
Ray masih mendengarkan alasan kenapa Joy tidak mau belajar beladiri dia yakin anak yang suka balapan liar atau pergi ke klub paling tidak tau cara membela diri tapi joy tidak bisa sama sekali.
“Apa Nyonya besar selalu mengatur hidupmu?” tanya Ray penasaran.
Joy mengangguk anggukkan kepalanya, “Hidupku seperti boneka barbie milik mommy, semuanya diatur oleh mommy, karena mommy tidak mau putrinya kalah dari mendiang kakak ku, Kakak sangat cantik dan sangat sempurna, semua orang selalu memuji kehebatan kakak, tapi sayang karena sebuah penculikan kakak harus meregang nyawanya, setelah kakak tiada mommy semakin berambisi untuk menjadikanku lebih sempurna lagi, karena kakak yang menjadi penghalangku sudah tiada, dia mengatur semua kehidupanku, dapat kamu liat sendiri dari jadwal hidup yang mommy buat, bahkan makan pun di atur, tidak boleh makan yang banyak mengandung kacang, padahal aku sangat suka kacang, tidak boleh ini tidak boleh itu” ungkap Joy.
“Apa nyonya besar sudah menentukan siapa yang akan menjadi calon suamimu?” tanya Ray lagi.
Joy tertawa kecil mendengar ucapan Ray, “benar banget, mungkin jika saatnya tiba aku sudah ada di sisi orang lain, karena hidupku hanya sebuah mainan boneka bagi mommy” suara joy memang terdengar seperti tertawa tapi raut wajah gadis itu tampak terluka.
“Jika itu terjadi apakah kamu mau lari dari nyonya besar?” tanya Ray, kini pria itu menggenggam tangan Joy dengan erat berharap jawabannya adalah iya.
Joy menatap lekat mata Ray, “maaf Ray, aku tidak bisa membantah mommy, tanpa dia aku tidak ada di dunia ini, dua kali dia bertarung hidup dan mati untuk menyelamatkanku, pertama saat melahirkan ku, yang mengakibatkan dia tidak bisa hamil lagi, yang kedua saat kasus penculikan, dulu aku pernah sekali diculik bersama mommy, dan dia melindungi ku hingga membuat mommy harus koma beberapa hari, jadi se benci bencinya aku pada mommy, aku tidak bisa membantah keinginannya” lirih Joy dengan mata yang sedikit berair.
“Walau kamu mencintai seseorang? Kamu tetap mengikuti keinginan nyonya besar?” Ray kembali bertanya untuk memastikan ucapan Joy sekali lagi.
“bisakah kamu mengatakan seperti apa arti cinta itu padaku? Aku tidak pernah tau apa itu cinta, cinta yang aku kenal selalu berakhir dengan kebencian dan perpisahan, saling membenci tapi tetap bertahan saling menyakiti, apa itu cinta? Benarkah bisa bertahan selamanya? Atau hanya sesaat? Aku tidak tau ray aku tidak bisa menjawabnya” ucap joy sendu.
Mendengar ucapan Joy, Ray menjadi terdiam, hatinya sakit namun Ray tidak ingin kehilangan gadis yang ada disisinya saat ini, “Nona bolehkah saya mengajari nona cara mencintai seseorang?”
“Hmm?” Joy menoleh untuk melihat mata Ray.
“Aku akan membuat nona mencintaiku dan tidak ingin berpisah dariku” ujar Ray penuh tekad.
“Silahkan, aku tidak akan melarangnya” ujar Joy.
Ray ingin langsung mencium bibir joy namun sayang saat ini mereka sedang berada di taman jadi Ray membatalkan niatnya.
.
Hingga malam hari, joy masih bermain bersama anak anak jalanan, perlahan satu persatu anak anak jalanan itu mulai pergi pulang ke rumah mereka masing masing.
“ray, besok besok kita kesini lagi ya?” ujar Joy yang sedang mengelus kucing yang kebetulan ada di sana.
“Boleh, kapanpun nona mau akan saya temani” ujar ray.
“Ray suka kucing?” tanya Joy secara random.
“Saya mempunyai peliharaan kucing besar di rumah orang tua saya” jawab Ray.
Kepala Joy langsung menoleh, melihat kearah Ray, “kapan kapan ajak aku bertemu dengan kucingmu” ujar joy semangat, dia memang sangat menyukai kucing tapi sayang mommy yuni membenci hewan jadi joy dilarang memelihara apapun itu.
“Tidak hanya bertemu dengan kucing saya, saya juga akan memperkenalkan nona dengan kedua orang tua saya” ucap Ray.
“benarkah? Kapan itu?”
“saat nona sudah benar benar jatuh cinta pada saya” ujar Ray.
Ray mendekatkan wajahnya pada Joy dan kini wajah mereka hanya berjarak satu jengkal, “karena saya adalah Raynarld, apapun itu akan saya dapatkan dengan usaha saya, tunggu saja nona akan segera masuk ke dalam pelukan saya” kata Ray penuh percaya diri.
...🍎🍎🍎🍎🍎...
Ujian sekolah Joy akhirnya berakhir, Joy dan ke tiga temannya tampak senang dan bersorak bahagia telah melewati masa masa SMA mereka bersama sama, mereka juga akan masuk ke kampus yang sama, dimana tempat para anak anak orang kaya berada dan mempelajari bisnis, bukan hanya joy dan teman temannya, ruby, aldo dan risky juga masuk di kampus yang sama.
Joy melangkah riang mau mendekati parkiran mobil dimana Ray dan Melvin menunggunya di sana, hari ini Ray berjanji akan mengajarinya ilmu bela diri, dan pria itu sudah berjanji padanya.
...🍍Flasback On🍍...
“Ray, jadi kamu mau mengajariku belajar ilmu beladiri?” tanya Joy yang sedang bersandar pada bahu Ray, saat ini mereka sedang berada dalam perjalanan pulang.
“Apakah nona sangat ingin?”
“iya, sangat!” tekan Joy.
Ray mengangguk, “baiklah, tapi jangan pernah berhenti di tengah jalan atau mengeluh capek, saya tidak akan mengajarkan satu, tapi berbagai macam ilmu beladiri sampai cara menggunakan senjata, nona tidak bisa memilih, karena saya bukan guru yang baik”.
Joy sempat berpikir sebentar lalu mengangguk anggukkan kepalanya, “Baik, master” jawab Joy sambil tersenyum manis pada ray.
“kita belajar setelah nona selesai ujian Uas” ujar Ray.
“baik master, tapi master jangan sampai mommy tau ya” ujar Joy.
“Tidak akan, memang saya pernah membuat nona di hukum? Jadi nona harus siap siap menerima pembelajaran saya setelah ujian” ujar Ray.
“baik master” ujar joy lagi, gadis itu terlihat sangat gembira keinginannya belajar beladiri sudah dikabulkan oleh ray.
Ray yang dipanggil master berkali kali langsung tertawa dia mendekatkan wajahnya pada telinga Joy, “sampai rumah akan saya cium nona, habisnya nona sangat menggemaskan” bisik Ray.
“Ck, dasar bodyguard mesum” dengus Joy, tapi bibir gadis itu mengulum senyuman.
...🍍Flashback Off🍍...
Belum sempat Joy sampai di mobil, tangan gadis itu ditarik secara mendadak oleh Seseorang, Joy sedikit terkejut namun genggaman tangan orang itu pada tangan joy tidak bisa joy lepaskan karena sangat kuat dan tenaga joy tidak sekuat itu.
“Aldo lepasin tangan gue!” teriak Joy kesal sambil memukul mukul lengan Aldo dengan sebelah tangannya yang tidak di pegang aldo.
Ya pria yang membawa joy adalah Aldo, selama beberapa hari ini pesan pria itu tidak bisa masuk ke dalam ponsel Joy, dia juga tidak bisa menghubungi joy, karena kesal aldo akhirnya menarik Joy agar bisa berbicara dengannya.
...🍓🍓🍓🍓🍓...
bonus pict