GUIREN

GUIREN
Pangeran dan Putri



Changyi melakukan tugasnya dengan baik sesuai harapan Qing Shan, selain menjaga dan melindungi Zhi Ruo, Changyi juga membantu apapun yang Zhi Ruo inginkan seperti mengidam buah buahan yang susah didapatkan dan makanan lainnya.


Qing Shan juga lebih sering keluar istana untuk menyelesaikan tugasnya.


Beberapa bulan pun berlalu sesuai keinginan Zhi Ruo, hidup dengan tenang tanpa adanya masalah menimpanya, perutnya pun semakin membesar.


Qing Shan terus menemani Zhi Ruo dihari hari mendekati kelahiran calon penerusnya, semua pekerjaannya ia serahkan kepada para petinggi dan mentri kerajaan untuk sementara waktu.


Sore harinya Qing Shan membawa Zhi Ruo ke kota, seperti biasa kedatangan mereka disambut oleh seluruh orang yang berada di kota Anhui, Changyi berjalan tak jauh dibelakang mereka.


Qing Shan menuruti semua permintaan Zhi Ruo, Zhi Ruo memborong banyak kue dan makanan lainnya.


"Semakin besar perutmu semakin banyak juga yang kau inginkan" sahut Qing Shan sambil membawa banyak bungkusan di tangannya.


Zhi Ruo hanya tersenyum malu sambil menikmati kue keranjangnya.


"Mau duduk di kedai dekat sini atau kembali ke istana ?"


"Emm... di bangku sana" sahut Zhi Ruo sambil menunjuk sebuah bangku panjang dibawah pohon.


Mereka duduk disana, Zhi Ruo bersandar di bahu Qing Shan yang berotot, sementara Changyi hanya mengamati sekitar.


Tak lama kemudian Zhi Ruo merasakan aneh pada perutnya, perutnya terasa sakit seketika.


"Yang Mulia Raja... sebaiknya kita segera kembali" sahut Zhi Ruo.


Zhi Ruo berdiri dan cairan hangat bercampur darah mengalir di kedua kakinya.


"Zhi Ruo!!! apa kau tidak apa apa?apa kau keracunan?"


Qing Shan yang panik segera menggendong Zhi Ruo.


"Yang Mulia Raja jangan panik, selir Zhi Ruo sepertinya akan melahirkan"


Qing Shan menggendong Zhi Ruo ke kereta kudanya lalu kembali ke istana.


Sampai di istana, Changyi berlari mencari tabib istana di ruangannya.


Brakkk...


Tabib istana sangat terkejut hingga menjatuhkan buku yang dipegangnya.


Qing Shan berjalan mondar mandir didepan pintu ruang perawatan, sebelumnya ia menemani Zhi Ruo didalam namun Zhi Ruo mengusirnya karna Qing Shan sangat mengganggu karna selalu mengancam tabib istana ketika Zhi Ruo kesakitan.


Changyi berdiri di samping pintu.


"Aku akan memenggal kepala tabib itu kalau sesuatu terjadi pada Zhi Ruo dan anakku"


Changyi hanya menahan senyumnya melihat tingkah Qing Shan yang khawatir.


Suara jeritan Zhi Ruo menambah kekhawatirannya namun beberapa saat kemudian disusul suara tangisan bayi yang sangat kencang.


Qing Shan terdiam sesaat lalu dengan bersemangatnya ia mendobrak pintu dan tersenyum bahagia melihat seorang bayi mungil berada di tangan tabib.


Zhi Ruo menghela nafas kesal karna Qing Shan sudah masuk tanpa ijin dan membuat pintu menjadi rusak karna didobrak terlalu kencang.


"Yang Mulia Raja, silahkan duduk dulu, saya akan merawat selir Zhi Ruo beserta bayinya" ujar tabib sembari melakukan tugasnya.


Qing Shan berdiri disebelah Zhi Ruo sambil mencium kening wanita itu yang basah karna keringat.


"Tidak bisakah Yang Mulia Raja bersabar sedikit"


Qing Shan tersenyum sambil mengusap usap kening Zhi Ruo.


"Aku tidak bisa bersabar mendengar jeritanmu dari luar"


Zhi Ruo tersenyum lalu mulai merasakan sakit lagi pada perutnya, tabib istana menaruh bayi Zhi Ruo di ranjang yang telah disediakan lalu memeriksa keadaan Zhi Ruo.


"Cepat!!! kenapa Zhi Ruo kesakitan"


"Yang Mulia Raja, tolong jangan mengganggu tabib dulu sebentar" sahut Zhi Ruo dengan wajah pucat.


Qing Shan menurut, ia segera menunggu diluar.


Changyi tak berani bertanya melihat ekspresi Qing Shan yang terlihat dingin.


Lagi lagi suara teriakan Zhi Ruo terdengar, sekali kali Qing Shan mengintip dari luar.Tak lama kemudian suara tangisan bayi terdengar untuk kedua kalinya.


Qing Shan menerobos masuk, ia terdiam kaku ditempat melihat tabib menggendong bayi mungil ditangannya.


"Selamat Yang Mulia Raja, selir Zhi Ruo melahirkan bayi kembar dengan jenis kelamin laki laki dan perempuan"