Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
88. No Signal



“Wooow” ucapan kagum terdengar dari bibir Joy, Sonia, icha dan juga nanda, mereka berempat tidak berhenti kagum sejak dari bandara hingga sampai di tempat yang menjadi tujuan mereka.


Mereka semua sampai saat sore hari menjelang malam, jadi masih bisa menikmati sunset yang ada di pinggir pantai.


“ini sih berasa liburan pribadi” seru Sonia, karena memang tidak ada siapapun ditempat itu kecuali mereka dan beberapa anak buah Ray,serta petugas yang mengantar mereka ke rumah pinggir pantai yang akan mereka tempati.


Joy yang sedang bersenang senang bersama teman temannya langsung ditarik ray menuju pelukan pria itu.


“kalian bebas memilih rumah yang mana saja, karena pulau ini aku sewa selama sebulan penuh” ujar ray sambil merangkul istrinya.


“Benarkah?? Kalau gitu kak ray ambil yang mana?” tanya Icha.


Ray menunjuk salah satu rumah pinggir panjai yang paling besar dan paling mewah, “Yang di sana”.


“Baiklah kalau gitu aku akan ambil yang itu” Icha menunjuk rumah pinggir pantai yangjauh dari rumah yang di pilih Ray.


“Kok gitu cha? Dekatan aja yuk” protes joy.


“Ohhh tidak mau, kami memang numpang liburan kesini, tapi kami tidak mau menjadi pengganggu di honeymoon kalian berdua, silahkan nikmati liburan kalian dan kami para pengganggu tidak akan mendekat, puaskan saja suami kamu, joy” ujar Icha.


Ray tertawa kecil sambil memeluk istrinya dia mengangkat jempol pada icha yang baru saja mengucapkan kata-kata yang membuat ray senang.


“kenapa aku baru saja merasa dijual pada om om, dan kalian adalah makelar nya?” gumam joy pelan.


“perasaan kamu ajajoy, kak Ray kan memang suami kamu, harus bisa dong memuaskan suami kamu ntar dia lari loh, inga tapa yang aku ajarkan” ujar Sonia sambil mengedipkan sebelah matanya pada joy.


“benar itu, sana puaskan suami kamu dulu baru main bareng kita kita” usir nanda.


Ray kembali tertawa senang dan memberi kode pada Melvin, hanya dalam satu kali kode, Melvin mengangguk dan mengeluarkan 3 buah black card dan memberikan satu persatu pada masing masing sahabat joy.


“Ini apa kak?” tanya icha, Sonia dan nanda secara seremkak.


“Uang jajan selama kalian liburan, bayaran kalian untuk mengompori istriku” Ray tertawa di akhir kalimatnya.


“Wuuaaahhhh aku emang dijual” pekik joy tidak percaya.


“kamu memang sudah jadi milik aku sayang” Ray menggendong joy ala bridal style menuju rumah yang telah dia pilih untuk menjadi tempat dimana dia dan joy akan melakukan malam pertama mereka.


“ICHA!!! NANDA!!! NIA!!!” Teriak joy berusaha memberontak dari gendongan suaminya.


Ketiga gadis yang di panggil itu hanya melambaikan tangan ke arah Joy dan ray, “selamat bersenang senang” pekik Sonia.


“Pakai gaya yang sudah aku ajarkan Joy!” teriak Icha.


“Puaskan suamimu joy!” teriak nanda.


Setelah itu mereka bertiga tertawa geli melihat joy yang masih berusaha memberontak.


“Hmm, kalian berdua mau satu rumah atau pisah dan rumah yang dekat dekatan?” tanya icha setelah joy benar benar pergi dari tempat itu.


“ Aku sendiri aja, aku ambil yang itu” Sonia menunjuk rumah yang ada disebelah rumah yang dipilih icha.


“Aku juga deh” seru nanda sambil berjalan menuju rumah yang berhadapan dengan rumah icha.


“kalau gitu aku_” Jack hendak mengambil rumah yang berada di sebelah rumah icha , namun baru dia mau melangkah tangannya sudah di tahan oleh icha.


“mau kemana?” tahan icha.


“meletakkan barang barang lalu bekerja” ujar Jack.


“bekerja?! Sudah sebanyak itu bodyguard kakak masih harus bekerja?” tanya icha.


“Tidak mau, bawa ke rumah yang aku pilih” perintah icha.


“hah?!” jack tampak terkejut dengan ucapan Icha.


“Iya, untuk apa kami pisah rumah kalau bukan bersama pasangan kami masing masing, kalau nanda iya harus jaga jarak dengan Melvin sementara kami berdua kan sudah pernah melakukan itu, jadi tidak apa kita juga making love di sini” ujar Sonia.


“kamu yakin?” tanya Jay sedikit kebingungan.


Tidak dipungkiri dia yang hidup lama di luar negri sudah biasa dengan kehidupan kekasih yang melakukan hubungan badan sebelum menikah, tapi Jay ingin serius dengan gadis yang dia kencani, dia tidak ingin Sonia merasa dia hanya menginginkan tubuh Sonia.


“Yakin” jawab Sonia dengan pasti.


“baiklah kalau itu keinginanmu, tunggu saja aku di rumah, aku, jack dan Melvin masih harus memeriksa tempat ini” kata Jay Pasrah.


.


“Nia!” Pekik Icha dari rumah yang dia tempati.


“apaan?!” Sonia keluar sudah menggunakan pakaian renang, wanita itu bersantai di pinggir kolam renang yang menghadap ke arah laut.


“Ponsel lo ada sinyal gak?” teriak icha.


Sonia menggeleng dan berteriak keras, “Kagak ada! Mungkin karena kita di pulau makanya gak ada sinyal Pekik Sonia.


“Lo kesini deh!, payah gue teriak teriak biar gue panggil Nanda sekalian” pekik Icha.


Sonia yang baru saja memasukkan dirinya kedalam air bersungut kesal tapi dia tetap berjalan menuju rumah icha hanya menggunakan handuk untuk menutupi bikini nya.


.


“Icha” panggil jack yang sudah masuk ke dalam rumah icha.


“wahhh pasangan lo udah pulang, gue pergi lagi ya” ujar Sonia.


“Tidak, kalian disini dulu, aku akan memberikan pengarahan buat kalian” tahan Jack.


Ketiga wanita itu menatap Jack dengan pandangan bingung, mereka mengikuti tangan jack yang memerintahkan mereka untuk duduk di hadapan jack.


“Apa kalian sadar sinyal ponsel kalian tidak ada?” tanya Jack, setelah ketiga wanita itu duduk di hadapannya.


“Iya, karena kita dipulau makanya tidak ada sinyalkan” ujar icha.


“bukan, itu karena alat perusak sinyal yang kami pasang, jadi kalian tidak bisa menggunakan ponsel kalian untuk menghubungi dunia luar” jelas Jack.


“kenapa seperti itu?” tanya nanda heran.


“Susah untuk dijelaskan, yang pastinya jika kalian ingin mendapatkan sinyal beri tau kami, jadi kami akan membawa kalian ke tempat dimana kalian bisa menggunakan ponsel kalian, dan satu lagi, boleh saya lihat foto yang ingin kalian post?” tanya jack sopan.


“Kenapa?” tanya Sonia kali ini.


“Sekarang nona Joy sudah menjadi bagian keluarga Marcello, dirinya mulai sekarang akan banyak menjadi incaran para saingan bisnis keluarga itu, mohon jangan post foto yang ada wajah nona Joy, dan jika ingin tetap post foto itu, tolong blur wajah nona joy, nona joy sendiri sudah tau konsekuensi menjadi bagian keluarga milyader seperti keluarga marcello, apa boleh saya permisi melihat foto yang akan kalian post?” pinta jack sekali lagi dengan sopan.


“Ya silahkan” icha, Sonia dan nanda memberikan ponsel mereka pada jack.


“Apa selamanya joy akan terkunci seperti ini?” tanya Nanda.


“Nona joy bebas melakukan apapun pergi kemanapun tapi hanya saja kami akan ikut untuk menjaga dan melindunginya, hanya tidak bisa berinteraksi dengan media sosial saja” jelas jack sambil terus memperhatikan foto foto yang ada di dalam ponsel Sonia, icha dan nanda.


...🍋🍋🍋🍋🍋...