
Joy mengulum senyumnya melihat Ray yang sekarang duduk berjarak 1 meter darinya. Tadi Ray hampir saja setannya lepas, saat joy menggoda dan pria itu mulai mencium Joy dengan ganas hingga memberikan beberapa jejak di leher joy, namun semua gerakan tangan dan bibir ray berhenti saat bunyi ponselnya terdengar nyaring.
Ray terkejut karena yang memanggil adalah mommy ay, dan saat itu juga pria itu sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan, tanpa menjawab telepon dari mommy ay, Ray langsung beringsut mundur dan menjaga jarak dari Joy, takut sang pedang pusaka benaran di potong mommy ay.
“Jadi katakan apa yang baru saja kalian bicarakan sayang?” tanya Ray.
“hmmm, jujur atau bohong?” balik tanya joy.
“Jujur sayang semuanya katakan jangan ada yang ditutupi atau aku yang akan mencari tau sendiri, dan jika itu terjadi aku yakin sahabatmu mungkin sudah aku kirimkan keluar negri” ujar Ray, dalam kata lain luar negri yang ray maksud adalah ruby menghilang dari dunia ini, tapi tidak akan ray katakan karena tidak mau joy takut dengan sikapnya yang seperti psikopat.
“Dia minta aku membantunya mendekati mommy ay dan mendapatkan Dava sebagai suaminya, jika aku tidak mau membantunya maka dia akan memberitahu mommy ay video kita sedang pangkuan di toko perhiasan waktu itu” ujar Joy.
Bukannya marah ray malah tertawa mendengar cerita Joy, “kamu maunya gimana sayang?”
“mau apaan?” tanya balik joy.
“Kamu mau terima atau tidak permintaan sahabatmu?” ledek Ray.
Joy langsung melotot kesal atas ucapan yang dilontarkan Ray, “sahabat apaan! Dia bukan sahabat tapi musuh bebuyutan!, dan lagi Raynald dan Ray itu satu orang! Ngapain takut orang mesra sama calon suami sendiri” ujar joy.
“benar juga, hanya saja dia tidak tau sayangku, sebaiknya kita kerjai saja dia, terima tawarannya” ujar Ray.
Joy memandang curiga pada Ray, “kamu mau punya adik ipar seperti Ruby?” sindir Joy.
“bukan sayang, kita kerjai dia, dia kan minta kamu membuat dia dekat dengan Dava, kamu bilang akan membantu tapi sebenarnya kamu sama sekali tidak membantu apapun malah membuat dia malu dan tidak bisa dekat dengan dava sedikitpun” usul Ray.
Joy memegangi dagunya dan tersenyum licik ke arah Ray, “kenapa aku rasa, calon suamiku ini penuh rahasia dan tampak sangat mengerikan dan kejam? Apa semua mafia seperti itu?” selidik Joy.
“Perasaan kamu aja sayang, aku tidak sekejam yang kamu pikirkan aku lebih baik kok” bohong Ray, tangannya sudah meraih paha joy dan mengelus lembut paha joy.
“tangan Ray! tolong kondisikan tangannya” peringat Joy.
Ray cepat cepat menarik tangannya dari paha joy, “maaf sayang kebiasaan, kalau udah di dekat kamu pengennya ngelus ngelus terus” ucap Ray sambil garuk garuk kepala seperti orang bodoh.
“Bukan hanya ngelus tolong digaris bawahi pak Raynald, anda mencium paksa seorang gadis, lalu menculik nya, menggigit dan masih banyak lagi tuan muda Raynald” sindir Joy.
Ray tertawa mendengar ucapan joy barusan, “aku tidak menggigit sayang” kekeh ray.
Joy langsung memperlihatkan lehernya yang sudah ada beberapa tanda merah bekas gigitan yang baru saja Ray lakukan beberapa menit yang lalu jika dia tidak disadarkan oleh dering ponsel dari mommy ay.
“baik baik semuanya adalah aku” aku ray.
...🍒🍒🍒🍒🍒...
“Rumah kamu kok gelap nan?” tanya Melvin heran.
“Hmm sepertinya mommy dan daddy belum pulang” ujar nanda.
“Paling tidak ada pembantu atau petugas keamanan dong” ujar Melvin sambil menatap nanda.
Nanda hanya tersenyum ke arah Melvin, “Gue yang pecat semua asisten rumah tangga hingga satpam yang menjaga beberapa hari yang lalu” aku nanda.
“salah satu satpam berusaha melecehkanku, dan para pembantu tidak ada yang berusaha menolongku, jadi aku pecat saja mereka semua” ungkap nanda sambil tersenyum pilu.
“Siapa orangnya? Kamu sudah lapor pada orang tuamu?” tanya Melvin cemas.
“Orangnya sudah pulang ke kampung halamannya, semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dia adalah orang yang sudah lama bekerja dengan kakek dan nenek, jadi dia diberi ampun” ungkap nanda jujur.
“Apa kamu yakin dia tidak akan kesini untuk mengganggumu lagi?” tanya Melvin.
“yakin, tenang aja diantara semua sahabatku aku yang paling jago berkelahi, aku pemegang sabuk hitam taekwondo, makanya aku bisa baik baik saja sekarang” ujar nanda dengan suara pelan.
Melvin berpikir sebentar sambil menatap wajah nanda, “kapan orang tuamu balik?” tanya Melvin setelah cukup lama berpikir.
“tidak tau, mereka jarang pulang, hanya pulang sesekali, terakhir pulang saat acara besar yang diadakan tunangan joy, setelah itu mereka kembali bekerja di luar negri” ungkap nanda.
“kalau gitu. . . kamu mau tinggal di tempat lebih aman?” tanya Melvin lembut.
“maksudnya?” tanya nanda balik karena tidak mengerti.
“aku punya apartemen tidak terlalu mewah tapi juga tidak terlalu kecil, ada dua kamar dan tempatnya cukup bersih, di sana aku jamin sangat aman, bagaimana? Kamu mau tinggal di apartemenku?” tawar Melvin.
Nanda masih diam mencerna ucapan Melvin, belum ada ucapan yang keluar dari bibir gadis itu.
“Ahh tenang aja, aku jarang pulang ke apartemen itu, karena pekerjaanku sebagai bodyguard yang harus waspada selalu, jadi aku lebih banyak tidur di tempat kerja, jadi kalau mau kamu bisa membantuku membersihkan apartemen itu, gak baik katanya kamar ditinggalkan terlalu lama, aku kadang kembali seminggu sekali atau beberapa kali seminggu untuk membersihkan apartemen dari debu saja” jelas Melvin.
“apa boleh aku tinggal di sana? Gak ada wanita yang marah ke aku kan? Kalau aku tinggal di apartemen milik kakak?” tanya Nanda.
“tenang aja, aku belum punya kekasih, masih fokus dengan pekerjaan, jadi gak ada yang marah” ujar Melvin.
“baiklah kalau gitu aku ambil beberapa barangku dulu di rumah” kata nanda sambil mengulum senyum karena senang dengan jawaban Melvin.
“biar aku bantu” kata Melvin yang ikutan turun dari mobil untuk membantu Nanda membereskan beberapa barang barangnya yang akan dibawa menuju apartemen milik Melvin.
“makasih banyak kak, aku merasa menjadi seperti joy” kekeh nanda.
“Kenapa seperti itu?”
“habisnya kakak sangat menjagaku seperti pekerjaan kakak sebagai bodyguard joy”.
“kamu berbeda dari nona joy, aku siap menjagamu kapanpun itu, jika kamu mau” ujar Melvin sambil tersenyum hangat pada nanda.
Nanda menatap Melvin tanpa berkedip, ucapan Melvin barusan berhasil membuat gadis itu menjadi berhayal sangat tinggi untuk bisa menjadikan Melvin kekasihnya, tapi dia takut angan angan itu hanya khayalan belaka dan jika itu terjadi dia akan merasakan sakit yang luar biasa.
“nanda, nanda!” panggil Melvin untuk menyadarkan nanda yang tertegun.
“ahh iya kenapa kak?” sontak nanda yang sudah tersadar dari alam mimpinya.
...🍎🍎🍎🍎🍎...