
Ruby semakin malu dengan ucapan Joy, bukan hanya malu dia juga tambah marah dengan joy, karena terus menghina dirinya.
“Jadi lo mau pernikahan elo dengan tuan muda Raynald gagal? Lo mau gue sebarin tu video?” tantang Ruby.
“Ruby! Lo apaan sih! Lo ini ngakunya sahabatnya joy, kalau sahabat mana mungkin lo bersikap seperti ini, itu urusan joy mau dia bantuin elo atau enggak” bentak Icha di angguki oleh Sonia dan nanda.
“Justru karena gue sahabat gue gak mau teman gue bersikap jahat dengan pria sesempurna Raynald, joy dan Raynald itu gak cocok, joy hanya gadis nakal yang suka berbuat onar dan sudah di pakai oleh orang lain, bagaimana bisa tuan muda sesempurna itu mendapatkan joy, selama ini kalian menghina aku, tapi kenapa kalian tidak pernah menghina joy?!” balas Ruby, akhirnya dia mengungkapkan semua pemikirannya.
“baiklah, hentikan ini” sela joy, gadis itu berusaha melerai pertengkaran icha dengan Ruby, joy menatap ruby dan menunjuk ponsel ruby. “silahkan sebarkan itu, gue gak takut pernikahan gue gagal atau perlu gue telepon calon suami gue? Gue justru senang pernikahan gue gagal, jadi gue bisa bersama orang yang gue cintai” ujar joy sambil mengecup pipi Ray.
Ruby berusaha menahan diri nya untuk tidak mengusir joy, karena rencana keduanya belum juga terlaksana, Ray dan Melvin masih tampak baik baik saja, tidak terlihat kegelisahan atau kedua orang itu tampak tumbang.
“elo lebih milih bodyguard dibanding calon suami elo?!” tanya Ruby.
“bodyguard gue seganteng ini siapa yang tidak mau? Sementara tuan muda raynald tidak pernah terlihat wajahnya” balas joy acuh.
“Joy, bodyguard elo cuma mau manfaatkan kekayaan elo, sementara dia dibayar mahal untuk jagain elo, orang tua elo pasti bakal pecat dia kalau elo lebih milih dia” ruby berusaha meracuni joy dengan pemikirannya, padahal dia tidak tau raynald dan Ray adalah orang yang sama.
“Orang tua gue gak bisa pecat dia lagi, uang untuk bayar bodyguard ini sudah dikembalikan ke orang tua gue, mereka tetap bekerja karena orang yang mempekerjakan jatuh ke tangan calon suami gue, jadi gimana dong cara pecat dia, sementara itu gue udah bilang ke calon suami gue kalau gue mau selingkuh sama bodyguard gue, dan dia oke oke aja” ujar joy.
“dasar pembohong” umpat ruby.
“Ya sudah kalau tidak percaya, nih silahkan hubungi calon mertua dan calon suami gue, dan bilang kalau gue selingkuh sama bodyguard yang menjaga gue” joy menyodorkan ponselnya yang tertera nomor ponsel mommy ay dan raynald.
Ruby terdiam dan berusaha menahan dirinya sekali lagi, dia ingin obat yang diminum ray dan Melvin bereaksi.
“Udah selesaikan?! Joy bilang silahkan lo berikan foto atau video apapun itu ke orang orang jadi lo gak bisa minta tolong ke joy lagi, jadi urusan elo sama joy udah kelar kan?” bentak Icha sedikit mengejutkan ruby.
Karena Ruby masih berusaha menahan amarahnya, “baiklah, kalau gitu gimana kita bersulang untuk penyelesaian ini, joy tolong minum karena gue udah berusaha mengalah itu juga bukan alcohol” ujar ruby.
“kenapa kamu memaksa?” Ray yang sejak tadi diam kini angkat bicara.
Ruby mulai tampak pucat melihat wajah mengerikan ray. “Gu-gue tidak memaksa, gue hanya mau sebuah penyelesaian saja, bukankah terlihat aneh jika penyelesaian ini tidak diakhiri seperti ini” bohong Ruby.
“Justru aneh karena kamu memaksa joy minum sejak awal dia datang? Kenapa ? kalian ingin melihat gadis ku seperti apa ? oba tapa yang kalian masukkan ke dalam sini?” sindir ray.
“Obat? Obat apaan? Aku tidak ada memasukkan obat apapun” bela ruby dengan sedikit panik.
Ray mengangguk pelan mengambil gelas berisi jus jeruk dan minuman alcohol yang tadi hanya dia cicipi.
“kalau tidak ada obat yang kalian masukkan silahkan minum ini” Ray menyodorkan gelas berisi jus jeruk pada Ruby dan gelas berisi minuman alcohol pada Aldo. “Ayo diminum” ulang ray sekali lagi.
Kini mata Sonia dan icha memicing menatap ruby dan aldo.
“Kalian mau menjebak joy?!” seru Sonia dan icha bersamaan.
“Gak ada!” bantah Ruby.
“Iya minum!” tambah icha.
Sementara Joy tampak pucat mendengar ada obat yang dimasukkan ke dalam minumannya, gadis itu langsung menatap Ray dengan wajah cemas. “yang! Tadi kamu minum minuman aku, kita ke rumah sakit ya” ujar joy panik.
“kalau benar aku masukkan obat ke dalam minuman joy, kenapa bodyguard joy baik baik aja, dia tadi yang minum minuman joy” ujar Ruby berusaha mencari cara agar dia tidak meminum minuman itu.
“benar! Buktinya bodyguard joy baik baik aja” tambah Aldo. Waktu 30 menit yang mereka tunggu sudah berlalu tapi reaksi obat yang mereka harapkan juga tidak muncul dari Ray dan juga Melvin.
“Udah minum aja, susah banget! Kalau elo berdua menolak minum, berarti emang ada obat yang kalian masukkan ke dalam minuman joy!” sentak Icha dengan nada tinggi.
Ruby melihat waktu yang sudah berlalu lalu kedua orang yang tampak terlihat baik baik saja, dia akhirnya mengangkat gelasnya dan meminum seteguk jus jeruk milik Joy, aldo yang melihat itu juga sama, dia meminum minuman milik Ray.
“Liat kan! Gue baik baik aja!” bentak Ruby, setelah berhasil meminum jus jeruk itu.
“Kita tunggu saja beberapa menit lagi” ujar Ray sambil tersenyum misterius.
“Apa maksud elo?” tanya aldo tanpa sadar.
“Reaksi obat itu biasanya sesudah beberapa menit diminum, bukan baru diminum, Ahhh kalau kalian mengharapkan aku kenapa kenapa, mohon maaf itu tidak akan terjadi padaku, ayo kita pergi” ray mengajak joy dan teman temannya pergi dari tempat itu.
Walau penasaran dengan apa yang terjadi, Sonia dan icha tetap mematuhi perintah Ray untuk pergi dari ruang VIP itu.
.
“Yang, benaran kamu gak apa?” tanya joy yang mulai terisak.
“Iya kakak gak apa?” tanya nanda, icha dan Sonia yang terlihat cemas dengan Ray.
“gak apa, aku dan Ray itu sudah biasa minum racun dan berbagai macam obat jadi gak apa” celetuk Melvin.
“kalau minuman joy dimasukkan obat bagaimana dengan minuman kita?!” sontak Sonia sedikit ketakutan.
“gak apa, sepertinya itu obat perangsang, yang diberikan hanya Melvin, aku dan joy” ujar Ray.
Nanda langsung menatap Melvin dengan mata melotot, “kakak gak apa? Bukannya kata orang kalau di kasih obat perangsang kalau gak disalurkan bakalan meninggal ya?” pekik nanda tertahan.
“yang! Kamu kok abisin minuman aku kalau tau disana ada obatnya! Ayo ke hotel sekarang!” pekik joy kesal.
“mau apa joy?” tanya icha dan Sonia serentak.
“kalian gak dengar kata nanda kalau gak disalurkan bakalan meninggal?! Gue gak mau ya calon suami gue meninggal, belum juga lepas kep*raw*nan udah mati aja calon suami gue” omel Joy.
...🍌🍌🍌🍌🍌...