengantar Zhi Ruo kembali ke kamarnya, sedangkan ia kembali ke istana utama untuk berdiskusi dengan para pejabat istana untuk memilih pengganti mentri Ping.


Jia Li memijat lembut bahu Zhi Ruo.


"Selamat... akhirnya nona menjadi selir resmi Yang Mulia Raja, dengan begini para selir lain tidak akan mengganggu nona lagi"


"Aku harap begitu, aku ingin menjalani kehidupanku dengan tenang bersama bayiku ini"


Qing Shan menunggangi kuda putihnya, ia pergi keluar istana menuju salah satu tempat pelatihan yang tak jauh dari istana.


"Qing Shan... lama tidak bertemu"


Qing Shan memeluk kakek yang sudah sangat tua itu.


"Kakek... bagaimana keadaan kakek?apa punggung kakek sudah baikan?"


"Penyakit kakek ini pertanda bahwa kakek sudah tua, ayo masuk"


Qing Shan masuk kedalam sebuah rumah kayu yang cukup luas, didalam sana terdapat beraneka macam pedang, Qing Shan mendapatkan pedangnya dari sini.


Kakek Yong adalah orang yang mengajari Qing Shan cara menggunakan pedang, Kakek Yong juga telah menganggap Qing Shan sebagai cucunya.


Di halaman belakang terdapat sekumpulan pria yang hanya memakai celana panjang putih sedang berlatih pedang. Mereka berbaris rapi dan mengayunkan pedangnya secara bersamaan.


Qing Shan menceritakan semua yang terjadi di dalam istana, tentang kematian Ma Chou dan juga kehamilan Zhi Ruo.


Kakek Yong memanggil salah satu muridnya yang bernama Changyi.


Changyi membungkuk dihadapan Kakek Yong dan juga Qing Shan.


"Ini muridku Changyi... kecepatan pedangnya hampir sama dengan Ma Chou, dia juga bisa menggunakan panah, kurasa dia akan cocok untukmu''


"Aku percaya dengan pilihan kakek''


Kakek Yong mengajak Qing Shan makan bersama di salah satu bangku tempat mereka biasa makan dulu, sementara Changyi menyiapkan barang barangnya.


Tak lama kemudian, Qing Shan pamit kembali ke istana bersama Changyi.


Sampai di istana, Qing Shan membawa Changyi ke kamar Zhi Ruo dan memperkenalkan mereka.