GUIREN

GUIREN
Jia Li



Sudah tiga hari Zhi Ruo berada di istana, ia juga diberikan pelayanan yang baik dan makanan enak setiap harinya.


Zhi Ruo tinggal disebuah gedung yang tidak terlalu besar, letaknya tak jauh dari istana utama. Gedung yang menjadi tempat tinggalnya kini termasuk sangat mewah untuknya, dalam satu gedung berisi ranjang besar sofa meja dan kamar mandi yang luas.Jendela dan pintu kayu yang terukir indah serta hiasan ruangan yang mewah. Qing Shan memberikan dua pelayan untuk Zhi Ruo, namun Zhi Ruo hanya meminta satu sebagai pelayan yang sekaligus teman kepercayaannya, namanya Jia Li.


Jia Li masih sangat muda, Qing Shan menyelamatkannya dari penjualan gadis gadis dan menjadikannya sebagai pelayan istana. Jia Li meminta langsung agar bisa melayani Zhi Ruo, Qing Shan tentu saja menyetujuinya karna Jia Li memang pelayan yang paling periang dan mudah berteman, dengan begitu Qing Shan berharap Zhi Ruo bisa kembali ke sifat normalnya tanpa ada rasa trauma di hidupnya.


Jia Li menemani Zhi Ruo duduk di taman, Zhi Ruo masih saja menggunakan make up tebalnya walaupun Qing Shan sudah melarangnya.Dalam dua hari ini Qing Shan tidak datang menemuinya dengan alasan sibuk dengan beberapa urusan kerajaan.


Dua wanita berjalan kearahnya, Zhi Ruo tetap diam tidak mempedulikan mereka.


"Nona, mereka adalah selir ,A Hua yang mengenakan gaun hijau dan yang biru namanya Bao Yu, sebaiknya nona berhati hati terhadap mereka berdua"


A Hua dan Bao Yu berdiri tepat dihadapan Zhi Ruo.


"Selir A Hua... selir Bao Yu" sapa Jia Li.


Sedangkan Zhi Ruo hanya memandang mereka.


"Jadi ini wanita yang dipungut Yang Mulia Raja ? apa apaan ini... riasanmu seperti wanita pelacuran, bagaimana bisa Yang Mulia Raja memungutmu ?"


Zhi Ruo berdiri.


"Jia Li... ayo kembali"


"Baik nona"


"Berani sekali kau... Kita masih bicara dan kau pergi begitu saja? kau itu wanita biasa tanpa status di kerajaan ini!! Bersikap sopanlah"


A Hua tertawa ketika Bao Yu menampar Zhi Ruo.


"Wanita murahan tidak akan tau sopan santun"


Wanita murahan... pelacuran... kata kata yang membuat hati Zhi Ruo teriris, ia menjadi wanita murahan juga bukan dari keinginannya.


"Selir A Hua, selir Bao Yu... saya dan nona Zhi Ruo pergi dulu" sahut Jia Li.


A Hua merasa kesal dan menampar pipi Jia Li, Zhi Ruo menatap tajam mata A Hua, ia tidak suka ketika A Hua menampar Jia Li yang sudah seperti adiknya sendiri.


Zhi Ruo menampar A Hua hingga tersungkur ke tanah, Zhi Ruo duduk diatas A hua dan terus menerus menampar wajah A Hua. Bao Yu dan Jia Li mencoba menghentikan Zhi Ruo yang seperti kehilangan kendali. Sampai Qing Shan datang dan mendorong Zhi Ruo hingga terjatuh. Qing Shan membantu A Hua berdiri, wajah A Hua terlihat merah dan bengkak.


"Kenapa kau memukuli selirku Zhi Ruo? aku membawamu kemari dan membantumu... bukan berarti kau bisa seenaknya disini"


"Yang Mulia Raja, kami hanya ingin berkenalan dengan Zhi Ruo... namun dia tidak suka dengan A Hua dan memukulinya" sahut Bao Yu.


Qing Shan hanya terdiam, wajahnya terlihat sangat marah.


Zhi Ruo segera berdiri dan merapikan rambutnya, ia tersenyum kecil memandang mata Qing Shan dan pergi tanpa sepatah kata apapun meninggalkan Qing Shan yang terlihat marah.