
“Jangan pergi dariku! Berjanjilah!” joy mulai menangis, gadis itu mencengkram tangan Ray dan menatap mata Ray dengan dalam, “berjanjilah ray!” isak Joy.
Ray menggendong Joy menuju tempat tidurnya dan menyuruh Melvin untuk membereskan kekacauan yang baru saja terjadi, setelah semuanya selesai Ray menyuruh Melvin untuk berjaga diluar.
“Sudah jangan menangis nona” Ray dengan lembut mengusap air mata Joy, “kenapa nona tiba tiba seperti ini?” lanjut Ray lagi.
“Aku memasukkan obat tidur di minuman Ray, kalau Ray tidak menjagaku Ray akan dipecat” aku Joy, gadis it uterus menunduk tidak berani menatap Ray.
Ray kembali menahan senyumannya, “kenapa nona melakukan itu? Apa nona ingin saya di pecat seperti para bodyguard nona sebelumnya?” ujar Ray, tangan pria itu terus mengelus punggung tangan Joy.
Mata joy terus memperhatikan tangan Ray yang mengelus tangannya, kepala gadis itu menggeleng pelan, terdengar isakkan kecil dari bibir Joy, “enggak mau” isak Joy.
“lalu kenapa nona memberikan saya obat tidur itu?” tanya Ray sambil terus berusaha menahan tawanya, Joy sama sekali tidak tau bahwa Ray sebenarnya sudah mengetahui rencana gadis itu.
“Aku ingin pergi ke klub bersama teman teman, tapi Ray pasti melarangnya” ujar Joy yang masih terisak.
“Siapa yang bilang saya melarang, ayo kita ke club tapi nona harus mematuhi aturan saya” ucap Ray.
“Siapa tuannya? Kenapa Ray yang menentukan aturan itu?” isak Joy, sekarang gadis itu mulai berani menatap mata Ray.
“karena nona baru saja mau menjebak saya untuk dipecat, sebagai hukuman nona harus mematuhi aturan saya, atau saya berhenti sekarang juga” ancam Ray.
“gak boleh! Baiklah aku mau mengikuti aturanmu” ucap Joy pasrah, dia tidak tau itu semua adalah siasat Ray untuk membuat gadis itu patuh padanya.
Ray mengelus puncak kepala Joy dan mulai tegak, “ganti baju sana, saya akan keluar untuk menyiapkan mobil untuk nona”.
Joy mengangguk dan ikutan berdiri, namun sebelum gadis itu sempat berdiri Ray menundukkan badannya dan mengambil kesempatan untuk mencium Joy.
“Hukuman pertama” canda Ray.
“Ray mesumm!!! Sana pergi!” amuk Joy yang terkejut karena mendapatkan ciuman secara mendadak oleh Ray.
“nona senangkan?” goda Ray sebelum keluar dari kamar.
“Siapa yang senang! Dasar bodyguard mesum!” umpat Joy, padahal sebenarnya hati gadis itu berbunga bunga karena mendapatkan ciuman dari Ray.
...🍈🍈🍈🍈🍈...
Sonia, Icha dan Nanda terkejut melihat Joy yang pergi bersama kedua bodyguard nya, bahkan kedua bodyguard itu ikut duduk bersama mereka di dalam Club. Keduanya terlihat sangat gagah tidak seperti para bodyguard yang memakai jas hitam Ray dan Melvin mengenakan pakaian santai yang biasa orang gunakan jika datang ke club, namun sayangnya dua orang itu memakai masker untuk menutupi wajah mereka.
Sonia menarik sedikit badan Joy agar menjauh dari bodyguard nya yang duduk menempel dengan Joy.
“Joy, apa gak berhasil rencananya?” bisik Sonia.
“Gak mau gue, gue udah cocok dengan bodyguard gue yang sekarang, gue gak mau mereka di pecat” balas Joy dengan berbisik juga.
“Nona, kesini” perintah Ray, sambil menepuk kursi disebelahnya yang tadi joy tinggalkan.
Tanpa membantah Joy segera duduk dengan patuh di sebelah Ray, pria itu hanya diam menikmati music yang berdentang sambil sesekali mengelus puncak kepala Joy.
Ketiga teman teman joy sampai melongo melihat Joy yang menjadi patuh, tidak seperti joy biasanya.
“Udah kita kesini senang-senang ayo minum” seru Icha sambil mengangkat gelasnya tinggi tinggi.
“Cheerrsss” ucap serempak ke empat gadis itu.
“Gue joget dulu ya girls” seru Sonia yang sudah beranjak dari sana sambil membawa botol minumannya.
“kalau gitu gue cari cowok gue dulu ya” icah juga ikutan pergi dari kursi itu.
Joy dan nanda hanya mengangguk dan menikmati minuman mereka. Ray hanya memperhatikan tingkah Joy, sudah dua gelas gadis itu minum minuman alcohol tapi dia masih terlihat bugar. Ray mulai mendekati telinga Joy.
Mata Joy langsung melotot, minuman di tangannya langsung dia letakkan di meja. “jangan bercanda padaku Ray!” amuk Joy.
“Saya tidak bercanda, jadi silahkan nona minum sampai mabuk, maka saya akan dengan senang hati menghukum nona” ujar Ray.
“Hukuman apaan Joy?” celetuk nanda yang mendengar pembicaraan mereka.
“Ahh bukan apa apa, lo kok gak ikut turun kebawah bersama Sonia?” Joy berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
“lagi malas gue, pengen minum minum aja” ujar Nanda yang mulai terpancing.
.
Sedang asik berbincang dengan nanda muncul Aldo, Ruby, Rizky dan seorang wanita yang tidak mereka kenal, tapi Ray dan Melvin mengenal wanita itu.
“Nanda, joy, kitab oleh gabung kan?” seru Rizky.
“Hmm, silahkan” nanda menggeser duduknya menjadi disebelah Joy.
“Kenalin ini cewek gue, namanya Ilana, ilan ini teman teman sekelas gue namanya Joy dan nanda” seperti tidak ada masalah yang ada Rizky memperkenalkan wanita asing yang dia bawa, padahal tadi di sekolah terjadi sedikit pertengkaran.
Joy dan nanda hanya mengangguk dan tersenyum sopan, berbeda dengan Ilana, dia terus memperhatikan Ray dan Melvin yang masih mengenakan maskernya.
“Mereka siapa joy?” tanya Rizky, karena tidak terlihat bodyguard akibat baju yang ray dan Melvin kenakan.
“bodyguard gue” jawab Joy singkat.
“Sok banget kemana mana bawa bodyguard” sindir Ruby.
“Gak masalah dong, dia bisa menjagaku dari para pria nakal yang mencoba mendekatiku” ujar Joy sambil merangkul pinggang Ray, membuat Aldo dan yang lain terkejut dengan sikap Joy.
Gadis itu memang sudah mulai terbiasa atas sentuhan Ray, jadi mau memeluk bahkan berciuman pun bisa dia lakukan, walau bukan dalam status berpacaran.
“Kenapa bodyguard kamu memakai masker?” tanya ilana penasaran.
“Wajah mereka terlalu tampan, semua wanita yang ada disini akan jatuh cinta jika melihat mereka” ujar Joy ketus, dia tidak suka dengan cara Ilana memandang Ray.
“Anek deh, aku sudah punya pacar, ngapain kamu marah begitu, aku Cuma penasaran aja seperti pernah melihat kedua bodyguard mu” ujar Ilana dengan lembut, entah gadis itu sedang bersandiwara atau memang seperti itu sifat aslinya.
“Ray pernah bertemu dengan dia?” selidik Joy.
“Ray?? Raynald Marcello?” seru Ilana begitu mendengar nama yang diucapkan Joy.
‘Sial’ umpat Ray dalam hati.
“Siapa itu Raynald Marcello?” tanya Joy heran.
“Raynald Marcello putra pertama dari Brian Marcello, kalian tau pembisnis nomor satu itu kan?” tanya Ilana.
“Siapa itu yang? Mantan pacar kamu?” tanya Rizky.
“Huh, kalian pasti tidak taukan Brian Marcello” sindir Ruby tiba tiba.
“Perlukah?” balas Joy.
“Kalau lo gak tau berarti lo belum bisa masuk ke dunia orang kaya, dia itu pembisnis yang paling terkenal, dia berhasil mendapatkan putri dari pengusaha terkenal bernama Deon, Nampak banget lo bukan kalangan ningrat” ledek Ruby.
Ray bersyukur dia memakai masker karena dia tidak akan ketahuan jika tersenyum, ingin sekali dia tertawa keras, haruskah seperti itu untuk masuk kedalam jejeran bangsawan.
...🍉🍉🍉🍉🍉...