GUIREN

GUIREN
Kerajaan



Yu Yan selesai merias wajah Zhi Ruo, sesuai keinginan Zhi Ruo riasannya tebal dengan bibir merah sesuai dengan warna gaun merah tipisnya, entah kenapa ia merasa gaun yang dipilih nyonya terlihat lebih terbuka dari sebelumnya.


Zhi Ruo duduk di sofa bawah tangga menunggu Qing Shan, ia juga memperhatikan setiap gerakan para wanita yang sedang menggoda lelaki lelaki didepannya.


Merasa muak melihat para lelaki yang haus akan wanita itu, Zhi Ruo segera berjalan menuju ruang khusus yang sudah disediakan oleh nyonya untuk Raja.


Zhi Ruo membuka pinta kayu yang bercorak bunga, tiba tiba seseorang menutup mulutnya dan mendorongnya masuk.


Zhi Ruo terjatuh di lantai kayu dan terdiam seketika melihat Fang De ayahnya memandanginya dengan tatapan kotor.


Zhi Ruo merangkak menjauhi Ayahnya yang dengan sigap menarik kaki Zhi Ruo.


''Jangan sentuh aku.. kau menjijikkan" bentak Zhi Ruo.


Fang De duduk diatas tubuh Zhi Ruo sambil memegangi kedua tangan Zhi Ruo.


"Ayolah.. kau itu anak angkatku, aku hanya menyukai tubuhmu, tubuh istriku sudah tidak enak lagi".


Fang De memaksa menciumi bibir Zhi Ruo, Zhi Ruo memberontak dan menggigit bibir Fang De hingga bibir bawahnya sobek dan berdarah.


Fang De menampar Zhi Ruo berulang ulang dan melayangkan kepalan tangannya ke pipi Zhi Ruo.


Fang De berhenti seketika ketika sebuah pedang berada disebelah wajahnya.Ia menoleh kebelakang dan segera berlutut ketakutan melihat Raja Qing Shan berada dibelakangnya mengancamnya dengan sebuah pedang.


"Yang Mulia Raja..."


"Cepat pergi atau aku akan memenggal kepalamu''


Fang De berlari keluar ketakutan, Qing Shan segera menggendong Zhi Ruo.


"Yang Mulia Raja, kenapa tidak langsung membunuh pria tadi saja" tanya Ma Chou.


"Aku ingin wanita ini sendiri yang membunuh pria itu... kau urus pembayarannya dengan nyonya Ru Shi.. aku kembali ke istana"


"Baik Yang Mulia Raja"


Qing Shan membaringkan Zhi Ruo yang pingsan ke tempat tidurnya, ia membersihkan wajah Zhi Ruo menggunakan air hangat.


Ia terpana akan kecantikan Zhi Ruo yang kecantikannya bahkan melebihi permaisurinya yang sudah meninggal.


Perlahan Zhi Ruo membuka matanya, merasakan sakit di pipinya.


"Yang Mulia Raja..."


"Apa kau merasa baikan?"


Zhi Ruo menyentuh pipinya yang sakit, air mata mengalir dipipinya.


"Dimana pria itu!!"


"Dia tidak ada disini, ini kerajaanku"


Qing Shan memeluk Zhi Ruo yang masih menangis.


"Yang Mulia Raja... tolong bunuh aku sekarang... aku membenci diriku sendiri.. aku sangat menjijikkan"


"Kau tidak menjijikkan... tenanglah... aku tidak akan membunuhmu.. aku akan membantumu membalaskan dendammu..."


Qing Shan membiarkan Zhi Ruo tertidur di ranjangnya yang bahkan permaisuri pun belum pernah tidur di ranjangnya. Qing Shan tidak mau ada yang berani tidur diranjangnya, ia memilih melakukan kewajibannya dikamar sang permaisuri atau selirnya.


Zhi Ruo membuka matanya, sinar matahari masuk dari jendela yang terbua tepat disebelah ranjang menyilaukan matanya.


Seorang pria duduk di sofa sambil memandangnya dengan senyuman yang mempesona.


"Yang Mulia Raja...."


"Kemarilah, pelayan sudah menyiapkan makanan"


Zhi Ruo duduk disebelah Qing Shan yang mengupaskan apel untuknya.


Zhi Ruo merasa sangat lapar ketika melihat bermacam macam makanan dimeja tersaji untuknya, tak terasa air mata mengalir dipipinya mengingat keluarga angkatnya yang hanya memberikan makanan sisa sepanjang hidupnya.


"Kenapa menangis? apa kau tidak suka dengan makanannya?"


"Tidak Yang Mulia Raja... hanya saja.. ini makanan mewah pertama saya selama hidup saya"


"Kalau begitu cepat habiskan"


Qing Shan keluar dari kamar meninggalkan Zhi Ruo agar wanita itu dapat makan dengan bebas.