
“begini pak Radit, bodyguard yang sudah kami tugaskan tidak bisa ditarik lagi mau seberapa mahal pun dibayar, kami takut dikira tidak professional dalam pekerjaan kami, jika bodyguard kami mau dibayar mahal dan meninggalkan pekerjaannya sebelum kontrak habis maka banyak pelanggan yang akan berada dalam bahaya karena bodyguard nya tidak setia” jelas Al dengan lembut.
“Gak mau! Ruby mau Ray daddy! Ruby mau dia yang jadi bodyguard Ruby! Kalau tidak daddy kabulkan Ruby akan mengancam bunuh diri!” protes Ruby, menjadi anak perempuan satu satunya dalam keluarga membuat ruby selalu dimanjakan dan apa yang dia mau selalu dikasih, Ruby juga sering memanfaatkan keistimewaan sebagai satu satunya anak perempuan di keluarga sebagai senjata pamungkasnya.
“Ruby, banyak loh bodyguard yang lain, tidak usah yang itu ya sayang” bujuk mommy nya ruby.
“Gak mau Ruby maunya Ray!” teriak Ruby.
“maaf nona, kenapa harus Ray? masih banyak bodyguard lain, apa karena tidak setampan Ray?” tebak Al.
Ruby terdiam sebentar. “Bukan itu, dia sudah menghinaku! Aku tidak suka sikapnya, dan aku mau dia harus bertekuk lutut menjadi budakku!” teriak Ruby.
“Bodyguard kami bukan seorang budak, mohon maaf pak Radit, mau putri anda mengancam bunuh diri juga saya tidak bisa menarik Ray dari pekerjaannya, itu adalah professional kami dalam bekerja” ungkap Al.
“mommy ruby mau Ray!” ruby mulai terisak karena keinginannya tidak bisa dipenuhi.
“bagaimana jika saya membayar 5 kali lipat dari penjaga yang sekarang, dia pasti mau pak al” ujar Radit, ruby sudah tersenyum senang mendengar ucapan daddy nya.
Al menggelengkan kepalanya, “maaf sekali lagi, tidak bisa mau anda membayar dengan apapun, bodyguard yang sudah di tugaskan tidak bisa ditarik dari pekerjaannya kecuali dia di pecat oleh tuannya” jelas Al.
“sayang cari yang lain aja ya, cari bodyguard yang lain” bujuk mommy nya ruby sekali lagi.
“gak mau! Ruby bakal bunuh diri kalau gak dapat Ray!” protes Ruby seperti anak kecil.
Al berjalan menuju pantry dan mengambil pisau dapur yang ada di sana, “ini nona silahkan gunakan, jangan salah gores ya, nanti bisa terasa sakit bukannya mati malah tersiksa” ujar Al, dia memberikan pisau yang dia ambil kepada Ruby.
Gadis itu melotot tajam pada pisau yang diarahkan padanya, bukan hanya Ruby, bahkan kedua orang tua Ruby syok mendengar ucapan Al.
“tadi katanya nona mau bunuh diri, ya sudah lakukan aja, jangan hanya bicara, apa benar nona berani?” sindir Al, dia sudah biasa menangani anak seperti Ruby.
“lo akan menjadi pembunuh karena memberikan pisau pada gue!” pekik Ruby.
Al menggeleng dan menunjuk pada kamera cctv, “semua yang terjadi di dalam sini direkam kamera cctv, jadi jika anda mati bukan karena saya tapi karena anda sendiri yang memutuskan untuk bunuh diri, saya tidak ikut campur sama sekali”.
Ruby mengepalkan tangannya kesal, karena ancamannya gagal dan hari itu ruby pulang tanpa membawa apapun, karena Al tidak ingin para karyawannya dijadikan budak oleh ruby.
...🍎🍎🍎🍎🍎...
“Ray! Ray!” panggil Joy dari dalam kamarnya, Ray yang ada didepan kamar joy bersama Melvin, segera melangkah masuk kedalam kamar Joy.
“ya nona” jawab Ray.
“kemari” Ujar Joy sambil menepuk tempat tidur di sebelahnya yang bersih dari buku buku pelajaran, mengingat 2 hari lagi adalah UAS sekolah dan para siswa siswi memang sengaja diberi libur untuk beristirahat sebelum ujian dimulai, Joy mempelajari ulang beberapa soal soal untuk menghadapi UAS, makanya gadis itu selama liburan ada di rumah saja.
Ray segera duduk di tempat yang disuruh Joy, dan begitu Ray duduk Joy langsung membaringkan kepalanya pada paha Ray, Ray sendiri langsung mengelus elus kepala Joy yang ada di pangkuannya.
Papi nya menikah lagi dengan mami nya, padahal papi mengatakan dia sangat mencintai istri pertamanya, tapi kenapa jika dia mencintai istri pertamanya dia masih mau menikah dengan mami nya. Lalu cinta papi dan mami nya yang tidak terlihat seperti orang yang mencintai.
Ditambah mami Syntia mengatakan dia mencintai dan menyayangi joy tapi tidak pernah ada saat gadis itu butuh semua orang yang dia sayangi tidak pernah bisa memberikan kasih sayang yang dia butuhkan, joy takut ketika dia mengatakan sayang dan cinta maka kasih sayang dan cinta itu perlahan menghilang secepat dia mengakui bahwa dia sudah mencintai Ray.
“Capek, pengen happy happy ke Club” gumam Joy pelan.
Ray mengulum senyumannya, “kenapa happy happy hanya di club?” tanya Ray penasaran.
“Soalnya ada minuman yang bisa membuat kita melupakan masalah kita” kekeh Joy, dia memang mengenal alcohol dari teman temannya, dengan mabuk dia merasa melupakan apa yang sedang dia rasakan sekarang.
“nona mau ikut, senang senang versi saya?” ajak ray.
Joy menolehkan kepalanya agar bisa menatap Ray tapi masih dalam posisi berbaring di paha Ray. “Bukan hal mesum kan?” selidik Joy sambil menatap Ray dengan memicing.
Ray tertawa pelan mendengar ucapan Joy, “apa saya selalu terlihat mesum di depan nona?”
Kepala Joy bergerak naik turun, “Ray selalu ceri kesempatan untuk mencium ku, dan juga hukuman yang Ray berikan pasti tidak jauh dari Hal mesum” ujar Joy.
Ray kembali tertawa mendengar penuturan Joy, “Baiklah sepertinya saya memang tidak bisa mengendalikan diri untuk menggoda dan mencium nona, habis nona sangat cantik dan manis” aku Ray.
“Jadi, senang senang versi Ray itu seperti apa?” Joy kembali menanyakan pembahasan mereka yang tadi.
“Ayo ganti baju nona, pakai baju biasa aja jangan terlihat mewah, dan jangan pakai aksesoris yang mewah, jika perlu tidak perlu pakai aksesoris” ucap Ray.
Joy akhirnya tegak, dengan malas dia mengganti bajunya seperti yang Ray katakan.
.
“Emang boleh ya kita pergi? Nanti para pembantu akan ngadu ke mommy, dan aku dihukum lagi” gerutu Joy, dia sudah siap berganti baju.
“Tenang saja, kita perginya kabur dari sini, bukan lewat depan tapi lewat jalan yang biasanya nona gunakan untuk kabur.
“lewat jendela?!” pekik Joy tidak percaya.
Ray mengangguk, “jangan bilang nona gak pernah kabur lewat jendela” sindir Ray.
“Siapa bilang tidak pernah, tapi nanti kalau Ray dipecat gimana?”
“gak akan, selama bukan nona yang memecat saya saya tidak akan bisa dipecat, tenang saja kita tidak akan ketahuan” ujar Ray.
...🍊🍊🍊🍊🍊...