Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
76. Syarat



Beberapa jam kemudian nanda yang tadinya masih terpejam kini akhirnya bangun, gadis itu menatap bingung ruangan tempat dia berada karena dia tidak ingat bagaimana bisa dia ada di sana.


“kamu udah bangun nan? Gimana keadaanmu sekarang?” tanya joy sedikit panik.


“Joy? Kok kamu ada di sini? ini dimana?” Nanda melihat sekeliling kamar yang tidak dia kenali itu.


“kata Melvin kamu pingsan, apa benar?” bukannya menjawab pertanyaan Nanda, joy malah balik bertanya pada nanda.


Nanda kembali berusaha mengingat kejadian sebelum dia tidak sadarkan diri. Dan dia tidak mengingat apapun itu dia hanya ingat dia jalan dan setelah itu dia tidak mengingat apapun lagi.


“Aku gak tau joy tiba tiba aku udah ada di sini aja, tapi ini dimana? Apa kak Melvin yang panggil kamu kesini karena aku pingsan?” ujar nanda akhirnya dia hanya mengangguk dengan patuh atas apa yang dikatakan oleh Melvin tentang dirinya yang pingsan.


Kepala joy menggeleng pelan, “aku tau karena apartemen milik Ray ada di depan apartemen milik Melvin dan saat aku lihat, melvin sedang menggendong kamu yang tidak sadarkan diri, dia mirip penculik, jadi aku cemas dan paksa dia bawa masuk kamu ke apartemen milik Ray” jelas Joy.


“kak Melvin gak culik aku, joy~ justru dia_” nanda langsung menghentikan ucapannya dan menutup mulutnya, “itu artinya kamu tau kenapa aku pindah ke apartemen kak Melvin?” lanjut nanda setelah sadar dari penjelasan joy.


Kini kepala joy mengangguk pelan, “kok kamu gak cerita ke aku sih nan? Kalau ada masalah seperti itu? Kamu gak anggap aku teman kamu? Kenapa kamu sembunyiin semuanya? Kamu selalu terlihat bahagia dan ceria aku, nia dan icha gak tau sama sekali masalah kamu, selama ini kami selalu cerita semua masalah kami, tapi kenapa kamu gak mau cerita?” gerutu joy, dia mulai terlihat sedih karena nanda yang selama ini dia kenal tidak mau berbagi cerita dengannya.


Nanda membalas ucapan joy dengan senyuman, “Kenapa kamu marah? Aku gak apa kok, kamu tau sendiri aku kuat, tidak seperti kalian bertiga, lagian kalian sudah punya masalah kalian sendiri sendiri aku tidak mau membebani kalian dengan masalahku, lihat” Nanda merentangkan tangannya untuk memperlihatkan tubuhnya, “gak ada yang berubah dariku kan? Aku baik baik saja tidak ada yang berubah dariku, jadi jangan diungkit lagi ya” ujar nanda sambil mencubit gemas pipi Joy.


“Tapi tetap aja, kamu itu cewek, gimana kalau para pekerja di rumahmu Bersatu untuk mengerjai mu?! Kamu gak boleh tinggal sendiri di rumah itu” seru Joy sedikit kesal.


“iya iya, aku kan sekarang pindah di apartemennya kak Melvin, jadi aku aman dong, dia kan bodyguard kamu” ujar nanda.


Tiba tiba saja Joy tersenyum cerah karena otaknya baru saja memikirkan ide brilian, “Ahhhh aku dapat ide brilian!” seru Joy.


“ide apaan?”


“Mulai sekarang Melvin akan menjagamu” seru joy.


Nanda langsung melongo mendengar ucapan joy, “Kamu apaan sih joy! Dia itu bodyguard kamu, daddy kamu udah bayar dia buat jadi bodyguard, kok malah jagain aku?” protes nanda.


“Udah terima aja, tadi kamu bilang dia bodyguard aku kan?? Berarti suka suka aku mau dia bekerja menjaga siapa kan?? Terima aja nasib dan berterima kasih padaku bisa dekat dekat Melvin, jadi jangan banyak protes” ujar Joy sambil tegak dari tempat dia duduk.


“Woiii joy! Mau kemana, Woiii!! Tu anak kalau udah punya keinginan gak bakal bisa di bantah” keluh Nanda sambil perlahan turun dari tempat tidur.


.


Joy langsung duduk dipangkuan Ray begitu keluar dari kamar milik Ray. Gadis itu tersenyum manis dan mengedipkan sebelah matanya pada ray.


“apa yang kamu inginkan sayang?” tebak Ray.


Melvin yang berada di depan mereka berdua langsung takjub dengan Ray yang bisa membaca gerak gerik Joy.


“Joy! Hentikan, aku gak apa kok” seru Nanda yang baru keluar dari kamar milik Ray.


Joy mengacuhkan nanda dan kini mencium bibir ray dengan cepat. “boleh ya Melvin jadi bodyguard Nanda untuk beberapa bulan?” pinta Joy sambil menatap ray dengan mata memohon.


“gak usah kak, kak Melvin itu udah dibayar untuk jagain Joy, dia yang paling banyak yang mengincar, bisa bahaya kalau kak Melvin gak jagain joy” ujar nanda sambil duduk di sebelah Melvin dan menatap Ray.


“Please sayang~ sayang kan bisa jagain joy sendiri masak bodyguard ma- special joy gak bisa jagain joy sendirian, pleaseee~” joy hampir saja kelepasan mengatakan mafia, karena ada nanda Gadis itu cepat cepat meralat ucapannya.


Ray mengulum senyumnya dan mencubit gemas pipi joy.


“Kak jangan mau dirayu oleh joy, hidup joy lebih bahaya dari hidup nanda, jadi jangan terima kak” ujar nanda.


“emang kamu gak mau aku jaga?” celetuk Melvin tiba tiba.


Kepala Nanda langsung menoleh menatap Melvin.


“bu-bukan gak mau, tapi kan kakak memang ditugaskan untuk jaga Joy nanti kalau joy kenapa napa, aku yang disalahkan” jelas Nanda secara lembut, takut Melvin akan tersinggung dengan ucapannya.


“sayang~ please” pinta joy sekali lagi dengan kedipan mata nya.


Ray mendekatkan wajahnya pada telinga joy, “mulai sekarang harus panggil aku sayang, jangan panggil nama lagi” ujar ray.


“hmmm, tapi kan ray jadi bodyguard biar bisa jagain joy di kampus, gimana kalau joy panggil sayang sama bodyguard joy” tanya joy sambil berpura pura sedih.


“Bodyguard ini siap menjadi selingkuhan tuan muda Raynald” ujar Ray.


“Gak mau, nanti tuan muda Raynald bisa menghukum ku sangat parah, kamu tau dia itu saaaaaanngggaaattt mesum, hukumannya pasti sangat mengerikan” canda joy.


“tidak akan dihukum aku akan bilang ke tuan muda raynald biar kamu tidak dihukum” ujar ray.


“kalian berdua gila, bukannya tuan muda Raynald dengan bodyguard Ray itu satu orang yang sama” celetuk nanda.


Joy menoleh dan menatap nanda dengan berpura pura kesal, “iya kan aja, ini lagi negosiasi, kalau gak aku bisa dihukum sangat berat” ujar Joy. Gadis itu kembali menatap Ray dan tersenyum semanis mungkin, “sayangku, boleh ya??”


“Hmmm, boleh”


“yeessss!!” sorak Joy dengan senang.


“tapi ada syaratnya”


Wajah joy yang tadinya bahagia langsung berubah murung , “apaan syaratnya”.


“Pertama, panggil aku sayang jangan panggil nama” ujar Ray sambil mengangkat tangannya menunjukkan angka satu.


“baiklah, tapi hanya saat orang orang yang mengenal ray sebagai tuan muda Raynald, tapi jika ada yang tidak mengetahui sosok asli tuan muda raynald aku akan memanggil ray” ujar joy.


“Baik, dan syarat yang kedua” ujar Ray lagi.


“Masih ada?? Banyak amatt” protes Joy.


...🍐🍐🍐🍐🍐...