GUIREN

GUIREN
Kemenangan



Zhi Ruo berlari dengan nafas tersenggal senggal, akhirnya ia sampai di kota Tianjin.


Zhi Ruo terus berlari mencari sosok Qing Shan berada, jantungnya berdegup sangat kencang seolah olah hal buruk telah terjadi.


Akhirnya Zhi Ruo sampai di medan pertempuran, banyak mayat bergeletakan berlumuran darah.


Zhi Ruo menghentikan langkahnya ketika melihat sosok yang ia cari tengah berlutut dengan pedang didepan wajahnya.Zhi Ruo sangat terkejut melihat jasad Ma Chou yang tak jauh dari Qing Shan dengan tombak menancap didadanya.


Zhi Ruo mengambil pedang yang menancap di salah satu badan prajurit yang tewas, ia berlari sekencang kencangnya,hujan deras menutupi suara langkah kakinya yang bahkan tak memakai satu alas pun.


Qing Shan hanya tersenyum kecut kepada Han Xin.


"Kau itu pengecut, selalu bersembunyi.. apakah aku semenakutkan itu bagimu kaisar Han Xin ?" sahut Qing Shan tanpa rasa takut sedikitpun.


Han Xin tersenyum"Hahahaha.... aku tidak peduli, semua rencanaku berhasil.. sekarang aku akan membunuhmu dengan kedua tanganku sendiri,jadi berhentilah bersikap sombong dan arogan"


"Persetan dengan omong kosongmu, aku tidak takut dengan kematian"


Han Xin mengayunkan pedangnya, Qing Shan menoleh kearah Ma Chou.


'Sepertinya kita akan bertemu lagi' batin Qing Shan.


TRANKK.....


Suara pedang dijatuhkan


Qing Shan menyentuh pipinya, noda darah mengotori wajahnya.


BRAKK....


Tubuh Han Xin tergeletak dengan pedang menancap tepat dijantungnya. Qing Shan terkejut tak percaya, ia mendongak keatas.


Qing Shan mendapati wajah Zhi Ruo yang pucat ketakutan setelah menusuk Han Xin tepat di jantungnya, matanya masih memandangi tubuh Han Xin yang tak lagi bernyawa.


Para prajurit musuh mundur seketika saat melihat Kaisarnya telah gugur.


Qing Shan berdiri, ia masih tidak dapat mempercayai bahwa Zhi Ruo berdiri dihadapannya menyelamatkan nyawanya.


Zhi Ruo menatap mata Qing Shan.


"Ma...maafkan saya..."


Belum selesai Zhi Ruo meminta maaf, Qing Shan memeluknya dengan erat.


Li Zicheng hanya memandangi mereka dari kejauhan.


Hujan mulai mereda


Li Zicheng membawa jasad Ma Chou, menaruhnya di sebelah tenda dan menutupinya dengan kain.


Sisa prajurit yang kewalahan beristirahat sambil mengobati luka mereka sampai bantuan datang.


Qing Shan, Li Zicheng dan Zhi Ruo berada dalam satu tenda besar.


"Terimakasih banyak selir Zhi Ruo" sahut Li Zicheng ketika Zhi Ruo selesai menutup lukanya.


Li Zicheng segera keluar dari tenda meninggalkan Qing Shan dan Zhi Ruo.


Qing Shan melepas satu persatu baju besinya, menampakkan dada bidang dan perut berototnya.Zhi Ruo menyentuh punggung Qing Shan yang terluka.


"Apa ini sangat sakit?"


Qing Shan menggeleng "Tidak... lepas pakaianmu yang basah"


"Tapi saya tidak membawa pakaian lagi Yang Mulia Raja"


"Aku akan mengeringkannya sebentar"


Zhi Ruo melepas hanfu hitamnya yang basah, Qing Shan mengambilnya dan menggantungnya diluar.


Zhi Ruo menutupi badannya menggunakan selimut.


"Apa itu dia?"tanya Li Zicheng


"Ya... dia wanita yang sudah membuatku tergila gila"


Li Zicheng tertawa kecil "Dia sangat cantik, aku tidak keberatan menjadikannya salah satu selir favoritku"


Qing Shan menepuk luka Li Zicheng yang sontak membuat Li Zicheng meringis kesakitan.


Qing Shan kembali masuk kedalam tenda, ia duduk disebelah Zhi Ruo.Qing Shan menyentuh pipi Zhi Ruo yang terasa dingin lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Zhi Ruo.


Mereka berciuman cukup lama seperti sepasang kekasih yang baru saja dipertemukan kembali.


Qing Shan berbaring.


"Berbaringlah bersamaku"


Zhi Ruo berbaring tepat disebelah Qing Shan, Qing Shan memeluk tubuh Zhi Ruo agar tubuh wanita itu kembali hangat.


Qing Shan melihat lebam dipunggung Zhi Ruo.


"Apa yang terjadi dengan punggungmu ini? apa para selir mengganggumu lagi?"


"Tidak Yang Mulia Raja, saya terjatuh dari kuda sewaktu dalam perjalanan kemari"


Qing Shan mencium lembut pundak Zhi Ruo.


"Maafkan aku.... terimakasih kau telah menyelamatkanku Zhi Ruo...Aku tidak tau harus membalas budi dengan cara apa"


"Yang Mulia Raja tidak usah pikirkan itu, sebelumnya Yang Mulia Raja yang menyelamatkan saya, sudah sewajarnya saya membantu Yang Mulia Raja"


Qing Shan memeluk erat badan Zhi Ruo, melampiaskan kerinduannya kepada wanita yang berhasil mengambil seluruh hatinya itu.