
Ray mencium Joy semakin dalam dan semakin agresive, Joy merasa dunianya sedang terbalik karena detak jantung gadis itu terus menerus berdetak dengan kencang.
“eunngghh ray..” lenguhan mulai keluar dari bibir Joy, gadis itu sudah tidak sanggup berciuman lebih lama lagi dengan Ray.
“Ya?” Ray akhirnya melepaskan bibirnya dari bibir Joy, dia mengusapkan ibu jarinya pada bibir Joy.
“U-udah” gumam Joy pelan sambil menunduk malu.
Ray tersenyum dan mengangguk, pria itu kembali memeluk Joy dan mencium puncak kepala Joy. “baiklah hari ini sampai sini saja” gumam Ray.
Di dalam dekapan Ray, Joy mengulum senyumnya sambil menggenggam baju yang Ray kenakan, wajah gadis itu sudah sangat merah seperti tomat. Joy merasa senang, malu, gugup, semuanya bercampur menjadi satu, tidak pernah dia merasa seperti itu pada aldo, memang aldo tidak pernah menciumnya hanya pernah memeluk joy tapi pelukan aldo berbeda dengan pelukan Ray, di dalam dekapan Ray, joy merasa terlindungi dia benar benar seperti mendapatkan kenyamanan dari Ray.
“Berarti ini, hari jadi kita yang pertama nona” gumam Ray.
Kepala joy otomatis terangkat dan melihat ke arah Ray. “Tidak! Siapa bilang kita jadian!” tolak Joy.
“Kita sudah berciuman” ujar Ray.
Joy menggelengkan kepalanya, “Hanya ciuman tidak bisa mengatakan kita jadian! Lagian kamu sendiri kan yang mengatakan aku bisa melakukan apapun padamu! Aku Cuma mau berciuman untuk menenangkan hatiku! Bukan berarti kita sudah berpacaran!” ujar joy tegas.
Ray mengulum senyumnya dan mengelus pipi Joy dengan lembut, “baiklah, nona boleh meminta ciuman kapan saja pada saya, meminta pelukan kapan saja, saya bersedia melakukan apapun yang nona inginkan” ujar Ray lembut.
“Kamu tidak minta di pecat dari pekerjaan?” tanya Joy.
“kenapa saya harus minta di pecat?” tanya balik Ray.
“Soalnya aku sudah membuat hatimu sakit, dengan menolakmu” ujar Joy.
Ray kembali tersenyum hangat pada Joy, “kan sudah saya bilang, nona berhak melakukan apapun pada saya, dan saya akan menerima semuanya, justru saya yang sangat suka diberi kesempatan untuk mencium nona” gumam ray tulus.
“dasar bodyguard mesum” gerutu Joy.
Ray terkekeh pelan, “saya rasa ucapan nona memang benar”.
“jangan tertawa, berhenti tertawa Ray” Joy kembali memeluk Ray dan bersandar pada dada pria itu, dia mengulum senyumnya karena ray sudah berhenti tertawa.
“Nona sudah tidak takut?” tanya Ray, tangan pria itu bergerak mengelus puncak kepala Joy.
“masih takut, tapi kamu kan berjanji akan melindungi ku kan?”
“benar, saya akan terus melindungi nona” ujar Ray, tangannya tidak berhenti mengelus puncak kepala dan punggung joy.
“Ray~” panggil Joy pelan.
“ya nona?”
“Jika ada teman temanku ataupun jika sedang berada di luar kamu harus selalu memakai masker” ujar Joy.
“baik nona”.
“Ray juga tidak boleh perhatian pada teman temanku, ray hanya boleh perhatian padaku” gumam Joy, gadis itu mulai bersikap posesif pada Ray.
“Nona mulai menandai kepemilikan nona?” kekeh Ray.
Joy kembali menjauhkan kepalanya dari dada Ray, untuk menatap pria itu, “bukannya kamu sendiri yang bilang agar aku melakukan apapun yang aku inginkan padamu, kamu itu milikku Ray” ujar Joy.
Ray mengangguk dan mencium singkat bibir Joy, “ya, saya adalah milik nona, terus terobsesi pada saya hingga nona tidak bisa lepas dari saya” gumam Ray.
“saya sudah terobsesi pada nona, bolehkah saya mencium nona lagi?” tanya Ray sekali lagi.
Joy tidak mengeluarkan suara tapi kepalanya mengangguk pelan, dia membiarkan Ray untuk menciumnya lagi, ciuman yang panas dan hangat.
.
“Ray, ayo kita pulang” gumam joy melihat keadaan yang sudah gelap, apa lagi mereka ada di dekat hutan.
Ray mengangguk dan keluar dari mobil bersamaan dengan joy yang keluar dari dalam mobil.
“Kenapa nona keluar?” tanya Ray.
“aku tidak mau duduk dibelakang sendirian” gumam Joy, dia sudah mengambil tempat duduk di sebelah kursi penumpang. Ray hanya bisa pasrah dan membiarkan Joy untuk duduk disebelahnya.
...🍐🍐🍐🍐🍐...
Pukul 8 malam ray baru bisa sampai di rumah milik Joy, pria itu menggendong Joy yang ketiduran di dalam mobil.
“Loh kenapa nona, Ray?” tanya salah satu pembantu yang masih bekerja saat malam hari.
“ketiduran di mobil, rumah kok sepi ya bi?” tanya Ray.
“ini biasa Ray, kalau tuan besar sama tuan muda sedang dinas di luar, nyonya biasanya liburan dan happy happy gitu, katanya healing dari penatnya ngurus suami, jadi nona selalu sendirian di rumah” jelas pembantu itu, dia mengikuti langkah kaki Ray yang berjalan menuju kamar Joy.
“ohh gitu, ya udah bi, tolong gantikan baju nona, saya mau mandi dan ganti baju dulu” ujar Ray yang sudah menurunkan Joy di tempat tidurnya.
“baik Ray, Ray udah makan? Mau bibi panaskan makan malamnya?” tanya Bibi ati pembantu yang biasa menggantikan baju Joy, dia yang lebih sering mengurus joy karena dia adalah pengurus joy sejak joy kecil.
“Gak usah bi, Ray mau langsung tidur aja, soalnya capek” ujar ray berbohong.
Sebenarnya Ray berniat bertemu dengan Melvin dan anak buahnya yang lain, tadi dia menerima pesan dari Melvin bahwa dia sudah berhasil menemukan dalang sebenarnya yang berusaha menculik Joy.
.
Ray berhasil menyelinap keluar dari rumah Joy, dia masuk kedalam mobil yang sudah menunggu ray di samping rumah Joy.
“Jadi siapa dalangnya?” tanya Ray langsung to the point.
“Mereka hanya sekelompok genk yang baru muncul karena transaksi narkoba yang baru baru ini booming, yang menyuruh adalah tommy salah satu teman dari nona Joy, dan genk itu adalah milik abangnya, cukup besar untuk dikatakan sebagai genk, tapi belum bisa dikatakan komplotan mafia, karena sepak terjang mereka belum terlalu besar, namun sudah mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan narkoba serta manusia” jelas Melvin.
Ray mencengkram dokumen yang baru saja Melvin berikan pada Ray, Ray mendengus kasar sebelum berbicara, “baru dibiarkan mereka sudah berani sok berkuasa, apa mereka tau tentang mafia ku?”
“Tidak Bos, mereka selalu berkata mereka adalah nomor satu di kota ini, banyak yang ketakutan jika mendengar nama genk mereka bos” ujar Melvin.
“Baiklah, kita habisi mereka semua, tanpa sisa” putus Ray.
“baik Bos” angguk Melvin.
“Melvin, kerahkan 30 orang penjaga bayangan di rumah ini, jangan sampai ada orang luar yang masuk ke dalam rumah, lindungi gadisku selama aku pergi menghabisi mereka semua” ujar Ray.
“Bos langsung turun tangan?” tanya Melvin tidak percaya.
“Ya! Karena mereka sudah berani menyentuh apa yang menjadi milikku, mereka semua harus melihat siapa yang menghabisi mereka” ujar ray
...🍊🍊🍊🍊🍊...