
Melvin menatap semua kekacauan yang baru saja dia buat, “sialan kenapa mereka mesti berteriak” umpat Melvin kesal. Pria itu kembali melihat ke kamar Nanda yang masih terlihat ganggang pintunya berkali kali dinaik turunkan oleh nanda. “ahhh sial” umpat Melvin sekali lagi, dia berjalan menuju wastafel untuk menghilangkan beberapa bercak darah yang menempel pada wajahnya.
“KAK! KAKAK! APA YANG TERJADI!” suara teriakan dari kamar nanda sejak tadi terdengar berulang kali.
Melvin menatap semua kekacauan yang dia buat, orang orang yang dia panggil belum juga datang, tadi dia memang sembat untuk menelpon Ray, karena dia akan membuat sedikit kekacauan dan meminta beberapa anak buah ray untuk datang untuk membereskan kekacauan yang telah dia buat.
Setelah yakin dengan tubuhnya yang tidak ada darah dan bau darah lagi, Melvin baru menuju kamar nanda.
Saat baru saja kunci pintu dibuka, nanda tampak panik menatap Melvin.
“KAK ! apa yang terjadi aku dengar suara teriakan tadi” tanya nanda panik.
“gak ada apapun” bohong Melvin.
Nanda hendak melihat ke arah bawah yang saat ini masih penuh darah dan mayat para penjahat. Namun langsung di cegah oleh Melvin. Pria itu langsung menarik Nanda masuk ke dalam kamar.
“Kak?! Kakak mau ngapain?” teriak nanda panik dan sedikit ketakutan.
Melvin cepat cepat mengangkat tangannya ke atas “maaf, jangan takut, tadi di luar ada orang orang yang datang kesini minta pertanggung jawaban karena mereka dipecat, makanya kakak cepat cepat bawa kamu masuk ke dalam kamar” ujar Melvin.
“jadi ribut ribut karena itu? Biar aku yang bicara sama mereka” ujar nanda.
“udah, udah gak apa, cepat aja selesaikan beres beres bajumu, aku sudah menyelesaikan semuanya” tahan Melvin.
“tapi kak, biar aku bicara dengan mereka dulu” ujar nanda masih bersih keras untuk pergi keluar.
“Nan, sepertinya kamu harus menyelesaikan dulu pekerjaanmu baru keluar, aku melihat warna merah dan pink, aku suka bentuknya” ujar Melvin sambil menunjuk ke arah pakaian dalam nanda yang teronggok di atas Kasur.
“ya ampun! Jangan lihat kak!” pekik Nanda yang langsung berlari menuju kasurnya untuk menyembunyikan pakaian dalam yang tadi dia bereskan, karena itu Melvin berhasil membuat nanda melupakan masalah yang tadi, pria itu membalikkan badan dan mengulum senyumnya.
“Aku tidak melihat, jadi cepat bereskan, yang dua itu jangan lupa dibawa ya” goda Melvin.
“Kakak mau apa?” gerutu nanda sambil mempercepat gerakan tangannya untuk membereskan beberapa pakaian dalam ke dalam kopernya.
“Ya~ siapa tau aku punya kesempatan untuk melihat itu” kekeh Melvin.
“ihhhh pikiran kakak mesum banget” omel Nanda, gadis itu sudah berhasil dibuat lupa dengan kegaduhan yang tadi terjadi.
...🍋🍋🍋🍋🍋...
Joy menatap punggung Ray yang sedang berada di dapur. Secara perlahan gadis itu mendekati ray dan memeluk pria itu dari belakang.
“sayang~ nanti kena minyak panas, jangan dekat dulu” ujar Ray sambil mengelus tangan joy yang memeluk badannya.
Joy sedikit memunculkan kepalanya dari belakang ray untuk melihat apa yang sedang Ray masak.
“Aku tidak pandai masak, mommy ay pasti mengeluarkanku dari list calon menantu kalau tau hal ini” gumam Joy pelan.
“gak akan, hal itu tidak akan terjadi, emang kenapa kalau gak bisa masak, aku yang akan memasak semuanya untuk kamu” ujar Ray dengan suara lembut.
Joy menggelengkan kepalanya pelan, “bohong, mommy pandai masak dan kamu juga pandai masak, aku yakin mommy akan menolakku kalau dia tau aku tidak pandai masak” gumam joy lagi.
Ray tertawa pelan dan mematikan kompor sebentar lalu berbalik untuk menatap wajah kekasihnya.
“bohong, masakan mommy enak semua, seperti itu bilang gak pandai masak” protes Joy.
“gak bohong sayang~ mommy belum bisa masak saat dia menikah, daddy yang sangat ahli dalam memasak, tapi setelah menikah mommy mulai belajar, kalau ada uang wanita yang tidak pandai memasak bisa pandai memasak dengan ikut kursus memasak, jadi hal yang kamu pikirkan itu tidak akan terjadi” kekeh Ray.
“jadi ray ingin aku kursus memasak?”
Ray menggeleng, “tidak, aku tidak akan memaksa istriku untuk memasak, ada banyak koki dan pembantu di rumahku, untuk apa mereka aku pekerjakan kalau bukan untuk membuat masakan untuk kita makan, tugas kamu hanya untuk menyenangkan aku, menyayangiku, dan mengilaiku selama kamu hidup” ujar Ray.
‘cup’ Joy sedikit berjinjit untuk mencium bibir ray secara singkat.
“Aku mencintaimu mister mafia” gumam joy dengan senyum lebarnya.
“masih kurang sayangku” Ray mendudukkan joy di atas meja bar yang ada dekat dapurnya. “Ciumnya masih kurang” lanjut ray sambil mendekatkan wajahnya pada wajah joy dan mulai mencium gadisnya sedikit lama dari ciuman yang tadi mereka lakukan.
“Ray~ lapar” bisik joy disela ciuman mereka.
Ray mengulum senyum dan menghentikan ciumannya, “jangan menggangguku lagi, aku akan masak sebentar” ujar ray lalu kembali melanjutkan memasak.
“Hmmm masak yang enak dan banyak” seru joy memberikan semangat.
Sedang asik menonton Ray, joy menoleh ke arah pintu luar, karena terdengar suara sedikit ribut di depan apartemen ray.
“Suara apa tu Ray?” tanya Joy.
“Mungkin Melvin dan Nanda sahabatmu sudah datang”
“Melvin dan Nanda? Kenapa mereka kesini?” tanya Joy panik.
“Bukan kesini sayang, tapi apartemen di depan apartemen kita, apartemen depan itu adalah milik Melvin” jelas ray.
“Melvin dan Nanda ke apartemen milik Melvin? Apa yang terjadi dengan mereka?!” joy langsung turun dan berlari kerah pintu masuk, ray yang mau menghentikan sudah tidak bisa lagi mengejar joy yang sudah berlari ke pintu luar.
“Apa yang terjadi pada nanda?!” pekik joy saat melihat nanda sahabatnya sedang di gendong oleh Melvin dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan tampak dua orang pria sedang membawa dua koper besar dibelakang Melvin.
“Nona joy?” pekik Melvin tanpa sadar saat melihat Joy yang berdiri di depan pintu apartemen Ray.
“Apa yang kamu lakukan pada sahabatku?!” pekik joy marah.
“Bu-bukan nona, nona salah paham, sahabat nona pingsan makanya saya menggendongnya, ini bukan seperti yang nona khawatirkan” ralat Melvin.
“tapi sekarang kamu terlihat seperti seorang penculik Melvin” tegur ray yang sudah berdiri di belakang joy.
“Ohhh ya ampun, sahabat nona pingsan benaran bukan karena saya, panjang ceritanya, tapi sebelum saya menceritakan semuanya bisakah saya masuk dulu dan meletakkan nanda di Kasur?” tanya Melvin.
“letakkan dia di dalam” Joy menunjuk apartemen milik ray dan membuka lebar pintu apartemennya, kita bicara di dalam saja” gumam joy dengan wajah marah.
Melvin menghela nafas panjang, “baiklah” angguk Melvin dan beralih masuk ke dalam apartemen milik Ray.
...🍐🍐🍐🍐🍐...