
“bagaimana aku lari? Aku saja sudah di kunci seperti ini” kekeh joy yang melihat bagaimana Ray memeluknya.
Ray tertawa pelan dan kembali memeluk erat joy, menyandarkan kepalanya di bahu Joy, “aku mengaku kalah joy, aku tidak bisa jauh darimu, jangan pernah lari jika mengetahui semuanya” pinta Ray sekali lagi.
“iya aku janji ray, janji tidak akan lari dari kamu, jadi katakan semuanya” ujar Joy.
Ray mengambil nafas panjang dulu sebelum menceritakan semuanya, “Pekerjaan asliku bukanlah seorang bodyguard” Ray menjeda ucapannya menatap joy sebentar lalu mencium punggung tangannya. “Aku adalah seorang mafia” ungkap ray akhirnya.
Tidak ada tanggapan dari Joy, gadis itu masih diam mencerna ucapan Ray.
“Aku seorang mafia dan aku tidak bisa berhenti menjadi mafia” Ray kembali mengulangi ucapannya sekali lagi.
“Mafia seperti yang di novel novel itu? Apa Ray disuruh untuk membunuhku?” tanya joy setelah sekian lama diam.
Ray tertawa pelan lalu mencubit gemas pipi joy. “Bukan sayang, aku mafia beneran, membunuh sudah hal biasa bagiku, dan aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku kalau tidak mau menjadi sasaran mafia lainnya, dan aku menjadi bodyguard bukan untuk mencelakai mu, tapi untuk mendapatkan hatimu” ungkap ray.
Joy merona merah karena tadi Ray memanggilnya ‘sayang’ , “mendapatkan hatiku?”
“iya, aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu, dan cara satu satunya adalah menjadi bodyguard” ujar Ray.
“Kenapa seperti itu? Kenapa tidak langsung saja?” tanya joy bingung.
“bagaimana caranya? Kamu pasti lari saat aku mengajak kenalan dan mengatakan, hai namaku Ray, dan aku adalah seorang mafia” canda ray.
Joy tertawa kecil dan membayangkan apa yang barusan yang dikatakan Ray, mungkin dia tidak akan lari, tapi terpesona ketampanan ray sebentar baru lari karena ada orang yang tiba tiba mengatakan jati dirinya yang seorang mafia.
“Kamu tidak takut joy?”
“Bolehkah aku lari sekarang?” canda joy sambil tertawa kecil.
Ray langsung mengeratkan pelukannya pada joy, “Gak boleh! Aku akan mengurung mu jika kamu melakukan itu” ujar ray.
“jadi apa lebih tepatnya pekerjaanmu? Apakah hanya membunuh?” tanya joy penasaran.
“tidak, aku hanya membunuh musuhku saja, tidak sembarangan membunuh, tapi mereka yang mencoba menggangguku, pekerjaanku, jual beli senjata illegal dan barang barang illegal, menjalankan sebuah casino di beberapa negara, lalu pekerjaan lainnya, tapi aku melarang anggotaku melakukan jual beli narkoba dan manusia, jika aku mengetahui itu aku akan menghabisi mereka” ungkap Ray.
“Hmmm” joy mengangguk anggukkan kepalanya pelan. “jadi semua bekas luka di tubuh ray adalah hasil dari pekerjaan Ray?”
“Sebagian iya dan Sebagian lagi karena melindungi keluargaku” ujar ray.
Joy sedikit memiringkan kepalanya untuk menatap ray yang ada dibelakangnya, “keluarga?”
“iya, calon mertuamu sayang” goda Ray, tangannya sudah mengelus elus rambut joy.
“mertua? Apa keluarga ray tau pekerjaan Ray?” tanya Joy sedikit terkejut.
Ray mengangguk beberapa kali, “justru aku tetap menjadi mafia karena keluargaku, dulu daddy adalah mafia, awalnya daddy bilang aku tidak harus menjadi seperti dia, jika aku besar aku bisa bebas menentukan itu, karena daddy bisa menyerahkan urusan mafia pada orang lain, dan aku bisa bebas menjadi apapun yang aku inginkan”.
“Bukannya kamu bilang mafia itu keren?” canda Ray.
Joy menepuk pelan lengan Ray, “aku serius ray, kenapa? Tadi kamu bilang tidak bisa melepaskan duniamu, itu artinya kamu dipaksa masuk ke dunia mafia”.
“Kalau dari pihak orang tua tidak, tapi kalau karena keadaan iya, orang tuaku adalah pembisnis yang sangat sukses dan terkenal, banyak orang iri dengan kesuksesan dan kekayaan orang tuaku, banyak orang mengirim pembunuh bayaran untuk melenyapkan orang tua dan keluargaku” ujar Ray.
“kan bisa sewa bodyguard yang banyak”.
Ray mengangguk singkat, “benar bisa, tapi mau sampai berapa lama dikawal bodyguard yang tidak terkenal di mata para mafia, mereka menganggap bodyguard itu tidak kuat dan tidak bisa melindungi, karena mereka akan terus mengirim anak buahnya sampai rencana mereka berhasil, tapi jika aku seorang mafia, aku akan langsung kejar orang orang yang berniat jahat pada keluargaku dan aku habisi sampai ke akar akarnya, jadi semua iri dengki mereka hilang”.
“jadi karena itu ray menjadi mafia?”
Ray menatap joy sambil tersenyum, “80 persen karena itu tapi ada beberapa hal lagi yang membuat aku menjadi ketua mafia” ujar ray.
“karena apa?” tanya joy penasaran.
“pertama saat kecil aku pernah menyaksikan orang menyakiti mommy di depan mataku, wanita yang sangat aku sayangi itu melindungi ku dan terluka karena aku, kedua baru karena orang orang yang terus saja menganggu kebahagian keluargaku” ungkap ray.
Joy semakin menyandarkan badannya pada dada bidang Ray, “Tapi Ray~ apa aku harus bersembunyi jika aku bersamamu? Aku sudah ditunangkan dengan keluargaku, papi dan mami pasti akan menyewa orang untuk mencari ku” lirih joy, saat memikirkan bagaimana jika mereka bersama.
Ray menyunggingkan senyumnya, lalu mencium pipi joy dengan lembut, “itu artinya kamu tidak akan lari dariku? Walau tau aku adalah ketua mafia?”
Joy mengangguk dan melihat wajah Ray, lalu dia mengecup bibir ray sekilas, “Bodyguard mafiaku sudah berhasil menjerat hatiku, Sekarang aku sudah tidak bisa lari lagi” ujar joy sambil mengedipkan sebelah matanya.
Ray tertawa keras dia membalik posisi joy agar bisa berhadap hadapan dengannya dan secepat kilat dia mencium Joy, rasa sakit dipunggung sudah tidak terasa lagi entah kemana hilang sakit itu setelah joy mengakui tidak akan bisa lari dari nya, rencananya berhasil joy benar benar terjerat pesonanya.
“mmhhhmm – R-Ray, sebentar!” joy menahan badan Ray dan menjauhkan bibir mereka berdua, gadis itu dan ray sudah terlihat seperti baru saja berolah raga karena nafas mereka yang terengah engah.
“Apa?” tanya Ray.
“Orang tuaku tidak akan mengizinkan, apa aku harus bersembunyi terus dari mereka? Melarikan diri?” lirih joy.
‘cup’ Ray mengecup singkat bibir Joy, “tidak akan, mereka sudah menyetujui pernikahan kita bahkan sebelum kamu mengetahui aku adalah seorang mafia” ujar ray.
Kening joy berkerut, lalu beberapa tebakan muncul dalam pikirannya, “apa ray adalah Raynald? Putra pertama dari keluarga marcello?” pekik joy tidak percaya.
Ray mengangguk beberapa kali, tangannya terus mengelus pipi joy dengan sayang, “itu benar aku adalah tuan muda Raynald, pria misterius yang selama ini mengagumimu” ungkap Ray.
Joy menutup mulutnya menahan diri agar tidak berteriak, dia tidak percaya harapannya selama ini benar, padahal dia hanya berandai andai tapi ternyata semua yang dia harapkan menjadi kenyataan.
“Jahat! Ray jahat! Kenapa mempermainkanku!” gerutu joy kesal, pukulan kecil mendarat beberapa kali pada dada Ray karena joy yang memukulnya, gadis itu kesal dengan ulah Ray yang membohonginya, Joy lebih marah dengan kenyataan ray membohonginya walau itu adalah harapannya.
...🍓🍓🍓🍓🍓...