
Zhi Ruo berdoa didepan makam ibu Qing Shan, makamnya sangat bersih dan indah dihiasi bunga bunga, bunga bunga itu tak pernah layu karna ada penjaga yang merawatnya.Qing Shan tidak mau makam ibunya kotor atau terlihat sepi agar ibunya di surga sana selalu bahagia.
Di tembok terpajang lukisan ibu Qing Shan, terlihat cantik dan anggun dengan hanfu merah muda yang pernah Zhi Ruo pakai.
Selesai berdoa mereka kembali ke istana, Zhi Ruo memandang wajah Qing Shan yang mulai kembali bersemangat seperti biasanya setelah berkunjung ke makam ibunya.Zhi Ruo menunduk, ia membayangkan bagaimana rupa ibu kandungnya, apa dia cantik? apa dia masih hidup?Zhi Ruo ingin sekali bertemu dengan ibu kandungnya, bukan agar diakui sebagai anaknya, melainkan ia ingin menanyakan alasannya mengapa ibunya membuangnya, apa karna masalah ekonomi? atau karna hal lain. Yang pasti Zhi Ruo ingin berjumpa dan mengatakan bahwa kehidupannya sekarang baik baik saja.
Qing Shan duduk disebelah Zhi Ruo yang sedari tadi diam melamun.
"Apa yang kau pikirkan?"
Zhi Ruo sedikit kaget "Mm.. saya tidak memikirkan apapun.. Yang Mulia Raja"
Qing Shan keluar dari kamarnya, berbicara pada pelayannya lalu kembali masuk dan duduk disebelah Zhi Ruo.
Setengah jam kemudian, pelayan masuk membawa sekeranjang besar roti mantau yang masih panas.
Zhi Ruo kebingungan.
"Makanlah... bukankah ini favoritmu?"
"T...tapi ini terlalu banyak Yang Mulia Raja"
"Aku akan menghukum koki yang memasaknya kalau kau tidak memakannya"
Zhi Ruo segera mengambil roti mantau yang ada dihadapannya, meniupnya sampai tidak terlalu panas dan memakannya. Entah mengapa rasa dari roti mantau nya agak berbeda,Zhi Ruo memuntahkan mantau nya, ia berlari ke kamar mandi.
Qing Shan yang kebingungan berteriak memanggil pelayannya.
"Yang Mulia Raja" sahut pelayan yang ketakutan
"Baik Yang Mulia Raja"
Qing Shan menghampiri Zhi Ruo yang muntah muntah di kamar mandi, ia mengambil kain untuk membersihkan bibir Zhi Ruo.
Qing Shan menggendong Zhi Ruo dan menidurkannya di ranjangnya.
Para koki dan tabib istana berlutut menghadap Qing Shan.
Qing Shan membanting sekeranjang roti mantau yang ada dimejanya.
"Apa yang kalian masak? kenapa Zhi Ruo langsung memuntahkan makanannya, sekarang badannya jadi pucat dan dingin!! aku akan memenggal kepala kalian semua jika ada sesuatu yang terjadi padanya!!" bentak Qing Shan dengan wajah emosi, jantungnya berdegup sangat cepat, ia takut terjadi apa apa pada Zhi Ruo .
Dengan cepat tabib istana memeriksa kondisi Zhi Ruo, tabib tersenyum senang lalu berlutut dihadapan Qing Shan
"Selamat Yang Mulia Raja... selir Zhi Ruo sedang mengandung anak dari Yang Mulia Raja"
Qing Shan terdiam seketika, tak percaya akan apa yang ia dengar.
Para pelayan dan koki yang berada didalam kamar ikut berlutut mengucapkan selamat kepada Qing Shan.
Zhi Ruo menyentuh perutnya yang masih rata, air matanya mengalir mengetahui bahwa dirinya sekarang tengah mengandung dari pria yang ia cintai. Qing Shan mengusir seluruh orang yang berada dikamarnya, ia menghampiri Zhi Ruo, memeluk perutnya dengan sesekali menciuminya.
"Akhirnya aku akan menjadi seorang ayah, terimakasih Zhi Ruo.. kau telah memberiku kebahagiaan ini"
Zhi Ruo tak mampu berkata kata, ia hanya tersenyum dengan air mata kebahagiaan mengalir di pipinya.Ia merasa sangat beruntung, sekarang ia akan memiliki dua orang yang paling berharga dalam hidupnya.