
“Joy, kita sudah kenal sejak SMP, bagaimana bisa lo bilang gue memanfaatkan elo? Joy, lo tau sendiri bagaimana perasaan gue pada elo” ujar Aldo
Joy mengedikkan bahunya acuh, “elo aja memanfaatkan Ruby sebagai batu loncatan buat elo, sudah pasti gue juga akan menjadi yang selanjutnya kan?” sindir Aldo.
“Lo harus pikirkan tunangan gak jelas elo, gue tulus cinta sama elo, kalau pria itu? Mana dia? Bilang mau tunangan tapi tunangannya ulang tahun tidak hadir, apa itu yang bisa disebut tunangan?” sindir Aldo.
“Dia beda dari elo do! Tunangan joy itu orang penting dia selalu sibuk dan sangat kaya raya, kalau elo masih minta minta dari orang tua aja bangga” sindir Nanda.
“benar, lagian itu urusan joy, mau tunangan datang atau tidak, elo gak ada hak menentukan pilihan joy” tambah icha.
Aldo tersenyum sinis lalu geleng geleng kepala, “gue kasian sama elo, joy. Sekarang aja elo tidak diberi perhatian, gimana kalau udah nikah, lo akan selalu kesepian” sindir Aldo.
Joy terdiam beberapa saat lalu membalas senyuman Aldo dengan sinis, “itu pilihan gue, masih banyak waktu untuk gue memutuskan bersama dengan dia atau tidak, tapi yang pasti gue gak akan kembali ke dalam pelukan elo” sindir joy.
“joy_”
🥳🎂🎂
Ucapan Aldo harus terhenti karena terdengar suara terompet, petasan dan lagu ulang tahun yang dinyanyikan oleh keluarga Joy. Joy hanya bisa memaksakan tersenyum bahagia melihat ke kompakan keluarganya yang hanya di tampilkan di depan public tapi di belakang public tidak ada sama sekali interaksi mereka, selain pertengkaran.
Keluarga Joy menyanyikan lagu ulang tahun sambil mendorong troli berisi kue ulang tahun, tidak hanya kedua orang tua joy, ada abang serta tunangan abangnya, namun Raynald tidak ada karena dia masih menyamar menjadi bodyguard Joy, pria itu masih ragu untuk mengungkapkan jati dirinya pada Joy karena takut gadis itu melarikan diri darinya.
Dan jika hal itu terjadi Ray hanya memiliki satu pilihan, yaitu mengurung joy agar gadis itu tidak bisa lari darinya.
Joy berjalan pelan ke atas panggung dimana ada keluarganya, terdengar beberapa bisik bisikan dari orang orang mengenai tunangan joy. Karena dia tidak hadir di sana. Bahkan Aldo terang terangan berteriak menyindir Joy.
“tunangannya mana?!” teriak aldo dan saat itu juga mami Syntia langsung bersungut kesal karena sindiran yang aldo katakan.
“Pi, beneran mau tunangkan anak kita dengan pria itu? Dia tidak melarikan diri kan?” bisik mami syntia pada papi steve.
“Dia sudah mengatakan tidak bisa hadir, itu adik adiknya datang, sudah tidak apa lagipula kerja sama papi tidak terhambat” balas papi steve juga berbisik.
Joy yang tidak sengaja mendengar percakapan kedua orang tuanya yang berada di dekatnya hanya bisa menghela nafas panjang dan membentuk senyuman palsu, bagi keluarganya cukup untuk menambah pundi pundi uang, maka mau melakukan apapun pria bernama raynald tetap mendapat persetujuan dari keluarganya.
Joy bersiap ingin menghembuskan lilin yang masih menyala namun terhenti karena mendengar suara petasan.
Mata Joy melotot melihat petasan besar yang ada di atas awan, memang saat ini pesta itu dilaksanakan di taman terbuka jadi Joy bisa melihat petasan itu secara langsung.
‘Happy Birthday My Sweety Joy ~ I love You Soo Much ❤❤❤ ~’ petasan itu membentuk tulisan dan ada gambar animasi pria memberi bunga pada wanita, tidak lama setelah petasan itu selesai, beberapa petugas kurir datang membawa buket bunga besar bukan hanya satu tapia da 3 sekaligus, satu buket berisi bunga mawar merah, yang kedua buket bunga berisi uang pecahan 100 dollar yang jika di hitung hitung ada ratusan juta pada buket itu, dan yang ketiga, buket berisi boneka dan coklat.
Deva, Dava dan Davi maju ke depan membawakan tiga buah kotak kado dan tiga buah surat.
“Happy birthday kakak ipar, abang minta maaf tidak bisa datang karena urusan dia diluar negri masih belum bisa diselesaikan, jadi dia hanya bisa memberi kejutan seperti ini” Deva memberikan kotak kado paling besar dan sebuah surat pada Joy. “semoga kakak ipar suka” lanjut Deva dan mundur digantikan dengan Dava.
Pria itu memberikan kotak kado kedua yang berukuran sedang, “Happy birthday kakak ipar, Jangan marah pada abang, dia sudah berusaha untuk hadir namun terkendala pekerjaan” sekilas Dava melirik pada Ray dan mengulum senyumannya, “ahh ini untuk papi steve” Dava menyerahkan surat yang seperti dokumen pekerjaan pada papi steve.
Pria itu langsung membukanya dan tampak terkejut dengan isi kontrak Kerjasama yang akan dilakukan dan itu lebih banyak menguntungkan dirinya, “ini dari menantuku?” tanya papi steve terdengar gembira.
“Ya pak steve, anda bisa mengerjakan itu dan membawa putra anda untuk semakin mengembangkan usaha anda di perancis” ujar Dava, setelah itu pria itu mundur digantikan dengan Davi.
“Selamat ulang tahun tuan putri” Ray langsung melotot melihat davi yang memanggil tunangannya dengan panggilan tuan putri, “semoga kakak ipar suka dengan hadiahnya, dan ini untuk nyonya syntia” Davi menyerahkan surat yang tampak cukup tebal pada mami syntia.
“apa ini?” tanya mami syntia sambil membuka surat itu, betapa terkejutnya dia, karena yang ada didalam itu adalah tiket liburan dibeberapa negara serta passport untuk mami syntia.
“Nyonya bisa berkeliling ke negara-negara itu, aka nada asisten yang menjadi juru bicara dan menolong nyonya selama liburan 3 bulan di luar negri, semua biaya di tanggung oleh abang saya, dia berpesan jangan salah paham, dia tidak bisa hadir bukan karena ada wanita lain atau mempermainkan keluarga ini, dia memang sedang bekerja dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, jadi mohon nyonya dan tuan steve memaklumi pekerjaan abang saya” ujar Davi sopan.
“Ohhh tentu saja, tidak apa, pekerjaan itu memang tidak boleh di tinggalkan, kalau perlu saya akan mengirim putri saya kesana untuk menghibur tunangannya” ujar mami syntia dengan senyum lebar.
“Iya, kami sudah tau bagaimana hebatnya keluarga kalian, jadi tidak masalah, putri kami hanya untuk Raynald” tambah papi steve.
Joy hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah keluarganya yang sudah di sogok oleh raynald sip ria misterius.
“Joy buka kado nya” seru mami Syntia, senyum cerah tidak berhenti mengembang di bibirnya. Bangga dengan kekayaan menantu dan kebaikannya, padahal semua itu adalah siasat Ray untuk menjauhkan keluarga toxic itu dari Joy, Ray ingin membuat joy terbiasa dengan tidak ada keluarganya yang sangat toxic.
“hhmm” joy hanya membalas tersenyum palsu sambil membuka kotak kado dari yang terbesar terlebih dahulu.
...🍒🍒🍒🍒🍒...