
Langit semakin gelap dengan awan awan hitam, hujan turun membasahi medan perang.Qing Shan merasakan badannya dingin seketika, penglihatannya buram bahkan ia tidak dapat mendengar apapun ketika melihat Ma Chou berlari kearahnya, melindunginya dari tusukan tombak yang dilemparkan Han Xin padanya. Sangat jelas darah berceceran, tubuh Ma Chou tumbang seketika ketika tombak itu tertancap menembus dadanya.
Qing Shan turun dari kudanya, berlari menghampiri Ma Chou yang tersenyum padanya.Li Zicheng memacu kudanya, melindungi Qing Shan dari para musuh yang mengincar kelemahannya.
Zhi Ruo berdiri didepan kamarnya, perasaannya semakin tidak tenang.Hujan deras turun secara tiba tiba menambahkan rasa kekhawatirannya. A Hua didampingi pelayannya menghampiri Zhi Ruo.
Zhi Ruo hanya menatapnya dingin.
"Selir Zhi Ruo.."
"Ada urusan apa selir A Hua datang ke kediaman saya?"
"Tidak ada... aku hanya ingin memberitahumu sesuatu, karna aku lihat kau sangat khawatir pada Yang Mulia Raja"
Zhi Ruo tidak menjawab, A Hua melanjutkan perkataannya.
"Dibelakang ada kuda yang tidak terpakai, mungkin kau mau menyusul Yang Mulia Raja, kau bisa pakai kuda itu... gerbang terbuka sebentar lagi, para pelayan akan keluar untuk berbelanja"
"Kenapa selir A Hua memberi tahu saya tentang ini?"
"Aku hanya membantumu, kalau begitu aku pergi dulu"
Zhi Ruo masuk kekamarnya, ia memikirkan kata kata A Hua.Hujan deras semakin membuatnya khawatir, Zhi Ruo memakai jubah hitam tebalnya lalu berlari ke belakang istana utama.
Zhi Ruo melihat seekor kuda berwarna coklat disana, tanpa pikir panjang Zhi Ruo menaiki kuda itu.
Pintu gerbang perlahan terbuka, terlihat kereta kuda pelayan yang hendak membeli bahan di kota.Zhi Ruo memacu kudanya dengan kecepatan penuh, para penjaga yang terkejut segera menghindar agar tidak tertabrak kuda yang berlari sangat cepat itu.
Jarak ke kota Tianjin tidaklah jauh, Zhi Ruo terus memacu kudanya melawan derasnya hujan.Pakaiannya kini telah basah, wajahnya terasa sakit terkena derasnya hujan.
Zhi Ruo merasa ada yang aneh dengan kudanya, kudanya berlari semakin kencang dan tidak bisa dikendalikan.
"Kuda baik.... tenanglah.."
Kuda itu tetap berlari dengan kencangnya, Zhi Ruo melihat batu besar didepannya, ia mencoba menghentikan kudanya namun tetap tidak bisa, tanpa pikir panjang Zhi Ruo melompat turun dari kudanya, badannya terguling guling di tanah yang basah.
Zhi Ruo merasakan sakit disekujur badannya, beruntungnya ia tidak menghantam apapun.
Zhi Ruo melepas jubahnya yang terasa berat lalu berlari menuju kota Tianjin yang tak jauh lagi.
"Ma Chou!!!" teriak Qing Shan
Qing Shan memegangi tubuh Ma Chou, air matanya tak sanggup ia bendung.
"Yang...Mulia....Raja..."
"Bodoh!!! kenapa kau melakukannya!!"
"Anggap... saja... balas budi saya.. Yang Mulia ...Raja...sampaikan.. kata maafku.. pada Lian"
Ma Chou menghembuskan nafas terakhirnya dengan sesungging senyuman, Qing Shan berteriak penuh kekesalan.
Li Zicheng tidak sanggup lagi melawan jendral musuh dan Han Xin secara bersamaan, Han Xin menebas pungung Li zicheng hingga membuatnya jatuh dari atas kuda. Qing Shan menarik pedangnya, ia berlari lalu menebas kaki kuda yang ditunggangi jendral musuh didepannya, saat musuh telah jatuh tersungkur, ditancapkan pedangnya tepat ke jantung jendral yang terjatuh itu.
Bersamaan dengan itu, Han Xin mengarahkan pedangnya tepat dihadapan wajah Qing Shan, Qing Shan terdiam kaku.
"Menyerah atau kupenggal kau sekarang juga Qing Shan"