
Joy tampak gelisah mendapatkan tatapan dari Ray, tangannya masih bergetar mengoleskan salep pada dada bidang Ray.
“Ra-Ray” panggil Joy gugup, gimana tidak gugup saat ini pria itu berada sangat dekat dengan wajahnya, dan nafas hangat ray menerpa wajah gadis itu, jelas sekali Ray hanya menatap Joy dan membuat gadis itu semakin Grogi. Joy berusaha mengangkat kepalanya dan menatap mata ray yang hanya berjarak sejengkal dari wajahnya. “Ra-ray ja-jangan menggang-gu-ku” ujar joy lagi.
Ray menggelengkan kepala tapi tatapan matanya masih melekat pada mata Joy, “aku tidak melakukan apapun, lanjutkan saja pekerjaan nona” ujar Ray.
‘deg deg deg’ Jantung Joy semakin berdetak kencang saat wajah Ray semakin mendekat padanya, dan saat jarak itu sangat tipis tanpa sadar Joy menutup matanya.
“Nona menunggu apa?” tanya Ray tepat di depan wajah Joy, hidung keduanya menempel tapi bibir mereka belum menempel.
Joy sontak memundurkan badannya sambil menekan dada Ray agar menjauhinya.
“aww nona sakit” teriak Ray sambil berpura pura kesakitan.
“Isss ray sihh, jangan godain aku terus!” Joy segera mendekat dan mengelus elus bagian yang dia pukul sesekali dia meniup niupkan angin ke arah bagian itu.
‘Deg deg deg’ Kali ini bukan hanya Joy yang dibuat berdetak kencang tapi Ray juga berdentang kencang.
“Ray, jantung kamu aneh, detaknya kencang banget” Joy menempelkan telinganya ke dada Ray, gadis itu masih belum sadar pada yang barusan dia lakukan sudah membangunkan singa yang sedang tertidur. “Kita harus ke rumah sakit Ray” ujar Joy sambil mengangkat kepalanya dan dia tidak sadar posisinya sekarang sudah ada di pangkuan Ray.
“Nona” panggil Ray pelan.
“ya ? ada apa Ray?”
“Saya berdetak keras karena posisi kita sekarang” gumam Ray pelan.
Joy menegakkan badannya dan baru sadar dia sudah berada di atas paha ray sambil memegang dada Ray yang tidak mengenakan apapun, “maaf” ucap Joy, dia cepat cepat menjauh dari ray dan sekarang mengipas ngipas wajahnya yang mulai terasa panas.
“saya suka kok posisi tadi” gurau Ray.
Joy menatap horror pada Ray, “Ray, kamu berniat menggodaku? Aku ini atasanmu !” amuk Joy.
“Nona, harusnya memanfaatkan posisi nona sebagai atasan, saya tidak akan bisa marah pada nona jika nona mau melakukan apapun pada saya, jadi kalau nona mau mencium saya tidak masalah, bukan bermaksud menggoda tapi saya memang sangat menggoda kan, nona?” goda Ray.
“ray jujur sama aku, kamu seorang gigolo kan?” tebak Joy.
Ray tertawa pelan melihat wajah polos Joy yang bertanya padanya. “saya bisa jadi apa saja untuk nona” jawab Ray ambigu.
“ray, jadi kamu memang benar berniat menggoda ku?” tanya Joy sekali lagi.
Ray semakin mendekatkan wajahnya pada Joy, “Kalau nona tergoda saya siap menjadi pria nona” ujar Ray.
Tangan Joy dengan cepat mendorong tubuh Ray, “jangan bermimpi, aku gak akan suka sama kamu!” Joy cepat cepat keluar dari mobil dan meninggalkan Ray sendirian di sana.
Diluar mobil Joy mengusap usap pipinya yang sudah bersemu merah. “kenapa dia suka banget godain gue sih” gumam Joy pelan. Sebenarnya godaan Ray berhasil membuat hati Joy goyah namun sebagai tuan dan wanita bangsawan, joy masih berusaha mempertahankan gengsinya.
...🍒🍒🍒🍒🍒...
“Maaf pak polisi, nona saya sepertinya kelelahan, bisakah kita hentikan sampai sini, saya harus mengantar pulang nona saya” ujar Ray. Joy memang terlihat tidak nyaman saat dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan tentang orang orang yang berniat menculiknya, walau joy tidak banyak bicara, tetap dia merasa takut dan risih di kelilingi oleh polisi yang rata rata pria.
“Tapi penyelidikan masih panjang pak Ray, kalian masih belum bisa pergi” tolak salah satu polisi yang terlihat tertarik pada Joy.
Ray memicing tajam pada polisi yang berbicara itu. “perlu pak polisi garis bawahi, saya bukan meminta izin tapi memberi pernyataan, itu urusan kalian penyelidikan atau apapun itu, kalian yang harus selesaikan itu” ray berdiri dan menggenggam tangan joy, “ayo nona kita pergi dari sini” ajak Ray dengan suara lembut berbrda saat dia berbicara dengan polisi tadi.
“Pak Ray jika anda keluar dari sini maka anda akan saya jadikan tersangka, karena bisa saja anda berkomplotan dan bersandiwara untuk menculik nona Joy” ujar polisi itu.
Bukannya takut Ray malah tersenyum pada polisi itu, “Silahkan, Mel lo selesaikan semuanya” ujar Ray, dia menarik tangan Joy dan pergi menuju mobil mereka.
“ray, nanti kalau kamu di tuduh gimana? Kita di sana aja dulu, nanti kamu di salah pahami sama polisi itu” ujar Joy Khawatir sambil berusaha menarik tangan Ray agar kembali masuk ke kantor polisi itu.
Ray menggeleng pelan dan mengelus tangan Joy yang sedang dia genggam, “tidak apa nona, Melvin bisa minta bantuan pada perusahaan tempat saya bekerja, semuanya akan baik baik saja” ucap Ray.
“tapi mereka polisi Ray”.
Ray mengulum senyumnya, “mereka yang akan takut dengan perusahaan ku, nona” ujar ray.
Joy akhirnya pasrah mengikuti Ray untuk berjalan menuju mobil.
“Ngomong ngomong nona” panggil Ray.
“Hmm?” Joy menoleh untuk menatap Ray.
“Tangan nona halus juga ya” goda ray.
Joy melotot dan langsung melepaskan genggaman tangan Ray secara tiba tiba, “jangan menggodaku terus Ray!” gerutu Joy, gadis itu memasuki mobil sambil menghempaskan pintunya dengan keras.
Ray masih tertawa sambil mengambil alih posisi supir, karena Melvin tidak ada. “nona mau kemana?” tanya Ray yang bersiap siap untuk menyalakan mobilnya.
“mall aja, teman temanku masih di sana mereka mengajakku shopping di sana” ujar Joy.
Dari kaca spion Ray melirik apa yang sedang di lakukan oleh Joy, “nona tidak sedang kirim kiriman pesan dengan pria bernama aldo itu kan?” tanya Ray.
Joy sedikit melirik Ray, tapi kembali fokus pada ponselnya, “itu bukan urusanmu, ray! mau aku kirim kirim pesan dengan siapa aja” ancam Joy.
“Nona, nona itu cantik loh, masak mau di duakan dan menjadi selingkuhan?” sindir Ray.
“siapa yang bilang aku mau! Aku tidak pernah mengatakan aku mau menjadi selingkuhan, jadi jangan menyindirku terus ray!” sewot Joy.
Ray mengulum senyumannya, “baiklah, tapi kalau nona mau, nona bisa loh menjadikan saya pacar nona” canda Ray sekali lagi.
“Tidak ampuh lagi ray, aku sudah capek dengan candaanmu, Jangan menggangguku terus” ancam Joy, gadis itu sudah mulai terbiasa dengan candaan Ray yang dia anggap tidak pernah serius.
...🍐🍐🍐🍐🍐...