Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
84. Ruby menyerah



“Ruby, maaf sepertinya aku tidak bisa datang ke acara pernikahanmu dengan Aldo” ujar joy tiba tiba.


“Kenapa?!” tanya Ruby sinis.


“Aku dan suamiku akan bulan madu selama 2 bulan di luar negri, kami kemungkinan akan berkeliling ke beberapa negara, karena pernikahanmu 1 bulan lagi jadi aku tidak akan bisa datang” jelas joy dengan sopan.


Ruby tertawa mengejek, “Aku turut berduka dengan mu joy harus mendapatkan suami cacat seperti itu, apa kamu tahan bersama suami dengan wajah mengerikan seperti itu” sindir Ruby sekalilagi secara terang terangan.


“Itu urusanku, aku tidak masalah dengan itu, aku kan punya dua yang tidak bisa lepas dariku, dari pada kamu, punya aldo cuma satu dan yakin aldo setia padamu? Dia saja hanya memanfaatkan dirimu, dan sampai sekarang masih mengejarku” balas joy tidak kalah sinis.


Ruby menatap aldo yang duduk disebelahnya dan masih menatap joy dengan pandangan memuja, memang tema pernikahan joy sangat sederhana tapi gadis itu masih terlihat cantik dengan tampilan sederhana itu.


“Aldo!” panggil Ruby kesal.


“apaan sih, udah mending ya aku mau tanggung jawab, hatiku sampai sekarangmasih untuk joy” tekan Aldo sambil menatap Joy dengan lekat.


“Dulu itu berhasil do, tapi sekarang, tidak lagi” joy menggelengkan kepalanya, “Aku sudah menemukan pria yang mencintaiku apa adanya, tidak peduli bagaimanapun diriku, dia tidak seperti kamu yang memandang keuntungan dariku” sindir Joy.


“Apa aku bisa menjadi selingkuhanmu juga?” tanya aldo memelas.


“jika kamu bisa mengalahkan bodyguardku, mungkin aku akan memikirkanmu menjadi selingkuhanku, tapi hal itu tidak akan pernah terjadi” tekan joy, “kamu sudah tampak menyedihkan dimataku” lanjut joy.


“Udah jangan berharap lagi do” tegur Sonia.


“Iya benar, kamu dan Ruby akan menikah dan punya anak, apa jadinya jika anaknya keluar bertemu dengan kalian yang tidak berubah juga, yang ada anak kalian akan menjadi seperti aku dan Sonia, hancur dan tidak bisa di perbaiki lagi” tambah Icha.


“Pernikahan itu sakral, kalian pernah merasakan hancurnya hidup tanpa kasih sayang orang tua, jika kalian tetap seperti ini apa kalian tidak kasian dengan anak kalian kelak, jadi berubah lah ruby, kamu gadis yang baik, hanya saja sifat irimu terlalu mendominasi, ubah sikap itu, kamu liatkan joy menerima keadaan suaminya, kamu juga bahagia kan melihat joy mendapat suami yang mengerikan seperti itu, jadi kamu sudah bisa tenang, jangan ganggu hidup joy lagi” ujar nanda.


“kalian terlalu membela joy, dia sudah berselingkuh masih juga kalian bela, apapun kesalahan joy selalu benar dimata kalian, kalian terlalu jahat jadi teman” kata ruby kesal.


“Ya, kami selalu membela joy, karena joy juga membela kami, dan perlu kami beritahu, kita bukan teman, perteman itu sudah hancur saat kamu iri pada kesuksesan joy” tekan icha.


...🥭🥭🥭🥭🥭...


Ray dan Melvin berjalan menuju ruangan kedap suara yang memang sudah disediakan. Dua orang anak buah Ray datang ingin melaporkan berita terbaru tentang perkembangan Ricky.


“Ada apa?” tanya ray.


“maaf tuan, Ricky sudah mati, dia menggigit lidahnya sendiri dan berakhir kehabisan darah” ujar salah satu anak buah ray.


“ya sudah, bakar aja mayatnya, susah kali” ucap ray santai.


“ya tapi masalahnya sampai sekarang abang pria itu masih mencari adiknya, bos” ujar anak buah itu lagi.


“lalu kenapa? Kamu mau bilang bahwa aku yang membunuh adiknya? Dengan memberikan mayat adiknya?” tantang Ray.


“bu-bukan bos, hanya saja dia sudah hampir mengetahui jika kita yang menculik adiknya, apa yang harus kita lakukan?”


“hancurkan semua bukti, selesai, jangan pernah ungkit pria itu lagi” ucap ray singkat, lalu dia beranjak dari duduknya.


“Bos!” panggil anak buah ray sekali lagi.


“Apa lagi Jack?!” bentak Ray kesal dia sudah terlalu lama dari Joy, takutnya aldo kembali mendekati istrinya, walau ray percaya dengan joy, Ray takut Aldo merencanakan hal jahat pada istrinya.


Ray langsung menatap jack dengan kening berkerut bingung, “Ada apa ini?” tanya ray penasaran.


“Jack Menyukai Icha tuan, makanya dia ingin menggantikan ethan yang menjadi bodyguard bayangan Icha” celetuk Melvin, dia memang lebih banyak tau tentang para anak buah Ray.


Tawa ray mulai terdengar, “terserah, sana gantikan Ethan” ujar Ray disela tawanya.


“Tapi bos bisa tolong kenalkan saya pada gadis itu?” ujar Jack sedikit takut takut.


“Sebagai?”


“Anak buah bos” ujar jack lagi sambil tersenyum lebar.


“Tidak ada teman teman Joy yang tau pekerjaanku yang sebenarnya, jadi anak buah siapa?” tanya ulang ray.


“Seperti Melvin yang menjadi anak buah bos, saya juga mau dikenalkan seperti itu” ujar Jack.


Ray menghela nafas panjang, “ya sudah ayo” ucap Ray pasrah.


“Bos, apa saya harus pakai topeng juga?” tanya Jack saat berjalan mengikuti Ray.


“Terserah” jawab ray acuh.


...🍓🍓🍓🍓🍓...


Begitu sampai di dekat joy Ray langsung merangkulkan lengannya pada pinggang Joy dan mencium pipi gadis itu, “Apa aku lama sayang?” tanya Ray.


Joy menggeleng pelan, “udah selesai urusannya?” tanya Joy.


“Sudah, apa ada yang mengganggu mu?” tanya Ray sambil memberi pandangan sinis pada Ruby dan Aldo.


“gak ada, semua baik baik saja” jawab Joy.


“maaf tuan muda Raynald, pria ini calon suami saya, jadi anda tidak perlu memberikan pandangan sinis pada calon suami saya” sela Ruby karena melihat tatapan mengerikan ray yang tertuju pada dirinya dan Aldo.


“tapi pria itu menyukai istriku” ujar ray sinis, “dan aku baru dengar bahwa kalian menjebak istriku untuk minum obat perangsang, apa keluarga kalian tau itu?” lanjut ray.


Aldo dan Ruby sama sama pucat saat mendengar Ray mengatakan keluarga ini artinya Ray bisa saja membuat keluarga mereka bangkrut dalam sekejab. Keringat dingin sudah mulai keluar dari pelipis ruby, tatapan mata Ray yang mengerikan semakin membuat wanita itu semakin ketakutan, sementara Icha, Sonia dan Nanda hanya menahan tawa mereka melihat kedua teman sekolahnya pucat karena ketakutan.


“Benar kak, untung aja para bodyguard yang kakak sewa tidak mempan dengan obat perangsang, makanya joy baik baik saja” celetuk icha sengaja menambah minyak ke dalam api yang membara.


“Ohhh~ begitu, sepertinya kalian sudah bosan hidup mewah, apa_”


“maaf tuan, maafkan saya, saya hanya iri dengan joy, saya akui saya salah, saya tidak akan mengganggu hidup joy lagi, tolong biarkan keluarga saya hidup tenang tuan, saya tidak akan mengganggu joy lagi saya berjanji” pinta ruby sambil menundukkan kepalanya dan terisak kecil.


“yang udah~ jangan dipermasalahkan lagi, kasian dia sedang hamil” tegur joy dengan lembut.


Ray mengulum senyumnya, “baiklah kalau itu yang kamu mau, tapi jika pria ini berniat jahat padamu lihat saja bagaimana nasibnya dan keluarganya” ancam Ray sambil menunjuk muka aldo.


“Tidak akan tuan muda, kalau gitu kami permisi dulu, sekali lagi selamat atas pernikahan anda” ujar Ruby sambil menarik aldo pergi bersamanya.


...🍊🍊🍊🍊🍊...