
“Jadi apakah penjahat yang berniat menculik putriku sudah tertangkap?” tanya papi steve.
“Sayang sekali, begitu rencana mereka gagal mereka langsung melarikan diri keluar negri dan tidak dapat kami lacak” bohong daddy Brian, kenyataannya memang tidak bisa di lacak lagi karena sudah hangus terbakar menjadi abu jauh di dalam hutan.
Steve menatap joy lalu menatap daddy brian, “kalau begitu sebaiknya saya membawa joy bersama saya, disini saya takut penculik itu akan kembali dan mencoba menculik joy lagi” ujar papi Steve.
“Ahhh! Begini pak steve! Bagaimana kalau kita bicarakan dulu, bukankah bodyguard kami berhasil melindungi Joy jadi bagaimana pak steve kembali bekerja, pak steve bisa tenang karena Joy akan kami lindungi” seru daddy brian sedikit panik.
Papi steve mengangguk pelan, “kami tetap akan membawa bodyguard itu, saya bukan menyalahkan pak brian karena tidak berhasil menangkap penculik penculik itu, tapi saya tau ini terjadi karena status putri saya sudah ketahuan, lebih baik dia bersama saya” ucap papi steve tegas, dia memang khawatir jika putrinya kembali diculik lagi, dan berakhir seperti putri pertamanya.
“Bagaimana kalau begini saja pak steve, joy menikah dengan putra kami, dengan begitu dia aman bersama keluarga kami, dia juga pasti sulit untuk pindah tempat kuliah, dia sudah punya sahabat akrab di sini, kasian kalau di suruh pindah bersama pak steve, ke sana” sanggah mommy Ay cepat, dia tau putranya yang sedang bersembunyi di ruang lain dan melihat apa yang terjadi pasti mengamuk jika joy dibawa pergi walau dia juga ikut.
“menikah? Putri saya masih muda, emang joy bersedia menikah?” tanya mami syntia pada joy.
“Joy gak masalah” jawab joy santai.
“Baiklah, saya akan menikahkan putri saya, tapi saya ingin melihat langsung calon suaminya, selama ini putra anda selalu tidak ada, dan kenapa tiba tiba dia mau menikah dengan putri saya?” putus papi steve.
Daddy brian mengangguk senang dengan keputusan papi steve, “tapi sebelum itu mohon anda jangan marah, dan uang yang anda keluarkan akan kami kembalikan, pak steve” ujar daddy brian.
Papi Steve mengerutkan keningnya bingung tidak mengerti dengan uang apa yang di maksud oleh daddy brian. Tapi semua pertanyaan itu terjawab saat melihat pintu ruangan terbuka dan masuklah pria yang sangat dia kenal.
“Salam pak steve dan ibu syntia” sapa Ray dengan menunduk hormat.
“Kamu bukannya bodyguard joy, apa ada masalah hingga kamu datang kesini?” tanya papi steve.
“Saya kesini_”
“AHhhh! Itu pasti karena mau bicara denganku kan!” joy langsung berdiri dari duduknya dan memberi kode pada Ray dengan menggelengkan kepalanya pelan.
Tapi bukannya menuruti kemauan joy, pria itu menggeleng sambil tersenyum pada joy memberikan kode balik pada joy.
Joy mendekat pada Ray dan berusaha menarik lengan pria itu, “jangan sekarang please” bisik Joy.
Ray menahan tangan joy dan membuat gadis itu masuk kedalam rangkulannya, membuat papi steve dan mami syntia membelalakkan mata terkejut. “Mohon maaf sebelumnya pak steve dan ibu Syntia, nama asli saya Raynald barra marcello putra pertama dari brian dan Danaya, saya lah pria yang selama ini merahasiakan jati diri saya sebenarnya karena pekerjaan saya yang sangat banyak dan saya tidak suka popularitas, terlalu banyak wanita yang berusaha menggoda saya hanya karena wajah, jika mereka mengetahui saya juga kaya maka saya tidak akan bisa hidup bebas selama ini” ungkap Ray.
Joy menunduk sedih, sebenarnya dia masih belum mau keluarganya tau tentang jati diri Ray, dia gak mau kebahagiaan yang baru dia rasakan langsung hilang begitu saja, dan sekarang dia kembali di anggap barang dagang oleh keluarganya.
“Joy~ kenapa sedih?” tanya mommy ay sambil mengelus punggung tangan joy dengan lembut.
Joy menatap mata mommy ay lalu menggeleng pelan.
“Joy, katakan semua yang kamu takutkan sekarang, jangan takut, ada mommy dan daddy yang siap melindungi kamu” ujar mommy ay lembut.
Sekali lagi joy memberanikan diri menatap mata mommy ay lalu menatap kedua orang tuanya, “Joy bukan barang dagangan” lirih joy pelan.
Papi steve dan mami Syntia terdiam mendengar ucapan joy. “Apa maksud kamu joy?” tanya mami syntia tidak percaya.
“Setelah mami tau semua kenyataan itu, mami pasti senangkan? Joy dibeli oleh keluarga kaya raya jadi mami bisa dapat uang yang sangat banyak setelah menjual anak mami, joy gak mau keluarga yang hanya melihat harta! Joy ingin kasih sayang tulus dari kalian, joy malu melihat mami dan papi yang terlalu memikirkan harta!” ungkap joy, akhirnya gadis itu mengungkapkan semuanya dihadapan kedua orang tuanya.
“Maaf joy, papi tau papi salah, jadi sekarang semua pilihan ada di tangan joy, papi hanya akan menuruti kemauan joy, jadi joy mau menikah atau tidak?” tanya papi Steve dengan lembut.
“Mau, tapi tidak boleh megah dan papi serta mami gak boleh meminta uang yang sangat besar kepada keluarga ini, joy gak mau dijual! Joy menikah karena joy mencintai pria yang akan menikah dengan joy bukan karena di jual, joy gak mau daddy meminta perjanjian kerja sama lagi cukup untuk sekarang yang sudah terjadi, untuk kedepannya jangan meminta apapun pada keluarga ini, joy tidak mau seolah olah joy dijadikan sebuah barang dagangan” Ujar joy tegas.
“Joy! Kamu itu putri satu satunya dari papi dan mami, dan ray juga anak pertama, pesta pernikahan ini harus megah dan harus diketahui oleh orang orang!” protes mami Syntia.
Joy kini bersembunyi dibelakang punggung Ray, dia tidak berani menatap mami Syntia sangat lama, karena gadis itu sudah dilatih untuk mematuhi semua ucapan mami syntia, karena itu joy tidak mau menatap mami syntia, takut trauma masa kecilnya muncul dan dia hanya bisa menjadi boneka yang menurut atas perintah mami syntia.
“saya juga setuju mami joy, putra say aini tidak terlalu suka dengan keramaian, dia juga sangat tertutup dengan orang orang luar, jadi saya harap mami joy menyetujui permintaan joy” ujar mommy ay berusaha membantu calon menantunya dalam berbicara, lagi pula putranya adalah ketua mafia yang selama ini wajah aslinya selalu di rahasiakan, bisa bahaya jika ketahuan public, maka dia akan di incar setiap harinya.
“Ap aini karena putri saya tidak meminta apapun dari anda? Makanya anda memaksa saya untuk menyetujui ini, jadi anda bisa menghina putri saya dengan_”
“Syntia! Berhenti!” Teriak papi steve untuk menghentikan ucapan yang keluar dari mulut istrinya, “Keluarga marcello tidak sama dengan keluargaku! Kamu lihat sendiri bagaimana putrimu memeluk erat wanita itu, dan mematuhi ucapannya dengan sangat mudah, kamu lihat bagaimana kasih sayang yang dia berikan pada putri kita, berhenti mempermalukan dirimu sendiri” lanjut papi steve murka.
...🍏🍏🍏🍏🍏...