
Ray dan joy, masih terus berciuman panas, tanpa memikirkan dimana mereka berada saat itu, Melvin geleng geleng kepala melihat Ray dan Joy yang sudah seperti perangko dan surat jika sudah bersama, tidak ada hari tanpa berciuman, dia segera menghapus rekaman yang baru saja dia saksikan di ruangan cctv perusahaan itu. Mustahil perusahaan besar tidak ada cctv yang dipasang di setiap sudut gedung perusahaan, sejak awal datang Melvin terus berjaga jaga di ruang cctv dan mengeluarkan semua karyawan dari ruangan itu.
Tugas Melvin adalah menghapus rekaman yang terjadi selama Ray dan Joy ada di ruang latihan. Karena Ray sudah memberi perintah itu sejak mereka belum sampai di gedung itu.
Joy yang terus dibalas cium oleh ray mulai terbawa suasana, kecupan lembut Ray mulai berubah menjadi ciuman panas, keduanya mulai menumpahkan semua yang mereka rasakan melalui ciuman itu, Joy mulai merasa panas dalam dekapan Ray, bibir lembut Ray mulai menyelami setiap sisi bibir Joy, Bibir panas Ray mulai turun kea rah leher joy dan memberi gigitan kecil di sana, satu dua gigitan tanpa sadar Joy menengadahkan wajahnya membuka lebih banyak ruang bagi Ray untuk dapat menelusuri leher jenjang joy.
Ikat pinggang yang Joy sudah terlepas dari ikatannya, kini hanya tersisa tank top putih yang joy kenakan di balik baju yang dia kenakan. Ray berhenti memberikan tanda di leher joy, dan menatap mata sayu Joy, pria itu tau mereka sama sama mulai merasa panas dengan permainan yang mereka ciptakan tanpa sadar.
Ray memejamkan mata sambil mengambil nafas panjang. Rasa sesak dibawah perutnya membuat pria itu kembali tersadar dimana mereka saat ini, kalaupun dia akan memperkosa joy, tidak ditempat itu dia lakukan, gadis itu lebih berharga dan lebih dari segalanya, tidak seharusnya dia melakukan itu pada Joy.
“terima kasih nona” ucap ray disela nafas yang tersengal karena menahan gairah di tambah kegiatan panas yang baru saja dia lakukan.
“Hmm” deham joy, gadis itu hanya menunduk dan memakai kembali pakaian putih yang dia kenakan. Tatapan mata kedua orang itu bertemu, dan pipi joy langsung bersemu merah, gadis itu bisa membaca jutaan gairah yang terpendam dari sana, sama seperti perasaan yang meledak ledak dalam dirinya saat ini.
Sangking malunya Joy memeluk tubuh ray, membenamkan wajahnya ke dalam dekapan Ray.
“Nona, aku sangat mencintaimu” bisik Ray.
“aku tau” balas Joy masih dalam posisi yang sama.
📳
Suasana romantic itu harus segera berakhir ketika telepon Ray berbunyi, kening Ray langsung berkerut melihat nama Melvin yang memanggilnya, pria itu tidak akan menelpon Ray jika sedang dalam situasi terdesak karena dia tau Ray sedang bersama dengan Joy.
“Sebentar nona” Ray menurunkan Joy dari pangkuannya dan menjauh dari joy, takut gadis itu akan mendengar apa yang sedang dia bicarakan dengan Melvin.
📲“Ada apa?” tanya Ray langsung to the point.
📲“Markas kita yang ada di jepang sedang di serang dengan beberapa gangster yang sedang naik daun bos” ujar Melvin langsung to the point.
📲“Lalu kenapa menelpon ku? Kalau hanya masalah itu?!” maki ray, tapi masih dengan suara yang pelan agar Joy tidak mendengarnya.
📲“Para gangster itu berhasil mengambil alih wilayah kekuasaan kita bos, ada beberapa anak buah yang masih dia Sandra, mereka mint abos kesana untuk melawan mereka, mereka tau bos adalah pemimpin mafia yang ada di beberapa negara bahkan mafia nomor satu se asia, karena itu mereka menantang bos untuk kesana membebaskan para anak buah yang mereka sandera” jelas Melvin.
📲“Sial! Berani sekali mereka menantang ku! Kau pergi bersama Jack, apa kau sanggup Melvin?” tanya Ray.
📲“Sanggup, jadi bos akan tetap di sini?” tanya Melvin.
📲“Aku baru saja cuti, tidak mungkin aku mengambil cuti lagi, kalau kau tidak sanggup bilang, aku akan turun tangan dalam satu hari” amuk ray.
📲“tidak saya sanggup bos, saya akan segera laksanakan perintah” ucap Melvin.
📲“Melvin, kau gunakan topeng ku, dan jack yang akan menggunakan topengku, pergilah bawa beberapa anak buah yang Tangguh bersamamu” ujar Ray.
📲“Baik bos_”
📲“Melvin!” panggil ray sebelum pria itu menutup teleponnya.
📲“Ada apa bos?”
📲“Baik Ray, aku akan kembali dengan kemenangan, tanpa luka, aku berjanji Ray” kekeh Melvin, jika dia sudah memanggil ray dengan namanya tanpa embel embel bos, artinya pria itu sedang bertekad dengan ucapannya.
📲“hmm aku menunggu kalian dalam keadaan hidup, ingat kembali hidup aku tidak peduli kalian cacat atau terluka parah, harus kembali hidup!” ujar Ray.
📲“baik, aku akan langsung berangkat mala mini, sampaikan pada nona joy, aku mengambil cuti, aka nada orang yang menggantikan ku nanti” ujar Melvin.
📲“ya” jawab Ray singkat lalu mematikan teleponnya.
Ray kembali mendekati Joy yang duduk sambil asik dengan ponselnya.
“Apa yang sedang nona lakukan?” ucap Ray.
Joy menoleh pada Ray yang duduk di dekatnya, gadis itu menunjukkan layar ponselnya pada ray, “kenapa tadi lama teleponnya? Dari cewek?” selidik Joy.
Ray yang melihat layar joy langsung mengambil ponsel dari tangan Joy, hampir saja ponsel itu rusak di tangan ray karena ray emosi dengan pesan yang dia baca di ponsel joy.
“kenapa pria itu mengirim pesan seperti ini?” geram ray.
📩 Aldo : Joy tolong jangan pikirkan tentang perasaan sonia ke gue, gue gak ada perasaan dengan dia, gue cuma cinta sama elo, tolong kembali pada gue, joy
“jawab dulu, kenapa lama teleponnya?” Ucap joy.
Ray mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya pelan, berusaha menahan emosinya didepan joy, “Melvin sedang ada masalah, dia ingin mengambil cuti, tadi dia konsultasi padaku bagaimana cara mengatakan itu pada nona” ujar ray.
“kenapa tidak bilang saja padaku, aku akan mengizinkannya” kata joy.
“Dia bingung bagaimana minta izin pada nona, dia tidak tau akan pergi berapa lama, bisa sehari bisa dua hari atau bahkan sampai seminggu, makanya dia bertanya pada saya dulu” bohong Ray, dia bisa saja mengarang cerita dengan sangat cepat entah karena sudah biasa atau karena profesinya sebagai mafia yang harus bisa mengendalikan raut wajah berbohong dan tidak.
“Apa yang terjadi?” tanya Joy mulai khawatir.
“Saya tidak tau detailnya, tapi yang pasti sedang ada masalah di keluarganya, dan itu sangat mendesak” ujar Ray.
“Apa kita bisa mengantarkannya ke tempat keluarganya? Siapa tau aku bisa bantu” kata joy yang mulai percaya dengan ucapan Ray.
“tidak perlu nona, dia hanya perlu waktu untuk menyelesaikan masalah keluarganya, bisa kan nona memberi izin padanya?” tanya ray.
“baiklah, sampaikan pada Melvin, jika membutuhkan bantuan uang bilang saja padaku” ujar joy.
Ray mengelus puncak kepala joy dan tersenyum senang, “terima kasih nona, ternyata nona ku semakin dewasa dan menjadi gadis yang baik” puji Ray.
"Ayo pulang Ray" ajak joy.
"nona belum jawab pertanyaan saya yang tadi" tahan ray.
"udah gak penting itu" ujar joy acuh.
...🍒🍒🍒🍒🍒...