
“Simba!” teriak Ray saat dia berada di halaman belakang rumahnya. Dari jauh terlihat seekor singa dewasa berlari menerjang Ray, seperti seekor kucing singa itu menjilat jilat wajah Ray dan mengelus elus pria itu dengan sangat senang. “kau senang bertemu denganku” kekeh ray sambil mengelus elus perut rimba.
‘nggaauuuu’ aum simba si singa jantan yang Ray pelihara. Sebenarnya singa yang dipelihara Ray bukan hanya simba masih banyak yang lainnya tapi hanya simba yang paling disayang oleh ray.
“ada yang mau bertemu denganmu, dia akan menjadi mama mu, dia wanita yang sangat cantik dan menggemaskan” Ray mulai bercerita dengan singa peliharaannya itu. “haruskah kita bermain sebentar?” tanya Ray pada simba.
‘ngaaauuu’ seperti mengeri dengan ucapan Ray, sing aitu tegak dan mulai berjalan mengikuti Ray yang mulai berjalan ke arah hutan.
‘nggiiiiiiiik’ dari arah atas seekor elang berbadan besar datang dan hinggap di atas tanah.
“hai ella lama tidak bertemu, mari kita berburu sekarang” ujar Ray pada ella si burung elang.
Rumah Brian yang memang berada di pinggir desa lebih tepatnya sangat sulit untuk memasuki wilayah mansion mewah keluarga brian, banyak hutan dan pegunungan yang harus dilewati, ray yang berjiwa bebas sering berburu kijang atau rusa yang ada di hutan bersama singa dan elang miliknya, itulah permainan yang paling mereka sukai, terkadang mereka juga berburu manusia lebih tepatnya para penjahat yang berniat mengancam nyawa keluarganya dijadikan mainan oleh ray untuk menjadi korban para hewan buas miliknya.
.
“Aldo selamat ulang tahun” ucap Sonia sambil memberikan sebuah kotak kecil berisi jam tangan pada aldo.
“ya makasih” jawab aldo acuh dia hanya mengambil kado itu dan melemparkannya ke dalam kotak yang berisi penuh kado kado yang dibawa oleh teman temannya.
“hai Sonia, tumben lo Cuma datang berdua dengan icha, mana teman elo yang pengen mengambil aldo milik gue” Ruby tiba tiba muncul dan bergelayut manja pada lengan Aldo.
“sayang sekali, joy udah gak tertarik lagi dengan aldo, dia sudah punya yang lebih tampan dan lebih kuat untuk melindunginya jadi aldo untuk elo aja, do gue pesan minuman ya!” seru icha sambil berlalu meninggalkan Sonia, aldo dan Ruby di sana.
“Apa maksud dia?”ujar Ruby tanpa sadar.
“Joy tidak suka dengan aldo lagi, gue udah ngajak joy kesini, tapi dia tidak mau, dia lebih suka bermain bersama bodyguardnya, dibanding mengejar aldo” jelas Sonia.
“dia menyerah?” ulang ruby, gadis itu tampak terkejut dengan penjelasan Sonia.
“Iya dia menyerah, dia lebih suka bodyguard nya dibanding dengan aldo” ujar Sonia dengan menunjukkan senyuman manisnya.
“Wahhh seleranya rendah banget ya yang, masak kamu digantikan dengan bodyguard, jelek banget selera Joy, bagus lah kalau dia menyerah” ujar ruby, diam diam gadis itu mengepalkan tangannya kesal karena dia tidak berhasil mendapatkan apa yang dia mau, dan sekarang Joy menyerah dengan apa yang satu satunya menjadi keunggulan dirinya.
Ruby selama ini membenci Joy karena Joy selalu menjadi nomor satu dalam hal apapun, dan hanya aldo yang membuat dia bangga karena Joy yang mencintai aldo, malah dia yang mendapatkan, ruby sangat senang melihat wajah Joy yang sedih dan tersiksa, dia sengaja bermesraan dengan aldo agar joy sering mabuk mabukkan dan frustasi, tapi tetap saja walau gadis itu sering mabuk mabukan Joy tidak pernah tergeser dari posisi nomor satu di sekolahnya.
.
“hai icha” sapa ilana sambil melihat ke belakang icha yang baru sampai di meja bartender. Ilana sudah berkenalan dengan Icha dan Sonia saat mereka ada di club waktu itu, yang pastinya setelah Joy dan nanda pergi.
“Hmmm hai” jawab icha acuh.
“mana teman teman yang lain?” tanya Ilana sambil tersenyum bersahabat.
“Ada di belakang” jawab Icha acuh.
“satu vodka!” teriakan Sonia terdengar dari belakang Icha. “Gue kesal banget liat si Ruby, dia terlalu menyebalkan” gerutu Sonia lagi sambil mengambil vodka yang dia pesan.
“Itu alkoholnya tinggi banget neng, yakin sanggup nahan? Ntar lo di raba raba orang langsung oke aja di bawa ke hotel” celetuk icha.
“tinggal minta bayaran, dan gue gak mau sama orang biasa, gue butuh orang berduit hahahha” kekeh Sonia, dia dan icha memang biasa membahas hal dewasa seperti layaknya obrolan biasa.
“dasar sinting” balas icha sambil kembali menikmati minumannya.
“hmm maaf mana teman yang lain?” ilana kembali menepuk bahu icha dengan pelan membuat gadis itu kembali sadar ilana masih ada di dekat mereka.
“semua yang ada di sini teman gue, lo cari siapa?” ujar Icha ketus.
“Itu joy dia tidak datang?” ujar Ilana to the point.
Icha dan Sonia saling bertatapan lalu mereka berdua tertawa keras, melihat penampilan ilana yang terlihat seperti anak yang baru puber. “cari sana ke rumahnya, dia gak mau datang kesini”
“kenapa?” tanya ilana terlihat gadis itu terkejut dengan ucapan icha barusan.
“Ya mana gue tau, dia gak mau datang karena apa, suka suka dia dong” sindir Icha.
“Heran gue makin banyak aja penggemarnya bodyguard joy, kalau elo mau tu bodyguard siapkan uang milyaran rupiah agar dia mau menjaga elo” ledek Sonia.
...🍎🍎🍎🍎🍎...
“melvin~ kapan Ray kembali~” rengek Joy. Baru 2 hari ditinggal oleh Ray, gadis itu sudah merasa bosan dan rindu dengan Ray.
“Besok Ray akan kembali nona, nona tenang saja” jawab Melvin dengan lembut.
“Lama banget gak bisa se_” ucapan Joy terhenti karena pintu kamar nya tiba tiba terbuka. “Mami!” teriak joy tanpa sadar memanggil nama orang yang membuka pintu kamarnya.
“Joy ayo ikut mami! Kita harus siap siap cari baju yang super mewah untuk memperkenalkan mu pada kalangan atas” Mami syntia berjalan menuju kamar ganti Joy dan melemparkan baju yang harus joy kenakan.
“Maksud mami apaan?” tanya joy kebingungan.
“kamu sudah 17 tahun beberapa minggu lagi kamu ulang tahun yang ke 18 dan kamu juga sudah lulus SMA, sekarang adalah debut mu menjadi putri bangsawan keluarga Stuard, mami akan mengenalkan mu dengan para teman bisnis papi kamu, jadi siap siap kita akan membeli baju baru yang bagus dan elegan untuk kamu kenakan di acara pesta nanti” ujar mami Syntia.
“Pesta siapa mam, ulang tahun joy masih beberapa minggu lagi ulang tahunnya”.
“Pesta keluarga Marcello, itu adalah ulang tahun perusahaannya, dan hanya orang Kalangan atas yang diundang, jadi mami harus mempersiapkan kamu untuk berperang” ujar mami syntia.
“Apa papi setuju?” tanya joy, karena selama ini gadis itu tidak pernah di ajak pergi ke pesta, untuk melindungi dirinya dan juga merahasiakan identitasnya.
...🍒🍒🍒🍒🍒...