GUIREN

GUIREN
Pengawal



"Yelu..."


Yelu melindungi Qing Shan dari pria itu, ia berdiri dengan memegang pedang di tangan kanannya.Pria pembunuh itu terdiam sesaat lalu pergi begitu saja.


Yelu membungkuk "Yang Mulia Raja"


Liqin berlari menghampiri Qing Shan.


"Ayah baik baik saja?"


Qing Shan membelai rambut Liqin "Ya.. maaf ayah mendorongmu, apa kau terluka?"


"Tidak apa apa, aku baik baik saja"


Qing Shan menepuk pundak Yelu.


"Terimakasih sudah menolongku, siapa namamu dan dari mana kau berasal?"


Yelu tersenyum "Nama saya Yelu Yang Mulia Raja, saya berasal dari suku Manchu"


"Oh... pantas saja, suku Manchu memang selalu memakai anting anting besar seperti itu... lalu kau tinggal dimana sekarang ?"


"Saya berkelana, sementara ini saya berkeliling di kota Anhui"


Qing Shan berpikir sejenak "Mmm... kalau kau tidak keberatan, apa kau mau bekerja untukku?"


"Suatu kehormatan bagi saya bisa melayani Yang Mulia Raja"


Qing Shan tersenyum " Baiklah, kau boleh ikut aku ke istana"


"Baik Yang Mulia Raja"


Liqin yang masih mengenakan cadarnya hanya bisa diam agar Yelu tidak mengenalinya.


Qing Shan memberikan sekantong emas pada paman pemilik kedai lalu kembali ke istana bersama Liqin dan juga Yelu.


Sampai di istana, Li Liang menghampiri mereka.


"Ayah.."


"Li Liang, ini Yelu.. dia yang akan menjadi pengawal kalian berdua mulai saat ini"


Yelu membungkuk"Pangeran...senang bisa melayani anda"


Li Liang hanya terdiam, ia menatap dingin wajah Yelu yang tersenyum padanya.


Liqin menggandeng tangan Li Liang lalu menarik kakaknya pergi.


Qing Shan memerintahkan Changyi untuk mengantar Yelu ke kamarnya yang berada tak jauh dari kamar Li Liang dan Liqin.


Malam harinya


Liqin memakai cadarnya lalu membuka pintu kamarnya dengan pelan, ia menengok ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada Yelu diluar sana.


"Fyuhh.. aku aman"


Liqin membalikkan badannya.


Brukk..


Liqin mendongak, ia terkejut karna menabrak dada bidang Yelu yang tengah berdiri di hadapannya.


"Aw..."


"Tuan putri"sapa Yelu dengan senyum menawannya.


Wajah Liqin merona seketika "Y.. yelu.. ummm maaf aku tidak tau kau ada disini"


Yelu tertawa kecil "putri Liqin terlihat manis malam ini...seharusnya tuan putri tidak perlu menutupi wajah cantik itu"


Liqin menunduk malu lalu melepas cadarnya.


"Umm.. jadi kau sudah tau aku siapa"


"Maaf,awalnya saya tidak tau... tapi semenjak kejadian di kota Anhui waktu itu, saya terus mencari dan tidak dapat menemukan wanita yang bernama Liqin sampai Yang Mulia Raja mengenalkan tuan putri pada saya"


Liqin memainkan ujung rambutnya.


"Maaf sudah membohongimu, aku hanya tidak ingin ada orang luar yang mengenaliku"


"Tuan putri tidak perlu meminta maaf"


"Umm... dimana kakakku?"


"Pangeran sedang bersama Yang Mulia Raja, jadi saya kemari untuk menemani tuan putri"


Liqin bingung harus bagaimana, ia tidak pernah dekat dengan seorang pria selain Qing Shan, Li Liang dan Changyi sebelumnya.


Berbicara berdua dengan Yelu membuatnya gugup, terlebih lagi Yelu memang mempesona, wajahnya tampan dengan mata yang selalu menatapmu dengan lembut.


"K..kalau begitu... aku mau kekamar ibuku"


"Baik tuan putri"


Jarak kamarnya ke kamar Zhi Ruo tidaklah jauh, tapi entah mengapa Liqin merasa kamar ibunya sangat jauh karna canggung berjalan bersama Yelu.


Pria itu hanya mengikutinya dari belakang tanpa berbicara sedikit pun.


Liqin menghentikan langkahnya.


"A... aku sudah sampai... terimakasih telah mengantarku"


Yelu tersenyum "Baiklah, saya akan berada diluar jika tuan putri membutuhkan saya"


Liqin hanya mengangguk dan masuk kekamar Zhi Ruo.