
Ray baru saja selesai mandi dan mengganti bajunya, pria itu berlari kencang menuju kamar Joy, gadis itu berteriak dan membuat sedikit kegaduhan malam malam. Joy sepertinya bermimpi buruk dan itu membuat gadis itu berteriak hingga terbangun dari tidurnya.
“bi, bisa tolong buatkan susu hangat untuk nona joy” ujar Ray pada pengasuh Joy yang ikutan naik ke lantai atas kamar joy, kamar joy memang tidak pernah dikunci karena takut terjadi sesuatu pada gadis itu di dalam kamar.
Setelah bi ati membawakan minuman yang Ray pesan, bi ati keluar dan meninggalkan Ray dan Joy di dalam kamar.
“Nona minum dulu ya” ujar Ray.
Joy hanya mengangguk dan meminum susu hangat yang sudah di buatkan untuknya.
“Gimana kalau nona kembali tidur, saya akan menjaga nona” ujar ray lembut.
Joy tidak menjawab tapi kepalanya hanya menggeleng, dia masih terduduk sambil mendekap kakinya, tampak wajah ketakutan dari sorot mata gadis itu.
Ray mendekat dan duduk di dekat Joy, memeluk gadis itu sambil mengelus kepalanya dengan lembut, “saya akan menjaga nona, jadi nona tidur saja ya, saya tidak akan kemana mana” gumam Ray.
Joy baru mau memejamkan mata sambil memeluk Ray, menjadikan tangan pria itu sebagai pengganti bantalnya, dan membiarkan ray terus mengelus punggungnya.
‘Baru sekali melihat seperti itu kamu sudah seperti ini, bagaimana jika kamu benar benar masuk ke dalam hidupku, apa kamu sanggup bertahan Joy?’ Batin Ray, sesekali pria itu mencium kening dan puncak kepala Joy.
Joy yang sudah tertidur tidak menyadari sama sekali apa yang dilakukan oleh Ray, dia hanya merasa sangat nyaman berada dalam pelukan Ray.
.
Pagi harinya Joy sedikit terkejut ketika bangun melihat Ray ada di depan matanya, pria itu sudah bangun sejak tadi, justru dia yang membangunkan Joy karena Ray terus menoel noel pipi Joy. Pria itu tersenyum manis ketika mata joy bertatapan dengannya.
“Ky__” Joy yang mau berteriak langsung di tutup mulutnya oleh Ray menggunakan mulut Ray, pria itu langsung mencium Joy tanpa memberikan ampun pada gadis itu.
“Pagi nonaku” goda Ray.
Mata Joy melotot dan gadis itu memukul dada Ray dengan kuat, “Jangan cari cari kesempatan ya! Dasar bodyguard mesum” gerutu Joy, gadis itu berusaha duduk dari posisinya yang berbaring.
Ray mengulum senyumnya, untung Joy tidak marah besar padanya, “nona loh yang memeluk saya dengan erat” ujar Ray dengan wajah yang baru bangun tidur, terlihat sangat tampan dan menggemaskan.
Joy memegangi dadanya dan mengambil bantal yang ada disebelahnya lalu langsung memukulkan pada wajah Ray, “Ray wajah kamu sangat menyebalkan! Jangan berbicara padaku menggunakan wajah itu!” gerutu Joy sambil memukul wajah Ray berkali kali.
Bukannya marah Ray malah tertawa senang itu berarti Joy sudah mulai luluh padanya walau hanya dari wajah. Joy berhenti memukul Ray melihat wajah pria itu yang tertawa membuat jantung Joy semakin berdisko. “Ray! jangan tertawa!”
Ray berhenti tertawa tapi dia tersenyum ke arah Joy. “Nona boleh melakukan apa saja pada saya, saya siap menerima semuanya” ujar Ray.
Ray terkekeh pelan, dia duduk dan mencubit gemas pipi joy, “nona pintar deh udah bisa bangun sendiri, ini bonus untuk nona”.
‘Cup’ setelah memberi ciuman sekilas pada bibir Joy, Ray langsung berlari keluar sambil tertawa kecil.
“Ray mesum!!!” pekik Joy sambil melempar bantal yang ada di tangannya, namun sayang pria yang menjadi sasaran sudah menghilang dibalik pintu.
...🍎🍎🍎🍎🍎...
Sekolah Joy sedikit heboh karena kabar kematian Tommy di sebuah mansion dimana terjadi transaksi narkoba dan perdagangan manusia, kematian tommy dan abangnya Thomas masih diselidiki oleh polisi, tidak ada jejak yang tersisa karena mansion itu kebakaran dan semua jejak yang tersisa sudah habis terbakar, bahkan jejak cctv tidak ada yang terlihat dari sekitar rumah bahkan semua cctv yang di temukan tidak memberikan bukti apapun, seperti kematian orang orang itu dilakukan oleh mereka sendiri.
Satu satunya bukti yang ada yaitu para wanita dan anak anak yang dikurung di Gudang bawah, mereka berhasil melarikan diri karena di tolong oleh seseorang, dan mereka tidak ada yang mengingat wajah penolong itu, mereka juga mengatakan bahwa terjadi peperangan di dalam genk itu tentang siapa yang memimpin, hanya satu pria misterius yang mereka lihat, setelah itu terjadi kebakaran besar, menghanguskan rumah itu.
Berita tentang perkelahian antar genk sangat meresahkan public karena rumah yang hancur itu merupakan mansion dari genk yang cukup di takuti di sana, bahkan polisi tidak berani berhadapan dengan mereka.
Mereka suka membegal orang untuk mendapatkan harta korban, menculik anak kecil dan wanita untuk dijadikan barang dagangan.
“Menurut gue mereka pantas mati, kalau mendengar kejahatan mereka” komentar salah satu siswa setelah mendengar berita yang dia dapat dari internet.
“Iya menurut gue juga gitu, tapi gak nyangka ternyata tommy itu adalah anggota genk itu, jangan jangan aldo dan Rizky juga anggota genk itu?!” celetuk siswa lainnya. Mereka semua langsung menatap Aldo, Risky dan Ruby yang sedang berduka atas kematian tommy.
“jangan sembarangan ya! Pacar gue itu pria baik baik! Mana mungkin dia anggota dari genk itu!” protes Ruby sambil menggebrak mejanya dengan kuat.
“Biasa aja Ruby! Kita kita kan cuma penasaran, kalian kan berteman cukup lama sama tommy kenapa kalian gak tau kalau teman kalian anggota genk itu” sindir salah satu teman sekelas mereka.
“kami beneran tidak tau, aku dan Rizky bahkan terkejut mendengar kabar kematian Tommy” ujar aldo. Padahal sebenarnya dia tau tommy adalah anggota genk itu dan dia serta Rizky adalah anggotanya, tapi saat itu mereka tidak ada di tempat kejadian karena memang tommy merahasiakan misi menculik Joy, dia tau Rizky dan Aldo juga menyukai Joy, rencana tommy jika dia berhasil mendapatkan joy, dia akan menggunakan joy untuk dirinya dulu setelah dia bosan akan dia oper pada aldo dan Rizky.
“Seharusnya kalian tanya Joy dan teman temannya, mereka kan juga teman dekat kami, dan yang paling sering telat serta paling nakal di sekolah kan Cuma mereka berempat” Ruby menyindir Joy dan teman temannya yang diam sejak tadi. “mereka itu suka pergi ke klub yang di datangi Tommy, jangan jangan mereka salah satu dagangan tommy” tambah Ruby.
Kini semua mata menatap joy dan teman temannya, keempat gadis itu terlihat tidak takut sama sekali, “Kami memang berteman, tapi kami tidak perlu menjual diri untuk mendapatkan uang, keluarga kami sudah kaya! Ngapain kami menjual diri, bahkan harga tasku lebih mahal dari harga diri kalian jika di jual” Ujar Joy dingin.
...🍊🍊🍊🍊🍊...
bonus pict