
Esok harinya
Qing Shan bangun pagi pagi sekali, ia memandang sejenak wajah Zhi Ruo yang masih tertidur pulas di ranjangnya.
Qing Shan berjalan menuju istana utama didampingi pelayannya.Sampai di istana utama, Qing Shan duduk dengan gagahnya di singgasana emas miliknya.
Tak lama kemudian datanglah A Hua dengan hanfu biru muda dan riasannya untuk memukau hati Qing Shan.
A Hua berjalan dengan anggun dan senyuman yang mempesona, ia berdiri di hadapan Qing Shan dan menunduk.
"Yang Mulia Raja.."
Qing Shan tersenyum kecil "Selirku yang sangat cantik ini memang pandai sekali memikat seseorang"
A Hua tersipu malu "saya hanya berusaha terlihat cantik dihadapan Yang Mulia Raja"
Qing Shan memberikan kode pada pelayannya, sang pelayan mengangguk seketika dan pergi.
Qing Shan menatap wajah A Hua dengan tatapan datar, dan beberapa menit kemudian pelayan dan para penjaga masuk.
A Hua terkejut seketika melihat para penjaga membawa seseorang yang sangat tidak ingin ia harapkan kemunculannya.
Wajah A Hua memucat seketika melihat mentri Ping berdiri tak jauh darinya dikawal oleh para penjaga.
Mentri Ping berlutut lemah dihadapan Qing Shan.
Qing Shan menghela nafas panjang menyilangkan kakinya, menatap wajah A Hua yang sudah sangat pucat.
"Tidakkah kalian tau bahwa aku tidak suka ada pengkhianat ?... apa kalian tau apa hukuman bagi para pengkhianat itu?" sahut Qing Shan dengan wajah datar.
A Hua terdiam tak dapat berkata kata, Mentri Ping berlutut memohon ampun pada Qing Shan.
"Yang Mulia Raja, maafkan saya Yang Mulia Raja..... saya pantas mendapatkan hukuman dari Yang Mulia Raja''
Qing Shan menoleh kearah A Hua.
"Selirku... apa ada yang ingin kau katakan?"
"Yang...Yang Mulia Raja....saya .. tidak mengerti maksud dari Yang Mulia Raja..."
Qing Shan melemparkan pedangnya tepat dihadapan A Hua, pedang itu menancap di lantai yang terbuat dari kayu membuat A Hua terkejut seketika.
A Hua memandang wajah Qing Shan yang terlihat sangat marah lalu menoleh kearah mentri Ping yang masih berlutut.
"Yang Mulia Raja... maafkan saya Yang Mulia Raja..... tolong beri saya satu kesempatan lagi" sahut A Hua dengan air mata bercucuran.
"Bukankah kau bilang Zhi Ruo adalah wanita murahan? lalu tindakanmu ini apakah sama saja dengan wanita murahan?"
A Hua merasa dadanya sesak, ia tak menyangka Qing Shan akan menyebutnya wanita murahan.
Qing Shan menghela nafas lalu bangkit dari singgasananya.
"Aku tidak akan membunuh kalian, karna satu alasan!! alasannya karna A Hua telah mengandung anak dari mentri Ping, aku bisa saja membunuh kalian berdua disini sekarang juga... tapi aku masih memikirkan janin tak berdosa di perutmu itu!!!"
A Hua jatuh terduduk, wajahnya semakin pucat, ia tidak menyangka akan mengandung seorang anak dari mentri Ping, sedangkan mentri Ping berlutut berterimakasih kepada Qing Shan telah memberikannya kesempatan untuk hidup.
Qing Shan mencabut pedang di hadapan A Hua lalu berjalan pergi meninggalkan mereka.
Para penjaga membawa mentri Ping dan A Hua ke sel sementara sebelum dipindahkan ke tempat pengasingan.
A Hua duduk di lantai yang dingin, ia berada di dalam sel yang berbeda dengan mentri Ping.
Mentri Ping yang berada di dalam sel tepat disebelah sel A Hua duduk dengan tenang.
"Kau harus menjaga bayi itu" sahut mentri Ping.
A Hua menatap mata mentri Ping dengan tajam.
"Kenapa kau tidak mati saja!!"
Mentri Ping tertawa "Kau kira aku bodoh ? jika aku mati.. aku juga akan menyeretmu masuk dalam kematianku"