Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
46. Belajar Beladiri



Joy menatap ruangan yang cukup besar dimana Ray membawanya ke sana, seperti permintaan Joy, Ray berjanji akan mengajarkan gadis itu tentang ilmu beladiri.


Sudah beberapa hari berlalu setelah pengumuman pertunangannya dengan ray yang akan dilangsungkan 2 tahun lagi, joy mulai merasa lega karena dia masih diberikan kesempatan untuk berpikir dengan panjang. Gadis itu juga mulai bisa menikmati kehidupannya seperti biasa tidak seperti saat pertama kali mendengar pernyataan kalau dia akan di tunang kan dengan Ray.


Ray terlihat keluar dari ruang ganti sudah lengkap dengan pakaian putih serta sabuk hitam, Pria itu terlihat sangat mempesona lebih tampan dari biasanya. Bahkan Joy sampai terdiam menatap ray yang berjalan mendekatinya.


“terpesona denganku? Nona joy?” goda Ray sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Jangan bercanda Ray, sekarang kita serius ini! kita harus ngapain sekarang” omel Joy.


Ray mengulum senyumnya dan mendekati joy, “yakin nona mau saya serius, kalau saya serius nona gak bakal bisa mengikuti saya, nona akan kelelahan” gumam Ray, sambil mencium sekilas bibir joy.


Mata Joy langsung menyipit sinis pada Ray, “Ray! bisa serius gak sih” omel Joy, karena ray sejak tadi hanya mengganggunya.


Ray tertawa kecil, “baiklah baik, sekarang pemanasan dulu nona, ayo renggangkan tangan anda nona” ujar Ray sambil merenggangkan tangannya dan melihat ke arah Joy, gadis itu mengikuti apa yang dilakukan Ray.


Ray mulai menghitung dan berganti ganti gaya dalam melakukan pemanasan.


“Ray tempat ini besar, tapi kok gak ada yang Latihan di sini?” celetuk Joy tiba tiba.


“Saya sudah meminjam tempat ini nona” ujar Ray. Mereka berdua memang sedang Latihan beladiri di gedung milik opa deon, dimana tempat para bodyguard Opa Deon melakukan latihan, dan berlatih sebelum di tugaskan ke luar.


“Kok bisa?” tanya Joy kebingungan.


“Bisa saja, soalnya nona adalah pelanggan VIP, jadi nona bisa datang kesini kapan aja tanpa ada gangguan dari karyawan yang ada di sini” ujar Ray. Padahal sebenarnya tidak ada yang berani mengganggu ray karena dia adalah salah satu bos yang tidak bisa diganggu.


“beneran boleh kan? Bukan karena Ray mengancam?” selidik Joy, gadis itu mulai bisa merasakan sifat Ray yang bossy, dan mudah naik darah.


“Posisi saya hanya bodyguard VIP nona, bagaimana saya bisa mengancam?” ujar ray berusaha menutupi jati dirinya dengan senyuman.


“Ray tidak terlihat seperti bodyguard” gumam Joy tanpa sadar.


Ray mengulum senyumnya mendengar gumaman joy yang pelan tapi dia masih bisa mendengar suara gadis itu karena berada di ruangan yang besar hanya mereka berdua, selain suara mereka berdua tidak ada suara lain yang mengganggu percakapan mereka.


Ray mendekat kea rah Joy, memiringkan kepalanya dan sedikit menunduk melihat wajah Joy yang tingginya masih dibawa Ray, “Kalau saya tidak terlihat sebagai bodyguard jadi saya terlihat sebagai apa di mata nona?” tanya Ray.


“Seorang tuan muda dari keluarga kaya raya, tapi sayang wajahmu tidak cocok dengan pekerjaanmu” ujar joy jujur.


“Apa nona tertarik dengan wajah saya?” tanya Ray to the point, dia bukan tidak suka dengan Joy yang tertarik hanya pada wajahnya tapi Ray senang karena Joy bisa tertarik padanya walau itu karena kekayaan atau karena ketampanannya yang penting dia bisa mendapatkan Joy dengan alasan itu, Ray akan menjadi sangat tampan dan mempesona agar bisa menarik perhatian orang yang dia suka.


Ray juga akan mengeluarkan lebih banyak uang untuk sekedar mendapatkan hati gadis yang dia ingin dapatkan, se fanatik itu Ray jika sudah menyukai seseorang, selama ini, bagi Ray yang paling berharga adalah keluarganya, ini pertama kalinya dia jatuh cinta pada seorang gadis, memang hanya dari wajah gadis itu, tapi Ray Yakini tidak ada gadis manapun yang bisa mendapatkan perhatiannya seperti Joy, padahal joy bukan gadis baik baik, dia merokok, mabuk mabukan, suka buat onar entah kenapa Ray begitu tertarik pada Joy, beruntung yang membuat Ray tergila gila adalah gadis seperti Joy, bukan gadis lain seperti ruby atau Sonia, Ray adalah pria yang tidak peduli dengan kejahatan yang dilakukan oleh pasangannya atau keluarganya, dia sudah banyak membunuh orang bahkan saat dia berumur 15 tahun, baginya pembunuhan itu biasa, selama nalar dia mengatakan begitu.


Ray tidak peduli Joy membunuh, joy mabuk mabukkan dia akan membenarkan kelakuan gadis itu, se fanatik itu Ray jika dia jatuh cinta, sudah puluhan kali mommy ay mencoba memperkenalkan dia dengan berbagai macam wanita, tidak ada satupun yang berhasil menarik perhatiannya, bahkan dari para wanita yang di perkenalkan dengan Ray, ada yang lebih cantik dari joy bahkan lebih sexy dari joy, tetap Ray tidak tertarik. Dari wanita bule hingga wanita asia dengan berbagai macam kecantikan di tawarkan pada Ray, tetap saja pria itu setia dengan status single nya.


“Iya, wajah mu tampan, kamu cocok jadi boyband atau actor, pekerjaan seperti ini tidak cocok denganmu” ujar joy dengan sangat jujur, dia hanya menyampaikan apa yang sedang dia pikirkan.


Ray menggelengkan kepalanya, “saya tidak mau jadi actor atau boyband, saya hanya mau ada di dekat nona” ujar ray.


“Gombal” gerutu Joy, pipi gadis itu sudah bersemu merah. “ini cuma pemanasan aja, gak ada yang lain??” tanya joy lagi.


“Udah panas belum? Badan nona” tanya Ray.


“Ahh? Maksudnya?” sontak Joy terkejut.


“nona jangan bikin saya oleng, jangan mancing mancing nona” goda Ray.


“Ray duluan yang mulai! Panas apaan? Mana joy ngerti” gerutu joy dengan wajah yang memerah seperti buah tomat matang.


Ray tertawa kecil, “Saya bercanda nona, ayo saya ajarkan cara membanting”


“membanting?? Ini bela diri atau apaan?” protes Joy.


“Serius nona, nona harus bisa membanting saya, bisa aja ada pria yang mencoba memeluk nona jadi nona harus pandai cara membanting nya” ujar Ray.


“baiklah ayo ajarkan” ujar Joy sudah siap siap.


Ray mulai mengajarkan kuda kuda pada Joy, setelah itu dia mengajarkan bagaimana cara membanting seorang yang berbadan besar dari joy.


“Sudah mengerti nona?” Tanya Ray setelah beberapa kali dia membanting joy dan membuat gadis itu terbaring di matras.


“Sudah! Pergi dari hadapanku ray!” gerutu joy.


Ray mulai tegak diikuti oleh Joy, “sekarang nona yang harus membuat saya jatuh seperti nona tadi” ujar Ray.


“Serius ini?” tanya Joy.


“Serius, seperti cara yang saya ajarkan tadi” ujar Ray.


...🍆🍆🍆🍆🍆...


bonus pict