Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
75. Alasan Pingsan



Setelah meletakkan Nanda di kamar milik Ray, kini giliran Melvin yang diintrogasi oleh Joy, Ray sendiri mengulum senyumnya melihat Melvin yang serba salah, karena dia tau Nanda tidak mungkin pingsan sendiri, Ray sudah mengetahui apa yang dilakukan Melvin di rumah nanda dan dia yakin kalau sudah ada pertumpahan darah, Melvin tidak akan berhenti jika semua orang yang menjadi lawannya mati, atau ada yang menghentikannya, hanya ada dua orang yang dapat menghentikan Melvin jika sudah dalam mode psikopat nya, satu Ray dan yang kedua bunda nya sendiri, selain itu tidak akan ada yang bisa menghentikan ulah gilanya.


Ray yakin sekali kerjaan para anak buahnya belum selesai, hanya dalam beberapa jam, dari sana Ray bisa ambil kesimpulan nanda pingsan hanya ada dua kemungkinan pertama Melvin yang membuat gadis itu pingsan dan yang kedua dia pingsan karena terkejut ada banyak orang yang datang kerumahnya sedang membersihkan darah darah sisa dari para mayat yang dibunuh Melvin.


“Sekarang katakan kenapa nanda bisa pingsan?” Tanya joy dengan mata menyelidik ke arah Melvin.


Melvin masih bingung alasan yang akan dia buat untuk membohongi Joy, sempat beberapakali pria itu memberi kode pada Ray tapi bos mafia itu hanya mengedikkan bahu dan menyembunyikan tawanya di balik senyuman.


“Saya tidak tau kenapa sahabat nona pingsan, tiba tiba dia pingsan di hadapan saya saat kami mau jalan ke apartemen saya” bohong Melvin.


Ray memiringkan kepalanya dan menutup mulutnya agar tidak ketahuan sedang menahan tawa.


Wajah joy yang tadinya biasa langsung berubah marah, “Loh kok gak tau! Nanda itu yang paling kuat diantara kami, dia yang paling jarang sakit, gak mungkin banget dia bisa pingsan tanpa sebab” amuk Joy karena jawaban yang diberikan oleh Melvin.


“saya benaran nona, apa nona tau sahabat nona sedang dalam masalah? Mungkin karena itu dia pingsan” ungkap Melvin.


“Masalah? Emang masalah apa?” tanya Joy, gadis itu akhirnya berhenti marah dan mulai mengontrol emosinya.


Melvin kini bisa bernafas lega karena dia sudah bisa mendapat alasan kenapa nanda pingsan. “Sahabat nona selama ini tinggal sendiri dirumah besarnya, tidak ada pembantu atau satpam yang menjaganya, itu semua karena dia hampir di lecehkan oleh satpam rumahnya, dan sejak itu dia mengusir semua asisten rumah tangga beserta satpam dari rumahnya, apa nona tau itu?” Tanya Melvin.


Joy melotot dan menutup mulutnya yang baru saja menganga lebar karena penjelasan Melvin, dia memang tidak tau masalah yang sedang di hadapi oleh sahabatnya, karena nanda orang yang sangat jarang menceritakan masalahnya, gadis itu selalu terlihat tidak ada masalah, apa lagi ini masalah pelecehan, dimana keempat gadis itu paling anti dengan yang namanya pelecehan, semua karena Sonia yang pernah diperkosa sama ayah tirinya, sejak itu keempat gadis itu saling menjaga dengan cara mereka sendiri.


Menjadi gadis nakal adalah salah satu bentuk perlindungan diri mereka, dengan berpura pura menjadi gadis rusak dan nakal, maka ketertarikan orang orang pada mereka akan berkurang, mereka memiliki cara mereka sendiri untuk melindungi diri mereka, karena tidak ada orang tua yang mengajarkan mereka tentang cara melindungi diri, para orang dewasa di dekatnya hanya bisa memberikan contoh yang tidak baik, maka dari itu keempat gadis itu melindungi diri dengan cara apa yang menurut mereka berhasil di lakukan.


“Kamu bohongkan?” tanya joy, mata gadis itu sudah mulai berkaca-kaca, tidak bisa membayangkan bagaimana takutnya nanda saat akan dilecehkan, pada siapa dia meminta pertolongan dan gadis itu terlihat tidak ada masalah sama sekali.


“saya tidak bohong nona, silahkan nona tanya pada sahabat non ajika dia bangun nanti, saya membawa dia kesini karena khawatir para pekerja yang dia berhentikan itu datang lagi dan melukai sahabat nona, walau dia bisa melindungi dirinya sendiri, tetap saja perempuan kecil tidak bisa melawan banyak pria yang mendatanginya” ujar Melvin dengan tenang, padahal para pria yang di takutkan itu tidak akan bisa datang lagi kecuali dalam wujud hantu.


“jadi dua koper besar tadi adalah koper nanda?” tanya joy yang mulai percaya dengan ucapan Melvin.


“Ya, itu adalah koper sahabat nona, lebih aman tinggal di apartemen milik saya, karena gedung apartemen ini memiliki system penjagaan yang ketat, dan tidak akan ada yang bisa melukai sahabat nona, tapi jika di rumahnya saya tidak yakin sahabat nona akan selamat” jelas Melvin.


“baiklah kita tunggu dia sadar, aku akan ke kamar dulu” ujar Joy lesu.


“sayang gimana makannya? Kamu gak mau makan?” tanya Ray lembut.


“nanti aja bareng sama nanda, aku udah gak lapar” ujar Joy.


.


“Jadi kamu apakan gadis itu?” tanya ray dingin.


“Buat pingsan dengan menekan titik saraf di belakang lehernya” jawab Melvin dengan jujur.


Pria itu memang membuat nanda pingsan karena tidak mau nanda tau apa yang telah dia lakukan di rumah gadis itu.


🥭Flashback ON🥭


Beberapa jam kemudian Nanda sudah berhasil membereskan sebagian besar barang barang yang dia butuhkan untuk tinggal di apartemen milik Melvin.


“yakin ini saja yang akan dibawa?” tanya Melvin berusaha menahan nanda agar jangan keluar dulu dari kamarnya karena dia yakin bau cairan pembersih darah masih tercium diluar sana dan lagi para anak buah Ray belum memberikan kabar padanya bahwa mereka sudah selesai membereskan kekacauan yang dia buat.


“iya kak, kenapa emangnya?” tanya nanda.


“Yakin gak ada barang yang ketinggalan?” tanya balik Melvin.


“yakin kak, aku bukan mau pindahan kok, gak mungkin aku bawa semua barangku” jawab Nanda.


“yang warna pink dan merah tadi udah di bawa kan? Coba cek ulang siapa tau lupa bawa” goda Melvin.


“kak~ udah dong bercandanya, gak lucu kak, ayo cepat kita pergi” ajak nanda.


Melvin akhirnya mengangguk dan mulai berjalan mendekati nanda, dan saat nanda lengah Melvin langsung menekan titik di leher nanda dan membuat gadis itu langsung pingsan. “maaf ya, aku tidak mau kamu takut melihat sosok asliku” gumam Melvin pada nanda yang sudah memejamkan matanya.


Pria itu menggendong nanda dan keluar dari kamar itu, dilihatnya memang masih banyak anak buah Ray yang masih mengepel dan merapikan barang barang yang hancur, memang sudah tidak ada mayat lagi tapi bau alat pembersih darah dan yang lainnya masih tercium menyengat sekali.


“tolong ambilkan dua buah koper di dalam kamar dan letakkan ke dalam mobilku” ujar Melvin memerintah salah satu anak buah ray.


“Baik” jawab beberapa orang dan segera menjalankan perintah Melvin.


🥭Flashback OFF🥭


...🍋🍋🍋🍋🍋...