Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
101. Ray Marah



Tiga bulan berlalu,


Sonia tertawa mengejek pada mommy dan daddy yang menelponnya, saat ini wanita itu sedang berhadapan dengan orang tua bersama sang suami.


“Ceraikan putri saya!” teriak daddy Sonia.


“maaf pak, saya tidak bisa, saya sudah sah menikah dengan putri bapak, dan saya tidak mau bercerai darinya” jawab jay dengan penuh keberanian.


“Tidak bisa! Pokoknya kamu dan Nia anak saya harus bercerai!” putus daddy Sonia sekali lagi.


“Nia gak mau! Kenapa nia harus cerai?? Nia sudah buat keputusan nia sendiri, dan nia gak mau cerai!” tolak Sonia.


“Nia!! Ini balasan kamu setelah mommy melahirkanmu?! Menikah dengan orang yang entah berasal dari mana itu” bentak mommy Sonia.


“Mommy memang yang melahirkan nia, tapi sejak nia umur 3 tahun nia tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua, kalian berdua sibuk dengan dunia kalian, dan meninggalkan nia selalu sendiri dan selalu ditinggal pada para pembantu” ujar Sonia.


“baiklah, itu memang kesalahan daddy dan mommy, kamu tetap boleh bersama pria yang kamu cintai tapi status pernikahanmu dengan pria yang daddy dan mommy pilihkan, mommy dan daddy juga seperti itu, kamu harus menerima ini, karena daddy sudah mengeluarkan uang yang banyak untuk membesarkanmu dan kamu harus membalas semua itu” ujar daddy Sonia.


“Maaf saya tidak bisa menerima itu” ujar Jay.


“Kamu diam saja! Orang gak jelas seperti kamu yang sudah memperdaya putri saya, kalau tidak ada kamu putri saya akan menuruti keinginan saya!” bentak daddy Sonia.


“Berisik dad! Nia gak mau cerai, nia gak mau anak nia berganti bapak!” teriak Sonia dengan suara kencang.


“kamu hamil?!” pekik mommy Sonia.


“Iya dan itu sudah jalan 3 bulan lebih mau masuk 4 bulan, kalian tidak liat perubahan bentuk tubuh nia?? Karena memang kalian tidak pernah perhatian pada nia, kalian hanya datang saat membutuhkan nia untuk menjadi sapi perah kalian” sindir Sonia.


“Gugurkan anak itu! Daddy tidak sudi menerima cucu dari pria itu” bentak daddy Sonia.


“maaf pak, kami datang kesini karena memang ingin mendapatkan izin dari kalian, tapi sejak tadi kalian menghina saya, apa saya harus membayar biaya hidup putri bapak biar saya bisa mendapatkan izin dari bapak?” tanya Jay dengan sopan.


“Huh!” daddy Sonia mendengus kesal, “mana mungkin kamu memiliki uang untuk menebus putri saya, saya sudah mengeluarkan uang banyak untuk membesarkan dia” sindir daddy Sonia.


“Berapa bapak mau, tapi setelah saya memberikan uang itu, bapak dan istri tidak bisa bertemu dengan putri bapak satu satunya, Sonia akan selamanya bersama saya dan bapak tidak berhak meminta saya bercerai darinya” ujar jay masih penuh kesopanan walau kalimat yang dia ucapkan penuh dengan kata sindiran.


“2 milyar, mana mungkin kau punya uang sebanyak itukan?! Itu adalah keuntungan yang saya dapatkan dengan menikahkan anak saya dan menandatangani kontrak kerja dengan calon suami Sonia” sindir daddy Sonia sekali lagi.


“Baik, tapi karena nominal itu sangat besar dan saya tidak membawa cek kemana mana, berikan saya waktu satu hari untuk memberikan tuan dan nyonya uang itu” jay tidak mau bersikap hormat lagi pada kedua orang tua Sonia, keduanya telah membuat istrinya menangis dan sedih mendengar ucapan daddy nya.


“Tidak bisa aku mau uang tunai dan ada dihadapanku sekarang juga, kau pasti tidak akan kembali setelah keluar dari rumah ini” tolak daddy Sonia.


Jay melirik istrinya yang masih menangis, lalu memandang sinis pada kedua orang tua Sonia, “baiklah, tunggu sebentar” jay mengambil tangan istrinya dan mengelusnya dengan lembut, “tunggu sebentar disini ya, aku akan keluar sebentar” pinta Jay.


Tapi Sonia menggeleng wanita itu mengambil tangan jay dan memeluknya dengan kuat tidak mau melepaskan tangan Sonia.


📲“Halo bos, maaf mengganggu” sapa Jay.


📲“ada apa jay?” tanya ray.


📲“Bos bisa saya minta tolong, untuk datang ketempat saya membawa uang tunai sebesar 2 milyar? Saya akan menggantinya nanti saat saya sudah pulang” tanya jay dengan suara pelan.


📲“Apa yang terjadi? Ada yang menindasmu?” balik tanya ray.


📲“Tidak bos, panjang ceritanya, saya hanya minta tolong yang tadi apa bisa bos? Antar ke alamat XXXXX” ujar Jay.


📲“Baik, aku akan mengantarkannya, tunggu di sana” ujar Ray.


.


Beberapa menit kemudian Ray datang bersama beberapa anak buahnya dengan menggunakan mobil yang sangat mewah, kedatangan pria itu cukup menarik perhatian kedua orang tua Sonia, karena bukan hanya Ray, tapi ada Joy dan beberapa anak buah Ray yang ikut datang kesana, joy yang mendengar alamat yang disebutkan oleh ray langsung curiga dan ingin ikut dengan sang suami.


“Berikan pada Jay” perintah ray pada Melvin.


Melvin segera mengangguk dan memberikan tas berisi uang tunai senilai 2 milyar pada Jay.


“Nia!” Joy sedikit berlari dan memeluk sahabatnya, tidak seperti Sonia yang tidak terlalu kelihatan bentuk perutnya yang sudah terisi anak, joy tampak seperti orang hamil 6 bulan karena perutnya cukup besar akibat anak yang dia kandung ada 2.


“Ini tuan dan nyonya, mulai sekarang tugas kalian sudah tidak ada, saya sudah membayarkan uang sebagai ganti putri anda” ujar jay dingin.


“Ini uang hasil pinjaman! Kami tidak bisa terima karena nia tidak akan hidup bahagia dengan pria miskin seperti kamu!” bentak mommy Sonia.


“Nia bahagia! Nia lebih bahagia sekarang dibanding hidup dengan orang tua seperti kalian! Nia merasakan kasih sayang ibu dan nia benar benar disayang dan dicintai, bukan seperti kalian yang hanya menganggap nia sebuah barang yang mendapatkan keuntungan kalian” pekik Sonia.


“Nia, tenang nia, anak kamu ikut stress kalau ibunya stress, kamu tenang ya” bisik Joy pelan namun tetap bisa terdengar oleh kedua orang tua Sonia.


“kamu pasti yang sudah membuat putri saya menikah dengan pria tidak jelas asal usulnya seperti ini” tunjuk mommy Sonia.


Ray langsung menepis tangan mommy Sonia dengan keras, wajah pria itu berubah tampak mengerikan. “jangan pernah menghina istri saya, dan uang itu adalah uang milik jay, aku memberikannya sebagai ucapan selamat atas pernikahannya, jadi dia tidak meminjam apapun dariku”.


“Siapa kamu ! beraninya muncul di rumah saya!” teriak daddy Sonia.


“saya?? Saya raynald barra marcello” ujar Ray sambil memberikan kartu namanya pada daddy Sonia.


“marcello?? Putra dari brian marcello?” pekik daddy Sonia.


“waahhh sepertinya daddy mengenal anda, bagaimana jadinya jika saya menyuruh daddy membatalkan semua perjanjian kerja sama dengan perusahaan anda?” tantang Ray.


...🥭🥭🥭🥭🥭...