
Dalam perjalanan kembali pulang Ray kembali menyadari jika dirinya diikuti oleh 2 buah mobil hitam seperti mobil para penculik sebelumnya. Cemas ? bagi Ray Rasa cemas dan takut sudah lama hilang, jika dia cemas dan takut, maka dia tidak akan bisa melindungi dan tetap bertahan di dunia yang seperti itu. Keluarganya yang kaya raya selalu menjadi sasaran para orang orang atas yang iri dengan kekayaannya tidak peduli seberapa baik keluarga itu tetap saja ada orang yang berusaha menghancurkan keluarganya.
Jika Ray menyerah menjadi mafia, maka posisi itu akan diambil orang lain dan belum tentu akan melindungi keluarganya, rasa belas kasih Ray sudah lama mati, sejak melihat orang tuanya yang berkali kali hampir dicelakai padahal mereka tidak melakukan apapun yang buruk.
Ray melirik kea rah Joy yang masih asik melihat ponselnya, “nona bisakah pasang seftybelt nona dengan benar?” pinta Ray.
“kenapa?”
“Saya akan memacu mobil kita, jadi saya minta pasang seftybelt anda dengan benar” ujar Ray, kali ini nada suara pria itu lebih serius dari biasanya.
Joy langsung mematuhi perintah Ray, Dia sedikit takut ketika Ray berbicara dengan serius padanya, “ada apa ray? apa aku melakukan kesalahan?” tanya Joy sedikit ketakutan saat melihat sorot mata ray yang terlihat menakutkan.
“Nona tenang saja, selama saya masih hidup nona akan aman bersama saya” ujar Ray. sambil sesekali melihat ke arah kaca spion untuk melihat mobil mobil yang mengikuti mereka.
“Ray, kamu menakutkan sebenarnya ada apa ini?” tanya joy lagi, gadis itu semakin ketakutan karena laju mobil yang luar biasa.
“Orang orang yang berusaha menculik nona sepertinya masih berusaha melancarkan keinginannya” gumam Ray.
Kepala Joy langsung menoleh melihat kebelakang dan memang benar ada mobil yang mengejar mereka, tangan Joy mulai gemetar memegang seftybelt dengan kuat, “ray bagaimana ini? Melvin tidak ada, kamu mana bisa melawan mereka sendirian” ujar joy bergetar.
Bukannya marah atau ketakutan seperti joy, Ray malah tertawa, “Sudah saya bilang nona tenang saja, semua akan aman seperti yang saya bilang” ujar Ray.
.
Ray melajukan mobilnya kali ini benar benar menuju hutan lebih tepatnya menuju markas rahasia milik Klan mafia Marcello. Ray menghentikan mobilnya dan menatap Joy yang terlihat ketakutan di belakang.
“Nona dengarkan saya” ujar Ray.
Joy yang sedang menunduk akhirnya mengangkat kepala melihat Ray sambil mengangguk.
“nona harus berjanji pada saya, jangan pernah keluar dari mobil ini, begitu saya keluar nona harus mengunci semua pintu mobil dan jangan keluar dari sini apapun yang terjadi” ujar Ray.
“Ki-kita pakai cara lain aja bagaimana? Te-telepon polisi” usul Joy, walau dia tampak ketakutan dia masih bisa berpikir untuk meminta bantuan dari luar.
Ray menggeleng, “daerah ini tidak ada sinyal, lebih tepatnya sinyal itu sengaja di hilangkan dengan bantuan alat, jadi kita tidak bisa meminta tolong dari luar” ucap Ray.
“Ka-kalau gitu kenapa ray membawa kita kesini?! Ray akan dalam bahaya!!” pekik Joy, yang melihat mobil yang mengikuti mereka juga sudah berhenti menunggu mereka untuk keluar.
“Nona, benjanji lah, apapun yang terjadi nona tidak boleh mengatakan pada siapapun tentang apa yang nona lihat, dan jika saya keluar dari mobil ini nona tidak boleh keluar, kunci semua pintu mobil, jangan pernah keluar walau nona melihat saya berdarah darah atau terluka sekalipun tetap saja nona harus menutup mata nona tidak boleh keluar dari mobil ini, apa nona bisa berjanji pada saya?”
Joy tanpa sadar mengangguk pelan air mata sudah mulai keluar dari mata indahnya, “Ray janji harus selamat ya” lirih gadis itu.
“Iya saya berjanji akan melindungi nona, nona tenang saja, selama Ray masih hidup tidak akan ada orang yang bisa menyakiti nona, tapi..” ray menjeda ucapannya
“Tapi jika nona melanggar janji nona, saya akan memberi hukuman pada nona, nona hanya boleh membuka mobil ini jika saya yang minta, walau saya sudah mengalahkan mereka semua nona belum boleh keluar sebelum saya yang menyuruh untuk membuka pintunya”
“Hukuman?” gumam Joy.
“Iya hukuman yang paling saya sukai” goda ray sambil mengedipkan sebelah matanya pada Joy.
Mata joy melotot sempurna, “ray! di saat seperti ini kamu masih bisa bercanda! Yang benar saja!”protes Joy kesal.
Ray terkekeh pelan, “Ingat nona, jangan melanggar janji nona, saya bisa menghukum nona” setelah berkata begitu wajah Ray berubah serius dia keluar dari dalam mobil, dan seperti ucapan ray, joy langsung mengunci pitu itu dari dalam. Suara diluar mobil tidak terlalu terdengar karena mobil itu memang di desain seperti itu.
.
“Akhirnya kau keluar juga, cepat serahkan wanita yang ada dalam mobil itu” ujar salah satu pria berjas hitam yang sudah menunggu Ray untuk keluar.
“Tidak mau” jawab Ray santai.
Seperti para penculik sebelumnya, para penculik yang datang itu mulai mengeluarkan senjata tajam mereka satu persatu dan ada 4 orang yang membawa pistol dan mengarahkan pada Ray.
“Cepat serahkan atau peluru ini akan bersarang di kepalamu!” ancam salah satu pria sambil menodongkan pistol.
Bukannya takut Ray malah tertawa kepalanya melihat kea rah belakang, dia tau Joy pasti sedang menggedor gedor pintu karena tampak getaran dari dalam mobil, Ray tersenyum kea rah Joy, “Ingat janjimu” ucap Ray tanpa suara hanya gerakan bibir saja, setelah itu dia mulai mengeluarkan pistol dari dalam jas yang dia kenakan.
“Ayo kita bermain” gumam Ray dan langsung menembakkan pistol pada salah satu penjahat.
.
Joy terlihat ketakutan saat melihat Ray di todong dengan pistol Gadis itu berteriak dan menggedor gedor pintu, berusaha memanggil nama Ray tapi pria itu terlihat biasa saja malah dia tertawa.
“Ingat janjimu” Joy berusaha membaca gerakan bibir Ray, mata gadis itu semakin melotot. “Sialan Ray!! janji ! janji! Kau akan mati!!” umpat Joy kesal.
Mata Joy semakin melotot melihat Ray yang mengeluarkan pistolnya juga, dan langsung menembak salah satu penjahat yang memegang pistol juga.
Suara tembak tembakkan mulai terdengar Joy langsung menunduk dan menutup telinganya serta memejamkan mata ketakutan karena pertarungan kali ini tidak seperti yang dia lihat sebelumnya.
Joy tidak berani melihat apa yang terjadi diluar dia hanya menutup telinga dan matanya, bergetar ketakutan.
.
Sementara di luar para penjahat sudah kehabisan peluru mereka, tidak ada satupun peluru yang berhasil mengenai Ray, entah bagaimana caranya pria itu mampu menghindar dari peluru peluru yang di todongkan padanya, dan dalam waktu singkat para penjahat itu sudah terkapar di tanah tanpa bisa melawan lagi, karena kaki dan tangan mereka sudah terluka ada yang terkena tembakan Ray dan ada yang terkena pukulan serta pisau yang Ray ambil dari salah satu penculik yang ada.
...🍍🍍🍍🍍🍍...