GUIREN

GUIREN
Maafkan aku



Qing Shan segera berdiri diikuti yang lainnya.


Qing Shan berjalan mendekati A Guan dan Han Jian, Han Jian yang menyadarinya segera berlari masuk ke dalam gubuk.


A Guan berdiri kaku ketakutan melihat wajah Qing Shan yang menatapnya penuh amarah.


Changyi segera berdiri di samping Qing Shan begitu Qing Shan mengangkat tangan kirinya.


"Ya... Yang Mulia Raja"


"Lakukan tugasmu"


"Baik Yang Mulia Raja"


Qing Shan berjalan masuk ke dalam gubuk, entah mengapa perasaannya sangat tidak enak, ia berdoa semoga saja tidak terjadi apa apa pada Zhi Ruo.


Gubuk kayu yang sangat kotor dengan debu dan sarang laba laba dimana mana.


"Sebaiknya kau jangan macam macam denganku kaisar!!!" ancam Han Jian dari dalam kamar.


Qing Shan menendang pintu kayu kamar yang sudah reot itu, alangkah marahnya ia melihat Han Jian yang berdiri di samping Zhi Ruo,apalagi kaki kanannya di atas punggung Zhi Ruo yang tergeletak di bawah.


Kemarahan Qing Shan mencapai puncaknya, ia hendak maju,namun seketika mengurungkan niatnya ketika Han Jian menodongkan pisau kearah Zhi Ruo.


"Maju selangkah lagi maka pedang ini akan tertancap di punggung peemaisuri mu yang cantik ini"


Qing Shan mengepalkan tangannya, ia segera menjatuhkan pedangnya.


"Jangan sentuh dia!!!" bentaknya.


Han Jian tertawa dengan kencang.


"Hahahahaha... tenang saja kaisar... permaisurimu ini sudah babak belur.. aku tidak suka wanita yang tidak cantik lagi"


Qing Shan menahan amarahnya sampai menunggu saat yang tepat baginya untuk menyerang.


"Apa maumu?" tanya nya


Han Jian tersenyum kecil " Aku ? ... aku ingin seluruh dinasti Ming hancur... dan juga.. aku ingin membunuhmu tentunya.."


Dengan cepat Han Jian melompat kearah Qing Shan sambil mengayunkan pedang kearahnya.


"MATI SAJA KAU!!!"


Han Jian menebaskan pedangnya dan membuat dada Qing Shan tergores oleh pedangnya, namun dengan cepat Qing Shan memegangi lengan Han Jian lalu membanting Han Jian hanya dengan satu tangannya saja.


BRUAKKK...


Kepala Han Jian membentur lantai dengan sangat keras, Qing Shan menginjak tangan kanan Han Jian, mencegah pria itu mengayunkan pedangnya kembali.


"Yang Mulia Raja..."


Changyi menghampiri Qing Shan begitu tugasnya selesai.


"Bawa dia ke istana dan tinggalkan aku"


"Tapi Yang Mulia Raja... bukankah lebih aman kalau..."


Changyi menghentikan perkataannya ketika melihat Qing Shan duduk menunduk sambil memangku Zhi Ruo yang belum juga sadarkan diri.


Changyi merasa kasihan pada Zhi Ruo, iapun memilih pergi kembali ke istana meninggalkan Qing Shan dan Zhi Ruo.


Li Liang menghampiri Changyi yang baru saja keluar dari gubuk dengan wajah sedih.


"Changyi.. dimana ayah? bagaimana keadaan ibuku?"


Changyi menyentuh bahu Li Liang.


"Pangeran.... Yang Mulia Raja memerintahkan agar kita semua kembali ke istana"


Li Liang ingin protes, namun ia sadar bahwa itu akan sia sia saja karna itu adalah perintah dari Qing Shan.


Li Liang menghampiri Yelu yang sedang berbicara dengan tiga pria pengawalnya.


"Yelu"


"Pangeran Li Liang"


"Aku tidak bisa bicara sekarang karna aku harus segera kembali ke istana... emmm.. bisakah kau menemuiku nanti?"


"Maaf pangeran... saya harus kembali ke tempat saya, saya sudah berjanji"


"Kumohon... untuk terakhir kalinya"


"Baik pangeran... saya akan kesana nanti malam"


"Terimakasih"


Li Liang dan lainnya kembali ke istana membawa Han Jian dan A Guan.


Qing Shan membelai pipi Zhi Ruo yang membiru karna memar, dipandangnya wajah wanita dihadapannya yang terlihat kesakitan.


Qing Shan membelai rambut hitam Zhi Ruo yang tak panjang lagi.


"Maaf..maafkan aku"