GUIREN

GUIREN
Kedatangan Raja



Nyonya Ru Shi mendandani Zhi Ruo agar terlihat cantik. Zhi Ruo menolak gaun yang berwarna merah muda, ia lebih suka gaun hitam atau merah.Nyonya Ru Shi menuruti permintaan Zhi Ruo.


Zhi Ruo memandang pantulan dirinya di cermin, lagi lagi baju tipis menggoda dengan make up tebal. Zhi Ruo tidak lagi peduli dengan harga dirinya, ia memilih pasrah akan kehidupannya.


Zhi Ruo duduk diruangan khusus untuk para bangsawan, ia hanya diberitahu ada seorang pria tampan dan kaya ingin bersamanya.


Zhi Ruo duduk sambil meremas tangannya, didalam hati kecilnya ia merasa sangat takut, namun Zhi Ruo menetapkan tekadnya untuk menjalani kehidupannya bak air mengalir disungai, tak peduli mengalir kearah mana.


Suara tapak kaki semakin dekat terdengar, terdengar nyonya Ru Shi menyambut kedatangan tamu spesialnya itu.


Kreekkk...


Suara pintu geser terdengar, dan masuklah seorang pria tampan mengenakan baju mewah berwarna hitam dan sedikit biru dibagian dadanya. Zhi Ruo merasa seperti pernah melihat wajah pria itu namun ia tidak mengingatnya.


Zhi Ruo menunduk memberikan salam seperti yang diajarkan nyonya.


Pria itu berdiri tepat dihadapannya dengan wajah dan tatapan yang dingin, Zhi Ruo hanya membalas tatapannya dengan tenang.


"Kau masih baru disini" sahut pria itu.


"Ya... ini pertama kalinya bagi saya tuan"


Pria itu duduk di sofa yang lebar dan empuk.


"Kemari dan layani aku"


Zhi Ruo menarik nafasnya dalam dalam, ia memberanikan diri melangkah kearah pria itu.


Zhi Ruo menahan emosinya lalu duduk dipangkuan pria itu.


Pria itu tetap menatap Zhi Ruo dengan tatapan dingin.


'Aku bisa melakukannya... lagipula aku sudah ternodai... untuk apa berpura pura terlihat suci' batin Zhi Ruo.


Zhi Ruo melepas satu persatu kain yang menutupi badan pria didepannya dan menampakkan dada bidang yang menawan.


Disentuhnya dada bidang itu, kulitnya terasa hangat ditangan Zhi Ruo.


Untuk beberapa saat ia dapat mengontrol emosinya, namun pria itu tiba tiba mencium leher Zhi Ruo.


Seketika bayangan ayah tirinya yang bejat itu muncul dikepalanya, kejadian pahit itu seperti terputar ulang dibenak Zhi Ruo.


Tangan Zhi Ruo bergetar hebat, pria itu menyadari ada yang aneh dengan Zhi Ruo, ia segera menghentikan aktivitasnya.


"Kau kenapa?" tanya pria itu yang langsung terdiam ketika mendongak menatap wajah pucat wanita dipangkuannya itu.


Zhi Ruo mendorong pria itu dan terjatuh ke lantai, ia menutup wajahnya dengan badan bergetar ketakutan.


Pria itu menyentuh kepala Zhi Ruo.


Zhi Ruo tetap tak merespon, ia menutup rapat matanya, bayangan ayahnya masih saja tidak bisa hilang dari pikirannya.


"YUE YING!!!"


Seketika Zhi Ruo tersadar, ia menatap wajah pria yang mengetahui nama aslinya itu.


Pria itu duduk dihadapan Zhi Ruo.


"Apa aku harus memanggilmu Yue Ying?"


"Namaku Zhi Ruo... Yue Ying sudah mati" jawab Zhi Ruo dengan menundukkan kepalanya.


"Kau tidak bisa melayaniku... padahal aku adalah seorang Raja, para wanita menantikanku, kau malah mengecewakanku"


Zhi Ruo menatap mata pria yang menfaku sebagai raja itu.


"Apa benar kau raja?"


"Aku Qing Shan... Raja dinasti Ming"


Zhi Ruo tersenyum seketika yang membuat Qing Shan kebingungan.


"Kalau tuan memang seorang Raja... bisakah tuan membantuku?"


"Membantumu apa?apa kau ingin keluar dari tempat ini?"


Qing Shan menatap wajah dingin Zhi Ruo, terpancar kesedihan yang teramat dalam diwajah cantik wanita itu.


"Yang Mulia Raja Qing Shan..... bisakah Yang Mulia memenggal kepala wanita hina seperti diriku ini?"


DEG.....


Jantung Qing Shan berdebar seketika mendengar permintaan wanita ini.


"Kenapa ? apa alasanmu?"


"Alasan....... tentu saja alasannya karna saya lebih memilih kematian daripada menjalani kehidupan ini... sepertinya kematian jauh lebih tenang... bisakah Yang Mulia Raja mengabulkan permintaan saya?"


'Wanita ini.... mengatakannya dengan santai dan wajah dingin penuh penderitaan' batin Qing Shan.


"Baiklah.. aku akan memenuhi keinginanmu asal kau bisa melayaniku, besok aku akan kembali lagi... jadi siapkan dirimu"


"Baik Yang Mulia Raja"


Qing Shan segera pergi sari ruangan itu, sebelum menutup pintu ia menoleh memandang Zhi Ruo yang terlihat tersenyum senang.