
Begitu sampai di dalam Rumah Ray langsung meletakkan Joy di tempat tidur, setelah itu Ray mulai membuka kancing kemejanya satu persatu.
Joy hanya melotot menatap Ray yang mulai membuka kancing kemejanya, gadis itu gugup bercampur malu karena akhirnya dia akan melakukan hal itu dengan Ray.
“Yang~ bu-bukankah kita baru sampai, a-aku capek seharian di pesawat” gumam Joy pelan.
Ray menyeringai nakal saat sudah melepaskan seluruh kancing bajunya hingga tampak badan sixpack pria itu, “kamu seharian tidur di pesawat sayangku, tidak ingat bagaimana kamu menjadikan tanganku sebagai bantal kamu selama dipesawat?” goda Ray yang mulai naik ke tempat tidur.
“Hehehehe tapi aku lapar yang~” rengek Joy sambil beringsut mundur karena Ray mulai mendekati dirinya.
“Kita bisa makan nanti setelah aku memakanmu” jawab ray sambil tersenyum manis pada istrinya.
“Yang~ kamu terlihat menakutkan, kamu seperti paman yang ingin memperkosaku” rengek joy yang mulai merasa tegang melihat pemandangan indah di hadapannya. Tanpa sadar suhu tubuh joy mulai naik dan dia menegak air liurnya sendiri.
“yakin kamu tidak mau?? Matamu tidak bisa berbohong baby” goda Ray semakin mendekat kearah Joy, dan gadis itu sendiri sudah berhenti mundur karena sudah mentok menempel pada ujung tempat tidur.
Joy tidak bisa mengatakan apapun lagi walau dia sedikit takut tapi sebagian besar dirinya juga menginginkan hal itu, lagian mana bisa dikatakan suami memperkosa istri, itukan memang kewajiban seorang istri, ‘apa aku pasrah aja?’ batin joy berkata.
“A-aku lapar yang” teriak joy, karena sudah merasa terpojok gadis itu langsung turun dari tempat tidur namun sayang, belum sempat dia melangkah, ray sudah menahan dirinya.
“kamu sudah makan banyak tadi sayang, bahkan porsiku juga kamu makan” ujar Ray sambil menindih tubuh Joy. “jangan takut sayang, aku akan pelan pelan” gumam Ray.
“Se-sebentar yang~” tahan Joy sekali lagi.
“apa lagi sayangku?”
“Aku wanita keberapa?” rengek Joy.
“Hmm?” ray mengerutkan keningnya bingung, “apa maksud kamu?”
“Kamu pasti sudah pernah dengan wanita lainkan, jadi sebelum kamu mengambil mahkotaku katakan dulu siapa saja yang pertama bagi ray”.
“Tidak ada” jawab Ray singkat.
“bohong, ray pandai ciuman, dan membuatku merasa berdebar debar tidak mungkin tidak ada, lagi pula ray adalah bos mafia, ray pasti bohong” keluh joy.
Ray menghembuskan nafas sedikit panjang dan mengusap pipi gadisnya dengan lembut, dia beralih duduk disamping joy, “Kamu yang pertama, sebagai ketua mafia memang itu hal mustahil tidak ada wanita disisiku, setiap ada transaksi pasti akan ada wanita yang ditawarkan padaku, dan aku selalu menolak itu, ke club dan minum berakohol sudah jadi agenda wajib jika aku turun tangan dalam transaksi, tapi sungguh hanya kamu yang pertama, kalau soal kenapa aku pandai, aku terlahir untuk bisa melakukan apapun, maafkan bibit unggul yang sudah tertanam di diriku, yang tau bagaimana melakukan itu hingga membuatmu terlena dan berdebar debar” Ray kini mengambil tangan joy dan meletakkan di dadanya.
Tanpa sadar Joy menganggukkan kepalanya.
“hanya kamu yang mampu membuat ini berdetak sekencang ini, tidak ada yang lain, maka dari itu tidak ada wanita lain, apa kamu sudah tenang?” tanya ray.
Joy kini menggelengkan kepalanya, “maaf Ray, kamu bukan pria pertama yang aku cium, maafkan aku” lirih joy yang mulai mengingat Ray bukanlah pria pertamanya, padahal bagi Ray dia adalah yang pertama.
Ray kini tertawa kecil, dia kembali menindih tubuh joy, “Ada satu rahasia lagi yang lupa aku katakan sayang…” Ray menjeda kalimatnya sebentar untuk mengelus bibir joy dengan lembut, “aku pria yang mencuri ciuman pertamamu, di club saat kamu mabuk”.
Mata joy langsung membulat sempurna, tapi dia tidak bisa mengucapkan apapun karena bibirnya sudah dicium oleh Ray.
“ray kamu_aakkhhh” Joy baru saja mau mengeluarkan umpatannya tapi kembal terhenti karena dirinya merasa tersengat saat Ray mulai menghisap dan menjilati lehernya.
“Jangan marah sayangku, bukankah impianmu terkabul, aku yang menjadi suami dan cintamu, yang sudah mencuri ciuman pertamamu” Ujar ray saat mengangkat kepalanya untukmenatap mata joy.
Tangan ray bergerak lembut untuk menyingkirkan beberapa helai rambut yang menghalangi aktifitasnya, setelah itu Ray kembali mulai mencium dan menghisap lekukan leher Joy.
“Raaayyy~” lenguh joy.
Ray menyeringai disela aktifitas ciumannya, dia tau kenapa joy melenguh menyebut namanya. Tangan kekar Ray kini sudah berhasil bermain di atas squisy milik joy, ia mengelus dan menekan bagian tersebut dari luar pakaian yang joy kenakan.
“euugghhh” Lenguh joy sekali lagi saat bibir Ray mulai memberikan tanda peta pada lehernya. Kepala Joy tanpa sadar menengadah ke atas dengan tangan yang meremas kemeja bagian samping suaminya yang masih dikenakan. Hanya dengan sentuhan ringan seperti itu saja joy sudah merasakan dirinya meremang.
Tangan ray, dan badan Ray yang menempel dan menggesek tubuh joy terasa menyengat. Dengan perlahan tangan Ray mulai masuk ke dalam pakaian yang joy kenakan. Ia kembali meremas squisy joy langsung dari balik pakaian dalam.
Kini Tangan Ray bergerak turun dari atas squisy joy. Bergerak teratur mengelus perut rata milik istrinya lalu menyelip kebelakang tepat pada punggung joy. Ray sedikit mengangkat tubuh joy saat tangannya mengelus daerah punggung untuk mencari sesuatu, dan tak perlu waktu lama dia berhasil menemukannya lalu dengan cepat melepaskan benda itu.
Tanpa melepaskan baju yang joy kenakan, Ray kembali bermain di atas squsy milik istrinya dengan pakaian dalam yang sudah terlepas dari pengaitnya. Setidaknya memudahkan dia bermain di bagian tersebut tanpa ada benda ketat yang menghalangi. Dengan terus menjelajahi seluruh leher joy yang bisa di jangkaunya, tangan Ray yang lain berkeliaran mencari tangan Joy yang tergeletak disisi kepala menekan bantal. Pria itu meraih dan menautkan jari jarinya dengan jari joy menyalurkan rasa nikmat bersama.
Lalu tangan yang awalnya digenggam Ray perlahan dibawa turun mendekati benda pusaka yang sejak tadi sudah mengeras hanya dengan melihat tubuh joy dan mendengar ******* ******* yang terus keluar dari bibir kecil joy. Ray mengarahkan tangan joy untuk bergerak di sana mengelus junior yang sudah lama ingin dia perkenalkan pada joy.
“Joooyyy~” lenguhan pria itu terdengar berat saat Joy mulai mengikuti permainan yang baru saja diajarkan oleh Ray. Joy yang sudah diliputi nafsu akhirnya mulai bergerak mengikuti insting yang muncul dalam pikirannya. Joy tersenyum bangga saat melihat ekspresi wajah Ray yang memejam merasakan kenikmatan dari permainan yang baru saja dia ajarkan pada joy, tangan ray sendiri sudah lepas dari benda pusakanya, membiarkan Joy mengikuti gerakan yang baru saja dia ajarkan pada joy.
Tidak mau hanya dirinya yang merasa nikmat, tangan Ray yang bebas kini beralih turun menekan area sensitive istrinya. Kedua orang itu mulai terlena dengan permainan mereka dan melakukan malam pertama yang sudah lama mereka nantikan.
...🍌🍌🍌🍌🍌...