
Tiga hari kemudian Melvin akhirnya pulang dengan kabar yang menggembirakan, markas di jepang berhasil direbut kembali dan semua gangster di sana berhasil dihabisi oleh pria itu, bagaimana tidak kalah, mereka semua adalah yakuza yang bertarung menggunakan pedang, sedangkan mafia bertarung menggunakan pistol, sekali tembak mereka langsung kalah.
Kenapa pemimpin di jepang bisa kalah, karena mereka tertipu oleh pemimpin dari yakuza itu, mereka mengira pemimpinnya adalah pria berbadan besar dan bertato harimau, namun ternyata pemimpin sebenarnya sedang menyamar sebagai korban, dia adalah seorang wanita yang terlihat lemah tapi sebenarnya pemimpin dari yakuza.
Untung saja Melvin selalu waspada dan berhati hati pada setiap pertarungan yang akan dia lakukan, dia bukan pria yang akan meremehkan lawan, jadi begitu sampai Melvin lebih dulu menyelidiki apa saja yang terjadi dan kembali mengambil alih wilayah dengan membasmi habis para yakuza itu.
“Berapa orang dan siapa saja yang mati?” tanya Ray.
“Sekitar 10 orang, semua adalah para petinggi di wilayah jepang” jawab Melvin.
“Segera tangani keluarga mereka, jangan sampai keluarga mereka dalam keadaan susah” perintah Ray.
“baik bos” angguk Melvin. Dia baru saja sampai dan langsung melaporkan semua yang terjadi pada Ray.
“hmm, Melvin apa kau pulang hanya membawa kemenangan?” selidik Ray penasaran.
Melvin mengernyitkan keningnya bingung, “Maksudnya apaan?”
“kau tidak pulang membawa wanita gitu?? Apa aksiku dengan joy tidak membuat mu iri?” goda Ray sambil tersenyum jahil.
Melvin geleng geleng kepala, “jangan menggodaku Ray, aku dan joy masih belum berpacaran atau resmi bertunangan, masih banyak kesempatanku untuk menertawakan mu jika joy kabur darimu” balas Melvin.
“Kenapa dia kabur dariku?” gerutu Ray tidak terima.
“Karena jati dirimu terbongkar, mau sampai kapan merahasiakan jati dirimu, kalian sudah saling mencintai, gadis itu bisa lari begitu tau jati dirimu, jadi aku sarankan secepatnya memberitahu dia” ledek Melvin.
...🍊🍊🍊🍊🍊...
Pesta ulang tahun Joy akhirnya tiba, banyak teman sekolah joy yang datang termasuk Aldo, sejak nomornya di blokir aldo berganti ganti nomor untuk menghubungi Joy, tapi tetap saja tidak di berikan balasan oleh joy, memang Aldo di undang, bahkan Ruby musuh bebuyutan Joy juga diundang, keluarganya tidak tau permasalahan yang terjadi antara Ruby dan Joy serta aldo, mereka menganggap teman teman sekolah Joy sebagai investasi masa depan yang mungkin bisa membantu membesarkan nama perusahaan mereka.
Aldo terlihat tampan, dan Ruby terlihat cantik saat bergandengan dengan Aldo, mereka persis terlihat seperti pasangan kekasih namun sebenarnya kedua orang itu sudah lama putus, karena Ruby yang menginginkan itu, mereka saat ini hanya berakting menjadi pasangan kekasih agar bisa sama sama membantu dalam urusan mereka masing masing.
“Gue penasaran seperti apa wajah tunangan Joy, bukannya dia putra pertama dari keluarga Marcello” gumam Ruby pelan.
“Bisa tidak jangan membicarakan tentang pria itu, bukannya dia akan menjadi abang ipar jika menikah dengan adiknya” gerutu aldo pelan.
“Gue Cuma bilang penasaran, lo resek banget” gerutu Ruby sambil melepaskan genggaman tangannya dari tangan aldo. “Gue ngejar incaran gue dulu” lanjut gadis itu, yang sudah melangkah menuju Dava, salah satu adik dari Ray.
Sementara Aldo langsung melirik sekeliling ruangan mencari joy, yang berulang tahun saat ini.
.
“Hai dav, datang sendirian aja? Gak ada pasangan?” sapa Ruby.
Dava yang dipanggil hanya menoleh sebentar lalu kembali fokus dengan ponselnya, sebenarnya pria itu sangat malas datang ke acara pesta ulang tahun remaja umur 18 tahun, tapi ancaman dari sang abang membuat dia harus menurut untuk hadir, karena Ray kembali menyamar menjadi bodyguard.
“Udah tau masih nanya” ketus Dava, pria itu masih sibuk bermain game pada ponselnya.
“Maaf, tapi bolehkan gue duduk dekat sini? Gue gak akan bicara gue janji” ujar Ruby, mata gadis itu sudah berbinar binar menatap Dava yang sangat tampan. Gadis itu sudah mempelajari tentang biodata dari putra kembar Brian, makanya dia bisa membedakan dava, Deva, dan davi, karena perbedaan mereka bisa dilihat dari cara mereka berpakaian.
“terserah” jawab Dava acuh.
“Dav, abang kamu Raynald itu seperti apa orangnya?” celetuk Ruby, karena bosan sejak tadi diam memperhatikan Dava.
“. . .” Dava sama sekali tidak menjawab, karena dia konsisten dengan keputusannya untuk tidak mau meladeni Ruby.
“Dav, abang kamu datang kan ke ulang tahun Joy? Kok gak ada kelihatan ya?” tanya ruby sekali lagi.
Dava menghentikan permainannya dan menatap ruby dengan wajah kesal, “Sana min sama teman teman lo, katanya gak akan ribut” gerutu Dava.
“Tapi dava, lo_” ucapan ruby terhenti karena dava lebih dulu pergi dari sana tanpa menunggu ucapan yang keluar dari mulut ruby.
.
“Joy happy birthday” Aldo memberikan sebuket bunga mawar pada Joy dan satu kotak kalung berlian pada Joy.
“Thanks” jawab Joy acuh.
“Buka aja hadiahnya duluan, gue mau lihat wajah senang elo” ujar aldo.
“Gak nanti aja” ujar Joy sambil memberikan hadiah yang diberikan aldo pada Melvin agar diletakkan di tumpukan hadiah yang dia terima.
“Gue senang lo masih mau undang gue, joy” aldo berusaha meraih tangan joy untuk dia genggam namun sayang Joy cepat cepat menepis tangan itu, “Joy maafin gue, gue Cuma cinta sama elo” lanjut Aldo dengan mata menatap lekat mata joy.
“udah gue bilang, gue gak cinta lagi sama elo, dan gue udah punya tunangan” ucap joy tegas.
“Mana dia? Mana tunangan yang lo banggain itu? Gue gak ada liat dia di sisi lo, atau jangan jangan dia hanya memanfaatkan elo untuk mendapatkan status bangsawan, dia sedang senang senang sama wanita lain di luar sana” sindir Aldo.
Melvin mengulum senyum sambil menyenggol bahu Ray, dan mendekatkan bibirnya pada telinga Ray, “bos, lagi di tantang sama anak kecil” bisik Melvin.
“berisik” gerutu ray pelan, pria itu menyaksikan semuanya dari belakang joy, dia geram namun karena aldo cuma menggunakan kata kata, jadi ray masih bisa menahan diri untuk tidak memukul pria itu.
“Statusnya lebih tinggi dari statusku, sudah pasti aku yang memanfaatkan status pria itu, atau jangan jangan elo yang mau mempermainkan gue? Status gue lebih tinggi dari status keluarga elo” sindir Joy, dia memang kesal dan marah dengan ucapan aldo tapi masih bisa dia tahan, karena tidak mungkin dia kalah di depan aldo.
“Joy, kita sudah kenal sejak SMP, bagaimana bisa lo bilang gue memanfaatkan elo? Joy, lo tau sendiri bagaimana perasaan gue pada elo” ujar Aldo, untung saja saat ini hanya ada aldo, 2 bodyguard joy dan 3 teman joy yang ada di tempat itu, yang lainnya sedang menikmati santapan yang dihidangkan.
...🥭🥭🥭🥭🥭...