
“Apa papi setuju?” tanya Joy.
“tentu saja papi kamu setuju, kamu sudah 17 tahun tidak perlu bersembunyi lagi karena kamu juga bisa menikah dengan orang pilihan papi dan mami” ujar mami syntia.
Joy terdiam mendengarkan ucapan orang tuanya, hatinya ingin menangis dia hanya di anggap barang dagangan karena waktu jual telah tiba dia akan di persiapkan untuk di jual pada orang orang kalangan atas.
“Cepat siap siap mami akan tunggu dibawah” ujar mami Syintia sambil berlalu pergi begitu saja, dia sama sekali tidak mempedulikan bagaimana raut wajah putrinya saat ini.
.
“Nona” panggil Melvin pada Joy yang masih terdiam di tempat dia berada.
“Hmm? Ada apa mel?” tanya Joy lesu.
“Apa nona ingin di panggilkan Ray?” tanya Melvin.
“Apa dia bisa datang? Bukannya dia ada urusan keluarga, sudahlah tidak apa aku memang hanya sebuah boneka pajangan bagi mereka” kata Joy sambil berjalan masuk ke dalam kamar gantinya.
Melvin cepat cepat keluar dan memberi perintah pada jack untuk terus mengawasi Joy yang sedang dalam kamar ganti, dia yakin wanita itu sedang tidak dalam keadaan baik baik saja, dan butuh Ray untuk ada di sampingnya.
...🍌🍌🍌🍌🍌...
“Mommy! Daddy!” teriak Ray dengan kencang begitu memasuki rumahnya.
Begitu Ray mendapatkan telepon dari Melvin dan menerima rekaman pembicaraan antara mami syntia dengan joy, Ray langsung berlari mencari kedua orang tuanya. Dia tidak mau sampai gadis yang dia cintai di ambil oleh orang lain, lebih baik dia bertindak mengamankan gadisnya lebih dulu baru mengurus tentang masalah hati.
“Ada apa sih Ray, teriak teriak aja” gerutu Mommy Ay dari ruang keluarga.
“Mom, dad ray boleh minta tolong pada kalian” Ray langsung berlutut di hadapan kedua orang tuanya dan menyampaikan keinginannya begitu saja.
“Minta tolong apa?” daddy Brian yang tadinya berbaring kini duduk dengan benar melihat raut serius putranya.
“Ray yakin mommy dan daddy tidak akan suka dengan sikap kedua orang tua dari gadis yang ray ingin jadikan istri tapi sifat gadis itu berbanding terbalik dengan orang tuanya, Ray mohon restui Ray dengan nya mom, sebelum ray menyampaikan permohonan ray” lirih Ray.
“Beneran gadis kan? Bukan jadi jadian apa lagi istri orang, emang gadis kan ini?” selidik mommy Ay.
“Gadis mom, Ray belum sempat perkosa dia jadi masih suci ini” ujar ray dengan serius.
‘Plak’ sebuah pukulan mendarat di kepala Ray, tentu saja ulah mommy ay, siapa lagi yang bisa memukul pria itu selain mommy nya sendiri.
“Enak aja perkosa anak orang, nikahi dulu baru ambil mahkota nya! Mami potong burung kamu jika perkosa anak orang! Biar aja gak bisa berfungsi lagi” amuk mommy ay.
“Mom bisa serius gak ini abang serius”
“mommy juga serius abang!”
Ray menghela nafas panjang lalu kembali serius dengan pembahasan mereka, “Oke abang yang salah, mommy mau kasih restu atau enggak?”
“kalau gak kasih gimana?” tantang mommy Ay.
Mommy ay melipat kedua tangannya lalu geleng geleng kepala mendengar ucapan putranya sendiri ay ingin membalikkan dia ke dalam perut, bisa bisanya Ray terlihat serius ingin menculik anak orang bahkan terang terangan di depan orang tuanya sendiri.
“Jadi apa kita punya pilihan untuk menolak dad?” tanya mommy ay sambil menatap suaminya.
Brian ikutan menggelengkan kepalanya, “Tidak ada pilihan mom” ujar daddy brian.
“Baiklah mommy dan daddy setuju mau gimana pun orangnya asal kamu bahagia dan dia wanita tulen serta bukan istri orang lain” ujar mommy ay.
“Semua kriterianya tidak ada yang dilanggar dia cewek tulen dan bukan istri orang” ujar Ray.
“Jadi kenapa kalau mommy dan daddy restuin?” tanya mommy ay sambil menaik turunkan alisnya.
“pada pesta ulang tahun perusahaan kali ini Joy akan datang bersama orang tuanya, dan disana orang tuanya akan mengenalkan mereka dengan beberapa anak pembisnis, Ray tidak mau sampai itu terjadi, pokoknya Daddy dan mommy harus ambil dia langsung jangan sampai orang lain mengambilnya” ujar Ray.
“katanya gak mau mommy lamarkan, mau dapatkan hatinya dulu baru lamar” sindir Mommy ay.
“sekarang lain ceritanya mom, saat ini sedang mendesak, abang perlu menjaga posisi abang lebih dahulu, jika dia sudah bertunangan dengan orang lain bisa bahaya tunangannya di tangan abang, lebih baik abang mengaman kan dulu posisi abang baru abang jalan kan misi abang” ujar Ray.
Daddy brian dan mommy ay saling berpandangan lalu kembali menatap putranya, “jadi abang akan bongkar rahasia abang?” tanya daddy brian.
Ray menggeleng, “bilang aja ray sedang ada di luar negri sedang bekerja, pastikan dia tidak dimiliki oleh orang lain” ujar Ray serius.
“Lalu setelah itu apa yang abang lakukan?” tanya daddy brian.
“ya abang usaha buat dapatkan hatinya” ujar Ray.
“Gimana kalau orang tuanya minta kepastian? Abang tetap harus muncul untuk bisa bertunangan bukan?” tanya daddy brian lagi.
“Buat aja perjanjian Kerjasama dengan orang tuanya, dan bilang Ray akan kembali 1 atau 2 tahun lagi, pastikan dia menjadi milik abang dan jangan sampai ada yang mengambilnya dad” pinta Ray sekali lagi.
“Abang serius mau nikah dengan dia? Atau abang Cuma main main?” tanya mommy Ay.
Ray mengangkat kedua tangannya seperti orang yang sedang mengucapkan sumpah, “abang serius menyukai Joy, mau daddy dan mommy setuju atau pun tidak setuju abang akan tetap mendapatkan joy menjadi milik abang, jika joy sudah menjadi milik orang lain abang akan dengan senang hati memenggal kepalanya jadi dari pada abang lebih banyak membunuh orang sebaiknya daddy dan mommy turuti keinginan abang” ancam Ray.
Daddy brian dan mommy ay sama sama menutup wajah mereka, bisa bisanya Ray mengancam dengan wajah serius, polos dan tanpa dosa seperti membunuh orang sama saja dengan memetic buah dari pohon semudah itu Ray menghabisi nyawa orang orang yang menjadi ancamannya.
“Putra siapa sih ini dad?” keluh mommy ay.
Daddy brian menghela nafas panjang, “Ya udah daddy dan mommy lakukan seperti yang abang inginkan, tapi jangan menyesal kalau kebohongan abang terbongkar dan dia marah sama abang, itu semua adalah keputusan abang” ujar daddy brian.
Ray mengangguk antusias, “makasih dad makasih mom, kalau gitu abang pergi dulu” Ray cepat cepat tegak dan berlari menuju pintu keluar, “Mom, dad! Abang akan datang ke acara pest aitu tapi sebagai bodyguard! Jangan bongkar penyamaran abang!” teriak Ray sebelum dia menghilang dibalik pintu.
Selepas putranya pergi Brian dan Ay hanya bisa menghembuskan nafas panjang, Lelah dengan tingkah putra pertamanya itu.
...🥭🥭🥭🥭🥭...