
‘Brak’ terdengar bunyi yang sangat kencang akibat Melvin sengaja menjatuhkan mobil nya ke dalam jurang, memang tidak terlalu tinggi, tapi dibawahnya banyak pepohonan dan Melvin berhasil memacu mobil hingga tidak terlihat oleh penguntit mereka.
Ray takut ketahuan mereka lompat dari mobil sebelum mobil itu jatuh ke jurang, makanya dia menyuruh Melvin melaju dan menghilang dari pandangan penguntit itu.
Sebelum mobil terjatuh ke dalam jurang, Melvin dan Ray sudah melompat dari mobil, tentu saja ray memeluk joy layaknya boneka yang sudah dia tutupi sejak awal.
‘Brak’ bunyi benturan keras kembali terdengar, itu adalah bunyi punggung Ray yang bertabrakan dengan pembatas jalan. Joy masih dalam dekapannya tubuh gadis itu sedikit bergetar karena ketakutan, joy tidak terluka mungkin hanya lecet sedikit pada bagian kaki.
“Bos!!” teriak Melvin untuk menyadarkan Ray yang hampir pingsan.
Ray bergerak cepat dan meluncur turun menggunakan sisi jurang bersama Melvin menuju hutan.
‘DUUAAARRRR!!!’ mobil yang Melvin kendarai sudah bertabrakan dengan pohon dan baru saja meledak.
“AAkkkhhh!!” pekik Ray tertahan saat merasa bajunya baru saja robek bersama dagingnya, mereka bertiga telah sampai di bawah dalam keadaan masih hidup, jika dikatakan selamat itu tidak mungkin karena ray terluka sedangkan Melvin dan joy lecet lecet, sudah dikatakan Ray dan Melvin sering melarikan diri dengan menjadikan jurang sebagai jalur pelarian, jadi mereka sudah terbiasa meloncat ke dalam jurang.
Jadi jangan tanya kenapa Melvin hanya lecet sedikit, namun tentang ray yang terluka karena dia membawa joy, bahaya dua kali lebih besar dan tingkat kesulitan dua kali lebih susah dari biasanya.
“Ray! Ray!” teriak Melvin dengan suara pelan dan mengguncang badan Ray, takut orang orang yang ada di atas jurang mendengar suara mereka.
“RA__” Melvin langsung menutup mulut joy ketika gadis itu mulai membuka jaket yang melindunginya dan melihat Ray yang sudah memejamkan mata, darah segar mulai keluar dari bagian punggung Ray yang terluka.
“Tolong jangan berteriak, mereka yang ada di atas bisa tau kita selamat” Melvin memberi peringatan pada joy agar gadis itu tidak.
Walau bingung dengan cara bicara Melvin dan sikapnya, Joy tetap mengangguk pelan menjawab ucapan Melvin. Setelah itu Melvin baru membuka bekapan tangannya dari mulut Joy.
Mata Melvin melirik ke arah atas, dimana di atas jurang tampak 2 mobil hitam berhenti tepat dimana tempat Ray dan Melvin terjun. Melvin menarik badan Ray agar tertutupi pohon dan dahan dahan pohon. Setelah itu dia menyobek baju yang joy kenakan untuk menutupi kepala hingga pinggangnya dan mengikatnya pada luka Ray agar tidak terbuka lebar dan darah tidak terlalu keluar banyak.
“Nona disini aja dulu, saya akan mengecek situasi” bisik Melvin.
Joy mengangguk sekali lagi sambil terisak kecil, gadis itu menutup mulutnya sendiri takut suara isak kan nya terdengar sampai ke atas jurang.
“Hiks ray~” lirih joy dengan suara tertahan.
Tidak lama Ray memejamkan matanya, perlahan Ray membuka mata dan tangannya bergerak mengelus pipi joy, “Don’t cry, I’m ok” ujar Ray pelan sambil berusaha duduk.
Joy sedikit terkejut saat melihat ray membuka mata dan menyentuh pipinya, untung saja dia bisa menahan diri untuk tidak berteriak, “Ra-ray Ta-tapi da-darah Ray, ray ber-darah!” lirih joy, air mata sudah jatuh membasahi pipinya keadaan gadis itu juga terlihat sangat kacau.
“Tidak apa ini hanya luka kecil kemarilah” Ray mendekap joy membiarkan gadis itu menangis di dadanya, walau saat ini punggungnya terasa sangat perih dan sakit, dia memejamkan mata berusaha menahan sakit yang menjalar dari punggung karena bergerak.
.
Tidak lama Melvin mengintip para pria yang mengikutinya, pria itu kembali lagi ketempat dimana Ray dan Joy berada. Ray memang pingsan sebentar tapi dia sudah sadar saat Melvin sudah ada di dekatnya.
“Siapa mereka?” tanya Ray dingin, dia masih memeluk joy dan berusaha menenangkan gadis itu.
Ray mengangguk pelan, dan berusaha melepas pelukannya dari Joy. “Dengar, ini tidak apa, sebentar lagi bantuan akan datang, jadi kamu gak boleh takut, aku akan selalu melindungi mu” ujar Ray penuh keyakinan.
Joy hanya menganggukkan kepalanya dia masih ketakutan dan menangis tidak bisa berbicara apa apa lagi.
“Luka mu harus diikat lebih kencang, darahnya semakin banyak keluar Ray” ujar Melvin.
Ray mengangguk membuka baju yang dia kenakan dan membiarkan Melvin melakukan tugasnya.
Joy sedikit terkejut saat melihat tubuh bagian atas Ray yang tidak mengenakan apapun, banyak bekas luka dan ada tato naga di bagian punggung Ray, ini adalah yang pertama kalinya joy melihat itu, dia hanya menutup mulut berusaha menahan diri untuk tidak berteriak melihat bekas sayatan besar yang ada di perut Ray.
Ray mengerti arti tatapan joy, dia tersenyum tanpa suara memberikan kode bahwa dia baik baik saja. Tubuh Ray sedikit tersentak saat tangan halus joy menyentuh bekas luka yang di dapatkan Ray.
“apakah sakit? Siapa yang ray lindungi? Apa sesusah itu menjadi bodyguard?” joy memberondong Ray dengan berbagai pertanyaan dalam benaknya. Gadis itu masih berpikir Ray adalah seorang bodyguard asli, padahal kenyataannya semua itu terjadi karena Ray berperang melawan mafia dan orang yang berusaha mencelakai keluarganya.
“Mel, tolong tinggalkan kami berdua, cepat cari bantuan, aku akan mengatakan semuanya pada dia” ujar Ray serius. Joy menatap Ray bingung sementara Melvin mengangguk dan segera mencari bantuan dari markas pusat.
“Ada apa ini? Mengatakan apa?” tanya joy heran.
“kemari lah joy, aku akan mengatakan semuanya” ray menepuk tempat duduk di antara pahanya, dia ingin memeluk joy dari belakang.
Walau takut dan bingung joy tetap mematuhi ucapan Ray, dia duduk dan menyandarkan badannya pada tubuh Ray. “Apa sudah tidak sakit?” tanya joy, dia sedikit khawatir melihat wajah Ray yang pucat.
“Tidak apa” balas Ray.
“Mau mengatakan apa?” tanya Joy yang mulai penasaran.
“Berjanjilah jangan pernah lari dariku, setelah aku mengatakan semua rahasiaku” pinta Ray sambil sesekali mencium puncak kepala joy.
“rahasia? Ray berbohong padaku?” tanya joy pelan, masih terdengar santai.
“Iya, tapi jika aku mengatakannya, kamu harus mendengar semua alasan dan cerita yang akan aku ceritakan, tidak boleh lari ataupun menjauh dariku, mengerti?”
“Apa ini akan membuatku marah?” tanya joy lagi.
“mungkin iya mungkin tidak, jika kamu mendengar alasannya kamu pasti tau kenapa aku mengambil profesi itu” jelas Ray.
Joy sedikit lama berpikir lalu perlahan kepalanya mengangguk dan menyetujui ucapan Ray, “baiklah” ucap Joy akhirnya.
“janji tidak akan lari dariku?” ulang Ray.
“bagaimana aku lari? Aku saja sudah di kunci seperti ini” kekeh joy yang melihat bagaimana Ray memeluknya.
...🍑🍑🍑🍑🍑...