
Sesi hukuman sudah selesai, sekarang hanya ada daddy brian, mommy ay, Ray dan Joy di ruang keluarga, mereka sedang membahas tentang kondisi joy sekarang.
“Mom, dad boleh gak joy minta jangan kasih tau keluarga joy tentang keberadaan joy saat ini” pinta joy.
Mommy Ay dan daddy brian saling tatap karena kebingungan, “kenapa sayang?” tanya mommy ay dan daddy brian serentak.
Bukan hanya kedua orang tua Ray, ray juga ikutan bingung dengan keputusan joy, bukankah mereka sudah saling terbuka, dan berarti sekarang pembicaraan tentang pernikahan, tapi gadis itu ingin bersembunyi dulu dari keluarganya.
“Joy ingin tau sampai berapa lama mereka sadar Joy tidak ada di rumah, dan apa yang terjadi pada joy, mereka masih mementingkan pekerjaan mereka atau joy yang menjadi anak mereka sendiri” lirih joy.
“mommy sih boleh boleh aja, jika kamu mau sembunyi untuk alasan itu, tapi kamu yakin? Mommy dan daddy menyambut mu ke dalam keluarga ini, mommy gak masalah dengan keluargamu yang seperti itu, jangan berpikir mommy menolak kamu karena keluarga kamu, yang mommy bawa masuk kedalam keluarga ini adalah kamu, mereka tidak akan bisa mengatur kamu lagi sayang” ujar mommy ay memberi sedikit pengarahan.
“Iya sayang aku ingin kita secepatnya menikah” tambah Ray yang sudah nampak kebelet nikah.
Mommy ay memicing tajam pada Ray, “RAY! anak gadis orang belum siap untuk menikah! Jangan dipaksa paksa” peringat mommy ay.
“usaha mom, siapa tau diterima” kekeh Ray.
“Joy mau menikah tapi saat keluarga joy ada disini semuanya” ujar joy tiba tiba.
‘Sial! Kenapa aku kirim mereka semua ke luar negri dengan waktu panjang’ batin Ray mengumpat.
Daddy brian yang melihat anaknya malah tertawa mengasihani putranya yang teah salah mengambil keputusan.
“ya sudah, daddy akan membiarkan joy memutuskan sendiri” putus daddy brian
Mommy ay angkat tangan, “mommy juga setuju, jadi harap menunggu mertuamu untuk menikah Ray, dan jangan mengambil jalan pintas Ray” ancam mommy ay di akhir kalimatnya. Dia tau otak Ray, bisa saja putranya itu mengambil jalan pintas dengan menghamili joy lebih dulu, dengan begitu mau tidak mau dia akan langsung dinikahkan dengan Joy.
“makasih mom, dad” ucap joy tulus, gadis itu sangat berterima kasih dengan mommy ay dan daddy brian yang sudah menganggap dirinya seperti putri sendiri, bahkan joy lebih disayang dari ray.
“Tapi sayang sepertinya kamu harus kabari teman temanmu dulu deh, mereka tampak cemas gak bisa menghubungimu sejak kemarin” sela Ray saat melihat pesan masuk dari ponselnya, kebetulan saat loncat dari mobil, ponsel ray dan Melvin ada di saku mereka masing masing sedangkan joy ada dalam tasnya, dan tas itu tidak terbawa saat mereka loncat jadi sudah dipastikan terbakar bersama mobil mereka.
Joy melotot tidak percaya dengan apa yang dia dengar, dia lupa kalau dia akan ke puncak bersama sahabat sahabatnya, dia juga tidak tau setelah kepergian dia dari sana Kawasan disana menjadi macet dan tidak bisa dilewati selama seharian penuh.
“Mereka saat ini sedang menangis di rumahmu, keluargamu tidak bisa dihubungi, dan sampai sekarang mereka masih di sana” ketiga sahabat joy memang baru mengetahui tentang kecelakaan joy, tapi mobil itu ditemukan tanpa adanya mayat di dalam sana, jadi ketiganya masih berharap joy hidup dan bisa memberikan penjelasan pada mereka.
“Ayo kita ke rumah sekarang” seru joy panik.
“Tapi katanya tidak mau ketahuan sama keluargamu” ujar Ray.
Joy kembali duduk dengan lesu, “jadi harus bagaimana dong?” lirih joy.
“Bawa saja teman temanmu kesini, mommy juga pengen kenalan sama mereka” usul mommy Ay.
Joy tersenyum manis pada mommy ay, ”makasih mom, ayo ray cepat bawa mereka ke sini” desak Joy. Walau teman temannya pada nakal, mereka sangat menyayangi joy, dulu mereka yang sering melindungi joy jika sedang dihukum, mereka sembunyi sembunyi untuk menolong joy.
“baiklah, tapi kasih hadiah dulu” ujar Ray sambil menunjuk bibirnya yang minta dicium.
“Mom, yang anak kandung mommy sebenarnya siapa sih?” protes Ray.
“Masih melawan abang?” tanya mommy ay sambil mengangkat sendal yang tadi sempat menempel pada bibir Ray.
Ray cepat cepat menggeleng dan menghilang dari sana, takut sandal yang entah dari mana asalnya menempel pada bibir indahnya.
...🍆🍆🍆🍆🍆...
Sekitar satu jam kemudian 3 orang teman joy akhirnya datang mereka langsung menangis memeluk Joy, mata ketiganya sudah bengkak karena semalaman menangis, sementara joy hanya bisa tertawa mengejek teman temannya.
“lucu banget muka kalian” kekeh Joy.
“Lo gak tau bagaimana paniknya kami saat dengar mobil yang masuk ke dalam jurang itu adalah mobil milik kamu” lirih nanda.
“aku sampai turun ke jurang dan berteriak itu adalah teman kami! Untung saja tidak ditemukan mayat di dalamnya, kalau tidak akan kami maki maki tu polisi!” umpat Icha.
“kok polisinya yang di maki cha?” kekeh Joy.
“iya habisnya kerjanya gak benar” ujar icha polos.
“jadi gimana ceritanya kamu bisa selamat joy?” tanya Sonia yang sejak tadi tidak bicara.
Joy menatap keseliling nya yang kosong tidak ada orang selain dirinya dan teman temannya, “Aku dibawa loncat dari mobil oleh bodyguard ku, makanya aku bisa selamat” terang joy.
“Loncat?? Seperti yang di film film itu?” pekik nanda tidak percaya.
“Iya, tapi aku gak tau gimana prosesnya, yang Taunya udah sampai bawah aja” jelas joy.
“lah kok bisa?” ujar ketiga sahabat joy serentak.
“Bisa dong, orang aku di tutupi pakai baju dan jaket milik ray sebelum terjun, soalnya Ray takut aku terluka jadi dia melindungi ku, tapi dia yang terluka gara gara aku” kata joy terlihat sedih.
Mendengar cerita joy yang menceritakan bodyguardnya masih banyak tanda tanya di kepala teman temannya, “Kalau gitu ini rumah siapa joy? Kok bisa kamu disini bukannya ke rumah kamu?” tanya Nanda.
“Ini rumah tunangan aku, aku memang sengaja tidak pulang ke rumah mau tau sampai berapa lama keluarga aku tau aku menghilang, dari hasil penyelidikan, ada yang memutuskan rem mobil dan menjebak aku agar kecelakaan dan mereka bisa menculik ku, tapi mereka tidak tau mobil yang mereka putuskan remnya malah meledak, jadi rencana mereka gagal” jelas Joy yang memang sudah di jelaskan sedikit tentang insiden yang terjadi, tapi dia tidak tau kalau para penjahat sudah dihabisi oleh daddy Brian.
“kenapa kamu bisa ada di rumah tunangan kamu? Tunangan kamu tidak tau ada masalah ini kan? Ini bisa kesempatan buat kamu lari bersama bodyguard kamu joy, aku tau kamu cinta sama dia, tapi sayangnya kamu sudah di tunang kan dengan orang lain” ujar Nanda.
Joy tertawa pelan lalu mengelus tangan sahabatnya, “tenang saja, tunangan aku itu adalah bodyguard ku” ujar Joy.
Saat itu juga tiga sahabat joy mendadak diam seperti patung.
...🍇🍇🍇🍇🍇...