Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
99. Ngidam



Joy membelalakkan matanya karena terkejut mendengar alasan yang baru saja dia dengar dari mulut suaminya sendiri.


“hamil?? Joy sedang hamil?” ulang joy sekali lagi untuk memastikan dia tidak salah mendengar apapun.


“iya sayangku, kamu saat ini sedang hamil, maka dari itu aku sangat menjagamu, kita melakukan medical check up saat pergi dan pulang, takut ada yang terjadi dengan baby kita” jelas Ray.


Joy terdiam dan mengerjabkan matanya beberapa kali, lalu tangannya langsung mengelus perutnya sendiri, “kok sayang gak kasih tau kalau joy udah hamil?” gerutu joy sedikit mellow.


Ray memeluk istrinya dari samping sambil mengelus elus bahu joy dan juga mencium kening istrinya, “maaf ya, uncle jojo yang minta seperti itu sayang, takutnya kamu langsung tiba tiba sakit jika tau kamu sedang hamil”


“Kok gitu?! Kan joy juga bakal hati hati kalau tau” gerutu joy.


“Iya uncle jojo memang gitu sayang” bukannya memberikan bantuan pada Johan, ray malah ikut mengompori Joy untuk marah pada Johan agar istrinya tidak marah padanya.


“Udah jangan marah lagi, kasian dedek bayinya, kita periksa dedek bayinya aja ya” sela mommy ay agar menantunya tidak marah pada Johan.


“hmmm mom, bisa ganti dokter cewek gak?” tanya ray sebelum johan sempat menempelkan jel pada perut joy.


“gak ada dokter yang paling bagus selain uncle, istri uncle sedang tidak ada di Indonesia sedang ada seminar di luar negri? Jadi kamu mau tetap sama uncle dokter terhebat di rumah sakit ini atau tukar dengan dokter lain?” tanya johan.


“Sia__” mulut Ray langsung dibekap oleh Joy karena pria itu hampir saja mengumpat kesal.


“jangan mengumpat, nanti dedek bayi nya dengar” ujar joy sebelum melepaskan bekapan mulut Ray.


“Benar itu, anak kalian walau belum sempurna tapi sudah bisa mendengar suara suara orang tuanya, jadi harus jaga ucapan” ujar Johan sambil mengulum senyumnya.


“Ya udah silahkan periksa” ujar ray pasrah.


Johan langsung senyum lebar begitu ray mengizinkan dirinya menyentuh istri ray, walau wajah pria itu terlihat sangat tidak senang. “dasar bapak sama anak sama aja” gumam Johan pelan. ‘Tapi masih mending ray, sementara Brian ancamannya selalu mengerikan’ batin johan.


“uncle cepat! Ray beri waktu hanya 5 menit, kalau enggak tangan uncle ray potong” ujar ray dengan senyum yang mengerikan.


“Waahhh Ray, emang copy an daddy brian, ini periksa atau enggak nih?” Johan langsung angkat tangan sebelum ray semakin mengamuk.


“yang~ udah deh, jangan cemburuan, orang dokternya udah punya istri dan anak ngapain dokter jojo ngelirik joy, jangan kekanakan yang” protes Joy.


“Iya iya, silahkan dokter periksa istri saya” ujar Ray pasrah.


Johan hanya bisa menahan dirinya untuk tidak marah karena joy memanggilnya jojo, sejak zamam ay, nama johan sudah berubah dan dia hanya bisa pasrah dengan panggilan itu.


.


Alat sudah ditempelka di perut Joy, semua orang sekarang fokus menatap layar yang menampilkan Rahim joy.


Mommy ay melihat ada dua titik di Rahim joy, dia dulu pernah punya anak kembar jadi sudah tau jika itu adalah kembar.


“Apa kembar?” pekik mommy ay.


“benar, menantu kamu sedang mengandung anak kembar” ucap johan mengiyakan ucapan yang baru saja mommy ay teriakkan.


“kembar dok??” tanya joy sekali lagi.


“Iya kembar, kalian lihat titik dua ini, kemungkinan kamu kembar dua” jelas dokter johan.


“Kesehatan ibu dan bayinya gimana dok?” tanya ray to the point.


“hmmm, untuk saat ini sehat, namun tetap harus dijaga ya, soalnya masih bulan bulan awal itu biasanya banyak ibu hamil yang keguguran, jadi tetap harus waspada, apa ada lagi yang mau di tanya?” ujar Johan.


“Ya ? apa yang mau kamu tanyakan joy?” tanya johan.


“apa, anak saya bisa lahir normal tanpa cacat dok? Saya dulu suka mabuk mabukkan dan merokok, apa berpengaruh dengan bayi saya yang sekarang?” tanya joy sedikit takut.


“sekarang udah gak pernah kan?” tanya dokter Johan.


Joy menggelengkan kepalanya, “sejak ray jadi bodyguard, udah gak pernah minum lagi”.


“ya udah gak apa apa, tapi hindari itu semua selama kehamilan, joy juga harus banyak makanan bergizi agar tetap sehat, jangan terlalu di pikirkan tentang itu, pokoknya mulai sekarang harus hidup sehat biar bisa aman sampai kelahiran tiba” jelas Johan.


“Iya sayang jangan di pikirkan itu, dulu oma nya ray juga suka mabuk mabukkan, tapi mommy tetap lahir sehat dan cantikkan?” canda mommy ay.


“Cuma ada satu masalah aja” sela johan.


“apa itu dok?” tanya Mommy ay dan joy serentak.


“kamu hamilnya barengan sama sahabat sahabatmu, gimana jadinya kalau kalian melahirkannya serentak, alat alat rumah sakit ini tidak cukup untuk menangani 4 ibu hamil yang melahirkan sekaligus, maksimal 3 dan itu sudah terlalu dipaksakan, kalau empat sekaligus bisa K.O ni rumah sakit” kekeh johan.


“di oper ke rumah sakit yang lain aja uncle, nanti biar ray bantu perbesar rumah sakit yang kedua” ujar Ray dengan santai.


“Nahh! Gitu baru ini anak brian yang kaya luar biasa, di tunggu sumbangan untuk rumah sakit uncle yang kedua” canda Johan.


...🍊🍊🍊🍊🍊...


Beberapa hari setelah cek kehamilan, Joy, Sonia, icha dan nanda sedang ada di salah satu tempat makan di mall, entah kenapa mereka berempat ngidam pengen makan iga bakar yang ada di salah satu mall yang dulu sering mereka datangi.


Keempatnya tampak bahagia ketika melihat menu iga bakar madu yang berjejer beberapa piring di hadapan mereka.


“Makan sayang, jangan dilihatin aja” ujar Ray.


Joy sejak tadi terus melihat sambil menelan salivanya, begitu juga dengan ketiga sahabatnya.


“Tapi ini banyak, nanti kalau gendut habis makan ini gimana yang?” lirih joy.


‘cup’ Ray mengecup pipi istrinya lalu tertawa kecil, “makin menggemaskan dan imut kalau gendut, aku makin cinta, jadi makan aja jangan dipikirkan” ujar Ray.


“Kamu juga jangan bilang takut gendut yang” ujar Melvin.


“iya” jawab nanda dengan polos.


“makan aja sayang, kalau takut takut nanti dedek bayinya gak ada gizi, jadi makan aja, aku gak bakal liat cewek lain janji” ujar Melvin.


“kamu juga makan yang, udah dengar nasehat mama kan? jangan dipikirkan sekarang dedek bayi perlu asupan makanan, nanti kita bisa olahraga berdua biar bisa kurus lagi” bujuk jay.


Jack mengambil satu buah iga dan mengarahkan pada bibir istrinya, “makan sayang, jangan dilihatin aja, jangan berpikir takut gendut, biasa ibu hamil gendut, kalau perlu aku juga ikutan gendut biar kita jadi pasangan gendut berdua” ujar jack.


Setelah mendengar nasehat para suami, baru keempat orang itu mau makan dengan lahap, mereka tidak perlu malu bakal dilihat orang lain karena satu tempat makan itu sudah di pesan oleh Ray selama beberapa jam khusus untuk mereka saja, Ray juga tidak menggunakan masker karena tidak ada orang lain di sana.


Namun ketentraman mereka berakhir karena suara cempreng musuh bebuyutan joy. Siapa lagi kalau bukan Ruby.


“Joyyy!” pekik Ruby dari depan pintu masuk restoran.


...🍊🍊🍊🍊🍊...