
Jia Li membawa Zhi Ruo ke kamarnya karna hari sudah sangat siang.
"Nona, kita kembali ke kamar, hari ini sangat panas"
"Ya.. aku mau berendam saja"
Mereka berjalan pelan dan melihat pemandangan yang tidak mereka inginkan didepan, ya.. para selir lagi lagi berkumpul yang pastinya akan menghina Zhi Ruo.
"Nona"
"Tenang saja, aku sudah tidak takut"
Seperti biasa, dengan angkuhnya para selir berdiri menghadang mereka dengan senyuman yang menghina.
"Ah lagi lagi bertemu dengan si pelacur ini" sahut Tao sambil memainkan rambut bergelombangnya.
"Apakah para selir tidak punya kegiatan yang lain selain mengganggu saya?"
A Hua melangkah maju dan berdiri tepat dihadapan Zhi Ruo.
"Kenapa?apa kau mau marah? bukankah memang benar kau itu wanita murahan... bagaimana rasanya melayani banyak pria dirumah bordil?apakah memuaskan?"
Plakk
Zhi Ruo menampar pipi A Hua dengan sangat keras sampai tangannya sendiri terasa sakit.
"Kalian oara selir tidak tau apa apa tentang hidup saya tentang masa lalu saya, berhenti membuat masalah dengan saya atau saya akan melakukan tindakan yang lebih dari ini" jelas Zhi Ruo.
Bao Yu menampar Zhi Ruo dengan kesal.
"Beraninya kau menampar A Hua... tangan kotormu itu akan merusak kecantikan A Hua"
Zhi Ruo tertawa geli mendengarnya.
"Bahkan meskipun saya ini kotor, Yang Mulia Raja tetap menyukai saya, Yang Mulia Raja bahkan mengizinkan saya tidur dikamarnya... tidak seperti para selir... walaupun cantik, Yang Mulia Raja tetap tidak tertarik"
Bao Yu semakin marah akan perkataan Zhi Ruo, tangannya hendak menampar pipi Zhi Ruo namun Zhi Ruo menepis tangan Bao Yu.
Zhi Ruo menarik tangan Jia Li,membawanya pergi kembali kekamarnya. Jia Li terkejut atas perkataan nona nya yang terdengar sangat menakutkan.
"Nona..."
Jia Li menoleh "Ya?"
"Apa nona berkata yang sebenarnya?"
Zhi Ruo menunduk dengan tatapan kosong seketika.
"Ya... aku membunuh ayah tiriku dibantu Yang Mulia Raja, aku menusuk badan ayah tiriku menggunakan pedang berkali kali... dan aku akan melakukannya juga terhadap mereka kalau sampai mereka melukaimu.."
Jia Li tersenyum haru mendengar perkataan Zhi Ruo.
A Hua mengompres pipinya yang memar sambil memandang pantulan dirinya di cermin.Ia sangat kesal terhadap Zhi Ruo, sudah sangat lama Yang Mulia Raja tidak mengunjungi istana selir, apalagi Yang Mulia Raja bahkan mengizinkan Zhi Ruo masuk ke kamar pribadinya. A Hua merasa kesempatannya menjadi permaisuri semakin jauh, dan rencana rencana jahat mulai berkeliaran dikepalanya.
Dinasti Shun
Hari sudah malam, Qing Shan dan Ma Chou berdiri didepan istana Shun.
"Yang Mulia Raja... semenjak tadi Yang Mulia Raja melamun, apa ada yang Yang Mulia Raja pikirkan?"
Qing Shan menatap langit yang sangat gelap dengan sedikit bintang.
"Entahlah... aku hanya merasa khawatir akan terjadi sesuatu pada Zhi Ruo"
"Yang Mulia Raja tidak perlu terlalu memikirkannya demi kesehatan Yang Mulia Raja, ada penjaga dan juga Jia Li bersama nona"
"Aku sangat khawatir sampai tidak merasa ngantuk... kau sendiri tau keadaan mental Zhi Ruo... kalau sekali lagi ada yang menyakitinya, mungkin aku akan sangat kesusahan menenangkannya"
Ma Chou terdiam, sangat terlihat jelas wajah khawatir Qing Shan.
Mungkin Yang Mulia Rajanya benar benar sudah jatuh cinta.