Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
34. Dipanggil Mommy



“Lepasin aldo!” Joy menghempaskan tangannya dengan kuat hingga membuat aldo menatapnya.


Pria itu mendorong tubuh Joy ke dinding, saat ini keduanya berada di belakang sekolah dimana tidak ada siapapun di situ.


“Kenapa gue di blok?!” amuk Aldo pada Joy.


“Suka suka gue!” teriak Joy sambil mendorong tubuh aldo yang berada di depannya. Joy memegang tangannya yang tadi di tarik oleh Aldo, terlihat mulai memerah dan menimbulkan bekas.


“Lo gak cinta lagi sama gue joy?” kali ini nada suara aldo terdengar melembut.


“cinta? Huh” joy mendengus kesal, “lo bilang cinta ke gue dan juga ruby, lo berpacaran dengan Ruby tapi terus mengirimkan pesan cinta pada gue? Siapa yang lo cintai sebenarnya Aldo?” tanya Joy kesal.


Aldo berusaha mendekat dan memegang tangan Joy namun sayang joy langsung menepis tangan aldo, mata gadis itu menatap sinis ke arah aldo. “gue capek di anggap sebagai pelakor, dan gue udah menyerah dengan perasaan gue pada lo” ujar Joy tegas.


“Joy, udah gue bilangkan, gue sebanarnya tidak suka sama Ruby, gue hanya berpura pura, orang tua gue memaksa gue untuk berpacaran dengan ruby, dia bisa membantu perusahan orang tua gue untuk berkembang, jika gue gak mau mereka akan membuang gue, bagaimana cara gue menolak itu, gue cintanya sama lo, hanya elo” ujar Aldo.


Joy tertawa keras sambil memegangi perutnya, “yakin lo Cuma cintanya sama gue? Tapi lo bisa ya mencium wanita yang tidak lo cintai” sindir Joy tepat sasaran.


Aldo mulai kehabisan akal untuk mendapatkan hati joy lagi, dulu hanya dengan beberapa rayuan dan pelukan Joy akan luluh tapi sekarang gadis itu terlihat berubah, joy tidak lagi luluh dnegan ucapannya.


“joy, hanya itu satu satunya cara agar Ruby diam, gue tidak ingin dia menghina elo terus, jadi gue membungkamnya seperti itu” elak Aldo.


Joy kembali tertawa keras ke arah aldo, “ hanya itu satu satunya cara, hebat sekali alasan lo, jangan terlalu banyak alasan aldo, gue capek dengan semua kata kata manis lo, udah gak berpengaruh lagi untuk gue”.


“Ahh gue tau! Lo cemburu karena gue berciuman sama Ruby kan, kalau gitu kita juga bisa berciuman!” Aldo mengunci tangan joy dan memojokkan gadis itu di dinding. “Gue akan mencium lo juga, jangan cemburu lagi joy” ujar Aldo yang berusaha meraih bibir Joy.


“Gak mau! Gue gak sudi di cium sama lo!” tolak joy ia berusaha menghindar dari Aldo namun sayang tenaga aldo lebih kuat dari tenaganya.


“diam joy! Akan gue ajarkan cara berciuman!” pekik Aldo karena sejak tadi dia tidak bisa meraih bibir Joy, hanya bisa tercium pipi joy.


“Gak mau!!!” teriak Joy, gadis itu menendang ************ Aldo, membuat pria itu melepaskan cengkraman nya dan meringis kesakitan, setelah itu Joy berlari meninggalkan Aldo yang sedang kesakitan.


.


Joy berlari kencang menuju mobilnya, Ray terlihat tegak di luar mobil menunggu Joy, hari ini pria itu sedikit sibuk dengan pekerjaannya sebagai mafia, jadi dia tidak tau jika Joy baru saja di tarik aldo menjauh.


Begitu ada dihadapan ray, Joy langsung memeluk tubuh pria itu, tidak peduli dia dipandang aneh oleh para siswa siswi yang lalu Lalang, saat ini joy perlu pelukan ray untuk menenangkan dirinya.


“apa yang terjadi nona?” tanya Ray.


Di dalam pelukan Ray, joy menggelengkan kepalanya pelan.


...🍉🍉🍉🍉🍉...


“Pulang Ray! jelaskan ke mommy apa yang terjadi secara langsung! Baru kamu boleh pergi lagi!” suara omelan mommy ay terdengar dari dalam telepon, sudah beberapa kali wanita itu menelpon Ray dan tidak pernah Ray angkat, kebetulan saat ini dia sedang di dalam mobil menunggu kedatangan Joy.


“Mom~ ayolah maafin Ray, katanya mommy mau abang dapat pacar, ini abang sedang ngejar calon jodoh masa depan abang” jelas Ray dengan lembut.


“benaran cewek tulen mom, daddy pasti udah cerita sama mommy, ayolah mom, Ray masih butuh waktu untuk mengejar dia mom”


“ya ampun masak anak ganteng mommy gak bisa dapatin cewek yang dia mau sih, pokoknya pulang dulu, cerita secara langsung dengan mommy, sebentar lagi ulang tahun perusahaan daddy kamu, udah gak mau gantiin daddy dan gak mau ketahuan anak daddy, sekarang gak ada pulang pulang ke rumah, mommy kangen tau! Udah jarang dirumah sampai di rumah kerjanya di luar terus” omel Mommy ay.


Ray hanya bisa pasrah mendengar omelan dari mommy ay, sementara Melvin malah tersenyum bahagia melihat ray yang terlihat Lelah mendengar omelan mommy Ay.


“Iya iya nanti abang pulang, tapia bang gak bisa janji ikut pesta daddy” ucap Ray pasrah.


“Gitu dong, itu baru anak mommy, mommy tunggu di rumah, jika gak pulang juga mommy akan goreng si simba” ancam mommy ay seperti biasanya selalu menyangkut peliharaan kesayangannya Ray.


“iya mom, ini ray masih nungguin nona ray pulang, nanti ray minta izin cuti ama dia”


“Ray~ ray~ ngapain sih mesti nyamar jadi bodyguard, ada ada aja kamu ini, ya udah mommy tunggu, kalau gak pulang pulang jangan salahkan mommy simba tinggal tulang aja” ancam mommy ay sekali sebelum menutup teleponnya.


“Hah~ mommy ancamannya selalu sama” keluh Ray, “Mel, Jam berapa sekarang?” lanjut ray.


“dua belas lewat dua lima bos” jawab Melvin.


“Kok Joy belum keluar ya, kamu disini aja mel, gue keluar dulu” ujar Ray yang keluar dari mobil.


Baru beberapa saat Ray keluar dia langsung di peluk oleh Joy, gadis itu terlihat sedang ketakutan sambil memeluk Ray.


“apa yang terjadi nona?” tanya Ray.


Joy menjawab pertanyaan Ray dengan menggelengkan kepalanya di dada bidang Ray.


“Nona apa yang sebenarnya terjadi” ulang Ray sekali lagi, mata pria itu segera berkeliling mencari sesuatu yang janggal mungkin ada orang yang mengejar Joy, atau joy sedang di kerjai.


“Ray cium aku” gumam Joy pelan tapi masih mampu di dengar oleh Ray.


Tanpa pikir panjang ray langsung membawa masuk Joy ke dalam mobil, membuat gadis itu duduk di atas pangkuannya, setelah bunyi pintu yang ditutup dan terkunci baru Ray langsung mencium Joy, memberikan ciuman seperti yang Joy minta.


Sementara itu Melvin, tanpa menunggu perintah langsung menjalankan mobilnya.


Bunyi decapan dari belakang sedikit mengusik Melvin, karena selama ini dia juga sama dengan Ray, belum pernah berpacaran apa lagi berciuman, dia tidak suka dengan gadis bayaran dan Melvin belum menemukan wanita yang ingin dia cium.


“empphhh Ray” ******* mulai terdengar dari bibir Joy, saat ciuman Ray mulai turun ke arah lehernya.


Ray melepaskan sebentar ciumannya, dia menatap mata Joy yang sudah terlihat sayu. “Apa masih mau di cium?” tanya Ray.


Joy tidak sanggup lagi mengeluarkan suara dia menjawab pertanyaan Ray dengan mengangguk pelan. Membuat Ray kembali mencium bibir pink milik Joy.


...🍑🍑🍑🍑🍑...