Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
66. Salah Sangka



Mami Syntia yang di bentak secara mendadak di depan orang orang jadi terdiam dan tidak lagi mengucapkan sepatah katapun untuk membantah papi steve.


“Saya menyetujui kemauan putri saya, selama ini saya kurang memberikan kasih sayang padanya, saya mohon gantikan saya dan istri dalam memberikan kasih sayang pada putri saya, tolong sayangi dan lindungi dia seperti anak kalian sendiri, saya menyerahkan semua keputusan di tangan joy, dan saya berjanji tidak akan memperdagangkan putri saya lagi” ujar papi steve lagi.


“baiklah pak steve, urusan pernikahannya biar saya dan keluarga yang mengurusnya, pak steve terima beres saja, dan karena joy tidak ingin diberikan hadiah apapun kami akan menghargai semua keputusan joy bukan karena kami tidak mampu, tapi kami tidak ingin joy merasa dijual oleh keluarganya” ujar daddy brian.


“Joy~ kemari” mommy Ay merentangkan tangannya meminta pelukan dari gadis itu, dengan perlahan joy mendekat dan memeluk mommy Ay, “jangan nangis gitu, siapa yang bilang kamu barang dagangan? Biar mommy pukul dia sampai babak belur, mommy dan ray merasa sangat beruntung bisa mendapatkan joy, kamu itu adalah gadis paling istimewa yang bisa membuat putra mommy jatuh cinta” mommy ay mencolek gemas hidung joy membuat gadis itu tertawa kecil.


“benar banget, tapi daddy yang kasian sama joy, dapat raja singa seperti itu, kalau joy mau papi bisa tawari Deva, Dava atau Davi?” celetuk daddy brian.


“DADDY~” peringatan pertama dari Ray, yang baru saja mendengar ucapan daddy brian.


“Liat itu singa nya mulai mengaum” ledek daddy brian.


Papi steve menatap sendu pemandangan dihadapannya, dimana joy sedang tertawa bersama keluarga barunya, sementara mami syntia tampak iri melihat kedekatan joy dengan calon mertua nya.


...🥭🥭🥭🥭🥭...


“Nia! Icha! Udah lama gak ke sini? Mana teman kalian yang dua lagi?” sapa Rizky begitu melihat Sonia dan Icha datang ke klub.


“nanda lagi gak mau, kalau joy lagi sibuk mempersiapkan pernikahannya” jawab icha sengaja dengan nada yang kuat agar Aldo yang ada di belakang Rizky juga mendengar ucapannya.


“nikah? Beneran ini?” tanya risky, dia cepat cepat duduk di dekat Sonia dan Icha, diikuti dengan Aldo.


“beneran nikah paling bentar lagi kalian juga dapat undangannya” ujar Icha lagi.


Aldo mengepalkan tangannya kesal, berpikir karena Elard berhasil memperkosa gadis itu jadi joy secepatnya di nikahkan dengan Elard, padahal sejak kemarin mereka masih belum bisa menemui Elard, entah karena Elard bersenang senang pikir Aldo.


“Sama siapa? Kok terburu buru nikahnya?” tanya rizki sedikit mendesak.


“ya sama tunangannya yang kemarin, sama siapa lagi kalau gak sama dia? Dan kenapa terburu buru mana kami tau, itu kan urusan mereka kenapa cepat nikahnya” jelas Icha sedikit emosi.


“beneran itu? Apa jangan jangan terpaksa dinikahkan cepat karena joy diperkosa” celetuk risky sedikit mengejek.


“Diperkosa? Siapa yang di perkosa?” Tiba tiba Ruby muncul dan ikutan berbicara dengan teman teman kelasnya.


Icha dan Sonia menatap Rizky dengan wajah marah, “Lo kalau ngomong bisa gak di jaga! Joy emang hampir diculik tapi penculikan itu gagal, dan karena itu joy menikah lebih cepat dengan tunangannya biar dia tidak bisa di ganggu oleh orang orang seperti kalian” Amuk Sonia.


“Iya kan gue Cuma nebak, kasian loh itu cowok dapat sisa dia kan seorang pangeran harusnya mendapatkan wanita yang sangat sempurna dan seperti seorang putri bukan wanita yang nakal seperti joy” ujar Rizky.


Ruby mengangguk anggukkan kepalanya, “itu benar banget, joy kan bukan gadis yang baik, kerjaannya cuma mabuk mabukan, memang sih dia pintar dan keluarganya terhormat tap ikan dia gadis malam yang suka berfoya foya dan dugem tiap hari, kasian banget keluarga marcello kalau dapat wanita seperti joy”.


“Kalian terlalu memandang rendah joy, dia bukan wanita seperti kami berdua, kami memang rusak, tapi joy dan nanda sahabat kami itu masih suci, mereka masih polos, bahkan kemarin nanda ditawarkan menikah dengan salah satu adik dari Raynald, mommy ay itu baik banget dan asik di ajak berbicara” ujar Icha berusaha membuat iri Ruby.


“APA! Kok bisa? Bagaimana kalian bisa ketemu dengan orang tua Kak Dava?” pekik Ruby panik, dia selalu mencari cara untuk mendekati mommy ay tapi tidak bisa ketemu kalaupun ketemu tidak bisa mendekat. Mommy ay selalu di jaga dan di kawal oleh banyak orang ketika jalan jalan keluar, Ruby sudah mendatangi semua tempat yang sering di datangi mommy ay, hanya untuk mendekati wanita itu tapi sayang dia tidak bisa mendekat sedikitpun, bukan hanya dia masih banyak wanita yang seperti dia berusaha mendekati mommy ay seperti itu tapi tidak ada yang berhasil.


“Bisa dong! Kan joy adalah calon menantu mommy ay, kami ini sahabat sahabat joy, jadi kami bisa ketemu sama mommy ay” ujar Sonia dengan nada mengejek.


Ruby cepat cepat menarik tangan Sonia dan menggenggam nya, “Nia gue juga teman elo kan, please pertemukan gue sama joy, gue mau minta maaf dengan dia, kita dulukan teman” ucap Ruby memohon.


Sonia menghempaskan tangan Ruby dari tangannya, “Ciihhh kalau ada maunya lo anggap dia teman, jangan berani berani nya sok dekat dengan joy saat acara pernikahannya, atau gue akan bilang ke mommy ay tentang tingkah laku lo selama ini ke joy, dan tentang lo yang sudah gak suci lagi” ancam Sonia pada Ruby.


“apa maksud lo! Gue masih suci!” elak ruby kesal.


Sonia dan icha sama sama tertawa keras, “dulu elo emang suci tapi sayang, lo sekarang udah gak suci lagi, jangan kira kami tidak tau ruby, kami ini pakarnya yang begituan, dari cara elo jalan kami udah tau lo udah di pakai sama orang, tapi siapa yang pakai lo gue gak tau, sebaiknya kalau lo mau dapat cowok baik baik lo ke arab sana, operasi keperawanan ulang” sindir Sonia.


“benar banget, gue dengar ada operasi itu, walaupun mahal, tapi cowok seperti kak dava atau siapa yang sedang lo incar hanya ingin wanita yang suci, lo bisa dibuang kalau ketahuan udah ke virgin” tambah Icha sambil tertawa keras.


“Sialan! Gue_”


“jangan sok marah marah, mending lo ikuti aja ucapan kami, jangan sok jadi gadis polos, lo gak cocok jadi seperti itu” potong Sonia, “ayo cha, gue mau cari cowok gue” ajak Sonia pada icha.


“Bye bye, semangat ya buat operasi keperawanannya” ledek icha sebelum pergi.


Ruby mengepalkan tangannya kesal dia menatap aldo marah.


“apa?!” tanya aldo menantang.


“semua gara gara elo!” umpat ruby sebelum pergi dari sana meninggalkan aldo dan Rizky.


“lah elo yang mau! Kenapa gue yang disalahkan” balas aldo acuh.


...🍍🍍🍍🍍🍍...