
Zhi Ruo telah resmi menjadi Ratu bagi Dinasti Ming, semua orang menghormatinya layaknya mereka menghormati Qing Shan.Para selir telah dikirim ke dinasti Shun, dan tentunya disambut dengan senang hati oleh Li Zicheng kaisar dinasti Shun yang memang tergila gila pada wanita cantik.
Suasana dinasti Ming terasa hangat dan lebih damai dari biasanya semenjak Zhi Ruo menjadi seorang Ratu.Qing Shan jadi lebih mudah tersenyum dan juga betah berada didalam istana menemani Zhi Ruo dan juga bermain dengan kedua anaknya Li Liang dan Liqin.
Pertumbuhan Li Liang dan Liqin terasa begitu cepat, kini mereka telah berusia 7 tahun.
Mereka tumbuh menjadi putra yang tampan dan juga putri yang cantik.
Li Liang memiliki paras wajah yang tampan dengan mata tajam seperti Qing Shan, sedangkan Liqin yang pemalu dan pendiam, bagai pinang dibelah dua, Liqin sangat mirip dengan Zhi Ruo, bahkan Liqin bisa dikatakan sebagai Zhi Ruo saat kecil.
Mata Liqin yang sayu berwarna kecoklatan semakin mempercantik wajahnya.
Setiap sore Qing Shan melatih Li Liang cara menggunakan pedang dan juga bela diri walaupun Zhi Ruo pernah melarangnya karna Li Liang yang masih terlalu muda. Qing Shan bersikeras agar Li Liang tumbuh menjadi pangeran yang kuat yang mampu dan pantas menggantikan posisinya sebagai kaisar atau Raja dari dinasti Ming.
Siang harinya, Li Liang dan Liqin tidur di kamarnya.
Qing Shan memakai jubah hitamnya lalu mengajak Zhi Ruo keluar dari istana menaiki kereta kudanya.
"Kita akan kemana?"tanya Zhi Ruo
"Hari ini adalah hari terakhir bagi A Hua dan mentri Ping"
Zhi Ruo hanya diam, ia merasa kasihan pada A Hua namun A Hua memang pantas mendapatkannya.
Sesampainya di tempat pengasingan, Qing Shan membantu Zhi Ruo turun dari kereta.
Terlihat para penjaga telah mengikat kedua tangan A Hua dan mentri Ping.
A Hua terlihat sangat kurus dengan wajah pucat.
Zhi Ruo hanya memandangi mereka dari kejauhan, perhatiannya teralihkan pada seorang anak kecil yang seumuran dengan anak anaknya.
Anak itu hanya diam memandangi A Hua dan mentri Ping yang berlutut.
"Yang Mulia Raja.... sebelum Yang mulia Raja memenggal kepala saya... saya ada satu permintaan" sahut A Hua
"Ijinkan saya berbicara pada putra saya untuk yang terakhir kalinya"
Qing Shan menyetujuinya, A Hua berjalan kearah anak kecil yang berdiri tak jauh darinya dan membisikkan sesuatu padanya.
Setelah selesai, ia kembali berlutut dihadapan Qing Shan.
Qing Shan membawa anak kecil itu kedalam kereta yang sudah disiapkan dan memerintahkan pada para penjaga untuk melakukan tugas mereka.
Qing Shan menghampiri Zhi Ruo.
"Masuklah... ayo kembali, aku tidak ingin kau menyaksikannya"
Zhi Ruo menurut, mereka pun segera pergi dari tempat pengasingan.
"Siapa yang berada didalam kereta belakang itu?"
Qing Shan bersandar di bahu Zhi Ruo.
"Dia anak A Hua dan mentri Ping"
"Lalu... apa yang akan terjadi padanya?"
"Aku akan mengirimnya pada kediaman guruku, dia akan berlatih disana dengan murid murid lainnya"
Malam harinya
Zhi Ruo menemani Li Liang dan Liqin yang sedang bermain bersama, pikirannya masih tetap pada anak A Hua yang sekarang tinggal bersama guru Qing Shan.
Bagaimanapun anak itu masih berusia 7 tahun, sama seperti anak anaknya.
Zhi Ruo merasakan firasat buruk akan terjadi padanya dan kedua anak anaknya.