
Beberapa hari berlalu dalam duka
Li Zicheng kembali ke dinastinya bersama sisa pasukannya.
Qing Shan sibuk dengan para mentri kerajaan, Zhi Ruo duduk di sofa kamarnya bersama Jia Li.
"Nona... Yang Mulia Raja nanti malam akan mengajak nona jalan jalan keluar, nanti malam ada perayaan lampion, akan banyak orang orang berjualan disana"
"Yaa.. aku ingin kau ikut juga bersamaku Jia Li"
"Hahaha... saya tidak akan mau walaupun Yang Mulia Raja mengijinkan, saya ingin nona menghabiskan malam romantis bersama Yang Mulia Raja"
Zhi Ruo tersenyum sambil mengacak acak rambut Jia Li.
"Sebaiknya aku mandi dulu"
Tok tok tok
Jia Li membuka pintu, ia terkejut akan kedatangan Qing Shan, Jia Li segera menunduk.
"Yang Mulia Raja"
"Dimana Zhi Ruo?''
"Nona sedang mandi Yang Mulia Raja"
Qing Shan memberikan sebuah hanfu merah muda kepada Jia Li.
"Katakan pada Zhi Ruo, nanti malam dia harus memakai hanfu ini, jangan yang lain, sisanya kau atur sendiri"
"Baik Yang Mulia Raja"
Qing Shan pergi kembali ke istana utama, Jia Li menutup pintu dengan mulut ternganga.
Ia tak percaya Qing Shan akan memberikan Zhi Ruo hanfu kesayangan milik mendiang ibunya.
Zhi Ruo selesai mandi, ia keluar dan mendapati Jia Li bertingkah aneh sambil memegang sebuah hanfu berwarna merah muda.
"Jia Li ?"
Jia Li melompat kegirangan, ia memeluk nonanya dengan riang.
"Nonaaa....Yang Mulia Raja ingin nona memakai hanfu ini untuk nanti malam"
Zhi Ruo mengambil hanfu ditangan Jia Li.
Hanfu yang terlihat indah berwarna merah muda dengan kombinasi putih bercorak bunga sakura.Dari modelnya terlihat sederhana namun tetap sangat indah.
"Nona.. hanfu ini milik mendiang ibu Yang Mulia Raja"
Zhi Ruo menoleh seketika "A... apa?"
"Nona... sepertinya Yang Mulia Raja sudah sangat mencintai nona"
Zhi Ruo tersenyum lembut sambil memeluk hanfu ditangannya.
"Kalau begitu, biarkan saya merawat nona agar terlihat cantik nanti malam"
Qing Shan berdiri di sebelah makam Ma Chou, ia menancapkan pedang milik Ma Chou didepan makamnya.
Tok Tok Tok
"Yang Mulia Raja... saya Zhi Ruo"
"Masuk saja"
Zhi Ruo membuka pintu, ia berjalan pelan karna malu akan penampilannya. Baru pertama kali ia memakai riasan dan hanfu berwarna merah muda yang bertolak belakang dengan favoritnya.
Qing Shan menghampiri Zhi Ruo yang terlihat malu malu, ia terdiam ditempatnya melihat Zhi Ruo yang sangat cantik dengan hanfu pemberiannya, Rambutnya dikepang dengan hiasan bunga menyempurnakan penampilannya.
Qing Shan mencium kening Zhi Ruo.
"Kau sangat cantik... ayo berangkat"
Qing Shan menggandeng tangan Zhi Ruo, mereka menaiki kuda biasa.
Sampai di kota Anhui, Qing Shan memakai cadarnya agar tidak ada orang yang mengenalinya. Zhi Ruo terpana dengan hiasan hiasan kota dengan lampu lampu lampion. Banyak orang berjualan disana.
Qing Shan menggandeng tangan Zhi Ruo.
"Apa ada sesuatu yang kau inginkan?"
"Umm..."
"Katakan saja.. tidak perlu sungkan"
Zhi Ruo menarik tangan Qing Shan, membawanya ke stan roti mantau kue favoritnya.
"Apa kau menyukainya?"
"Ya..ini makanan favorit saya"
"Kalau begitu beli semuanya saja"
"Ti..Tidak perlu Yang Mulia Raja, saya hanya memakan dua roti saja"
"Kenapa sedikit?"
"Karna masih banyak kue lainnya yang ingin saya coba"
"Baiklah"
Qing Shan menuruti apapun keinginan Zhi Ruo, dari mantau, bakpao,kue beras, bermain permainan permainan kecil yang menurutnya sangatlah mudah.
Setelah puas bermain, Qing Shan membawa Zhi Ruo ke tempat melepas lampion.
"Tunggu disini, aku akan membeli lampion disana"
"Baik Yang Mulia Raja"
Qing Shan meninggalkan Zhi Ruo yang terus mendongakkan kepalanya memandangi lampion lampion yang berterbangan.
"Yue Ying!!!" bentak seorang wanita dibelakangnya.
Zhi Ruo terkejut, sudah sangat lama ia tidak mendengar nama itu, ia menoleh kebelakang dan mendapati Yang Yiwei yang pernah menjadi ibu angkatnya sedang menatapnya tajam bersama kedua anaknya Fang Yin dan Fang Hua.