
Joy sedang berbaring di kamarnya, gadis itu terdiam melamun, setelah berbelanja bersama mommy syntia, gadis itu langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci dirinya di sana.
Dirinya sangat kesal saat mommy Syntia terus bercerita tentang para pria yang bisa menjadi calon suaminya, padahal dia masih 17 tahun, memang sebentar lagi dia akan memasuki umur 18 tahun, tapi dia masih muda baru lulus sekolah dan harus menikah dengan pilihan orang tuanya.
“apa aku ini boneka” gumam joy tanpa sadar. Gadis itu Lelah selalu mengikuti apa saja yang sudah di buat oleh kedua orang tuanya, jika dia tidak mengikuti maka dia akan mendapat hukuman yang berat, terakhir dia hampir mati di kurung di Gudang belakang rumah, di tempat yang sempit dan gelap tanpa makan dan minum, kalau ditanya masih ada penyiksaan seperti itu tentu saja masih, semuanya di lakukan oleh mami syntia sedang kan papi nya tidak mengetahui sama sekali tentang hukuman yang diberikan pada Joy.
‘tok tok tok’
Kepala Joy sedikit menoleh ke arah pintu yang di ketuk, dia lupa tadi mengunci pintunya, Joy sangat malas untuk tegak dan membuka pintu itu.
“Nona ini saya Ray” suara Yang terdengar tidak asing di pendengaran Joy, gadis itu langsung duduk dari posisinya yang sedang berbaring.
“Siapa?!” teriak Joy.
“Saya sudah kembali nona, ini saya Ray”.
Dengan cepat Joy berlari menuju pintu dan langsung membukanya, dan tampaklah sosok yang dia rindukan, joy langsung melompat kedalam dekapan Ray.
Pria itu menggendong Joy dan masuk kembali ke dalam kamar Ray sementara Melvin sudah berjaga jaga di pintu Luar.
Ray membawa Joy menuju tempat tidur dan duduk di sana, kedua orang itu sedang saling bertatapan melepaskan rasa rindu karena sudah 2 hari tidak bertemu.
“apa nona merindukan saya?” tanya Ray.
Kepala Joy menggeleng, berlainan dengan perasaannya dia merindukan ray tapi masih terlalu gengsi untuk mengakuinya.
“benarkah? Apa saya pergi lagi? Masih ada sisa 1 hari jadwal cuti saya” goda Ray.
Joy cepat cepat menggeleng dan memeluk Ray, membenamkan wajahnya di dada Ray, “tidak boleh pergi lagi” ujar Joy pelan.
“katanya nona tidak merindukan saya” sindir Ray.
“Ya udah Rindu” gumam Joy sambil cemberut menatap Ray.
“nampak banget terpaksa, ya udah saya balik cuti lagi ya” goda ray.
“Gak mau!” Joy langsung memeluk Ray dan mengeratkan pelukannya pada leher Ray. “Jangan pergi, jangan pergi lagi Ray”
“kalau gitu nona beneran rindu sama saya?”
“Rindu” jawab Joy cepat, kali ini dia menatap mata ray dengan lekat.
“Seberapa besar?”
‘cup cup cup’ Joy mencium pipi kiri dan kanan serta bibir Ray. “sebesar ini” ujar Joy sambil tersenyum manis pada Ray.
Ray yang mendapat ciuman mendadak langsung tertawa dan mencubit gemas pipi Joy, “masih kurang nona, mau lagi”.
“Dasar bodyguard mesum” wajah joy yang tadi tersenyum kini berubah menjadi cemberut.
“Balik lagi nih cutinya” ancam Ray sambil menahan tawanya.
“Udahkan” ucap Joy sambil sedikit menunduk karena malu, karena saat ini wajahnya berubah merah.
Ray semakin gemas dengan tingkah joy yang malu malu, Di angkatnya dagu Joy dan di dekatkannya bibirnya dengan bibir Joy, “saya akan mengajarkan caranya berciuman” ucap Ray sebelum menempelkan bibirnya pada bibir Joy.
Pria itu mulai mencium Joy, menekan tengkuk gadis itu agar ciumannya semakin dalam, lidahnya juga menyusup masuk kedalam mulut joy dan menjelajah serta membelit lidah Joy, cukup lama mereka saling berciuman hingga entah sejak kapan posisi kedua orang itu berubah menjadi berbaring, dan ray yang berada di atas joy.
Tangan Ray juga sudah menyusup masuk kedalam baju tidur yang Joy kenakan, Ray sedikit tersentak saat merasakan tangannya tidak menyentuh penutup gunung kembar, karena memang joy tidak pernah tidur mengenakan bra.
“engghhh ~ Nona tidak memakai bra?” tanya Ray pelan.
Joy hanya mengangguk dengan wajah yang memerah.
Cepat cepat Ray menarik tangannya keluar dari dalam baju Joy, dia juga cepat cepat duduk, tidak mau setan di dalam dirinya bangkit dan memakan joy yang terlihat sangat menggiurkan saat ini.
“Ray~ tidak lanjut?” tanya joy pelan, gadis itu masih berbaring di kasurnya dengan mata yang sayu, ray yang melihat itu cepat cepat menggeleng dan mengusap wajahnya dengan kasar.
“Tidak nona” tolak Ray, ada bagian dalam hatinya yang menyesal telah menolak ajakan Joy.
“padahal aku akan memberikannya jika ray mau” gumam Joy pelan. Membuat Ray langsung menatap Joy dengan mata melotot.
“Nona sudah menyukai saya?” tanya Ray cepat.
“Gak tau” jawab joy sambil menggeleng.
“apa nona akan memberikan mahkota nona pada orang yang nona tidak cintai?” ray mulai mengganti pertanyaannya.
Joy mulai mengalihkan pandangannya dari Ray, “Lebih baik kamu yang mengambil keperawananku biar aku tidak berharga lagi untuk dijual” gumam Joy pelan, tampak raut wajah sedih gadis itu.
Ray ikutan berbaring di sebelah Joy dan menarik wajah Joy untuk menatapnya, “apa nona mau lari bersama saya? Saya bisa mengeluarkan nona dari penjara emas ini”.
Joy hanya diam menatap mata Ray, tangan gadis itu sibuk mengelus bibir Ray yang menggoda.
“Nona~ apa nona mencintai saya” tanya ray sekali lagi.
Joy masih diam tidak mau menjawab pertanyaan Ray, baginya cinta itu tidak akan pernah bertahan, dia tidak mau Ray akan memanfaatkannya begitu dia mengatakan cinta, dia juga tidak mau tersakiti lagi karena cinta, karena cinta yang dia kenal selalu berakhir dengan penghinatan atau kesedihan.
“Nona~ apa nona bersedia memberikan mahkota nona pada saya” Ray kembali mengganti pertanyaannya, dia ingin joy menjawab salah satu pertanyaannya.
“Tidak bisakah kita seperti ini saja, jangan bertanya tentang cinta padaku, karena aku takut untuk mencintai siapapun ray” air mata joy mulai keluar, gadis itu mulai terisak kecil.
Ray yang melihat itu langsung memeluk Joy dan mengusap punggung gadis itu agar tenang.
“baik, jangan menangis nona, maaf aku bertanya itu, aku tidak akan bertanya lagi” ujar Ray.
Joy masih terisak sambil memeluk Ray, cukup lama gadis itu terisak hingga tertidur dalam dekapan hangat dari ray.
“tenanglah Joy, aku akan melindungimu dari keluargamu, kamu tidak akan dijual, kalaupun dijual aku yang akan mendapatkanmu, aku bersumpah demi apapun hanya kamu satu satunya wanita yang boleh ada disisiku” ujar ray pelan sambil menatap wajah joy yang tertidur nyenyak. “aku mencintaimu joy, aku tau caraku salah, tapi ini semua aku lakukan agar kamu tidak bisa lari dariku, walaupun tau profesi asliku” ujar Ray pelan.
...🥝🥝🥝🥝🥝...