
“kalian gak dengar kata nanda kalau gak disalurin bakalan meninggal?! Gue gak mau ya calon suami gue meninggal, belum juga lepas kep*raw*nan udah mati aja calon suami gue” omel Joy.
“Gak gitu juga sayang~” kekeh Ray dia menahan tangan Joy yang sedang menarik dirinya menuju mobil.
“Ayo yang~ cepatan, nanti kalau obatnya beraksi gimana? Aku gak mau yak amu salurin ke cewek lain” gerutu Joy.
“emang kamu rela ngelepasin mahkotamu demi aku?” tanya Ray, bibir pria itu berkedut menahan senyum yang sejak tadi dia tahan.
“Rela gak rela sih, tap ikan kita bentar lagi nikah dan udah ditetapkan tanggal pernikahannya, dari pada aku kehilangan kamu lebih baik kehilangan mahkota” ujar joy dengan sungguh sungguh.
Ray sudah tidak dapat menahan dirinya lagi untuk tersenyum, pria itu sekarang tersenyum lalu mengelus dan mencubit gemas pipi joy.
“jangan ketawa aja, ayo yang~ itu kamu udah pegang pegang pipi aku, aku gak mau ya buka bukaan di mobil” protes Joy masih dengan wajah seriusnya.
“terus Melvin gimana yang?” tanya Ray penasaran.
“ya itu urusan Melvin, dia kan belum mau nikah sama nanda, enak aja mau ehem sama nanda” ujar joy dengan polosnya, “ayo yang~ cepetan nanti obatnya bereaksi loh” ujar joy lagi berusaha mendesak Ray sekali lagi.
Ray kembali enahan tawanya, “yang~ aku gak apa, nanti yang ada kalau kita malam pertama duluan mommy ay bakalan membunuhku” ujar ray.
“tapi_” ucapan joy terpotong oleh Melvin.
“kami sudah dilatih nona, jadi nona tenang saja” ujar Melvin.
“Wuuaaahhh pelatihan bodyguard di keluarga kak ray emang keren” puji Sonia dan Icha berbarengan.
Ray dan Melvin hanya mengangguk setuju, dia tidak mungkin mengatakan mereka dilatih seperti itu karena mereka adalah mafia, satu ketuanya dan satu lagi tangan kanannya.
“Ya udah karena urusannya udah selesai kita pulang lagi, dan Sonia dengan icha, aku boleh izin untuk mengawal kalian berdua?” tanya Ray.
“Kawal? Ngapain kami di kawal kak? Kami berdua ini udah rusak kalau nanda masih mending kakak kawal, nah kami berdua apa yang mau dipertahankan?” ujar icha diangguki oleh Sonia.
“kalian tetap wanita, kalian perlu perlindungan, kalau kalian gak mau ya gak apa apa” dalam hati Ray akan menyuruh anak buahnya untuk berjaga jaga dari jauh tanpa diketahui oleh anak buahnya. Sebenarnya Ray kasihan melihat kedua teman joy yang sering diperlakukan kasar dnegan pria, mereka sering ganti ganti pacar karena pacar mereka sering melakukan kekerasan fisik pada mereka.
Keduanya berani pergi kemanapun dan tidak takut untuk di perkosa pria karena memang mereka sudah rusak tidak ada lagi cara untuk membuat mereka kembali menjadi gadis polos dan bersih seperti sedia kala. Apalagi yang mereka takutkan dari dunia luar kalau tidak karena pelecehan seksual, dan kekerasan, kalau kekerasan mereka bisa lari tapi pelecehan seksual, mereka bisa bertahan saja.
“udah kak, gak apa, kami baik baik aja, kalau gitu kami pergi dulu ya” seru Sonia dan icha bersamaan.
Joy dan nanda menatap sendu pada dua sahabatnya, mereka ingin kedua sahabat mereka juga mendapatkan kebahagiaan mereka walau keduanya adalah gadis yang sudah rusak, joy dan nanda berharap suatu hari nanti aka nada pria yang mencintai mereka secara tulus.
“Kak, apa memang tidak ada pria yang menyukai wanita seperti Sonia dan Icha?” tanya joy pelan sambil menatap kedua temannya yang sudah masuk ke dalam mobil.
“kenapa?” tanya balik Ray.
Ray mengelus dengan lembut puncak kepala Joy dan tersenyum lembut padanya, “pasti ada seseorang yang menyukai mereka seperti aku menyukaimu, jadi tenang saja ya” ujar Ray.
...🍓🍓🍓🍓🍓...
Di Ruangan Club VIP milik Rama,
Aldo dan Ruby sudah berciuman dan saling membantu menanggalkan satu persatu pakaian mereka, sementara Ricky sudah meninggalkan kedua pasangan itu untuk menikmati obat perangsang yang sudah mereka minum.
“sial banget, kenapa dua bodyguard itu tidak berpengaruh degan obat yang gue berikan” gumam Ricky heran, “apa dosis untuk mereka sangat rendah?” pikir ricky, “tidak mungkin, obat itu snagat manjur, bahkan minum sedikit aja bisa seperti Ruby dan Aldo, sedangkan kedua bodyguard tadi minum sampai habis gelas mereka” Ricky terus berbicara sendiri dan menjawab sendiri pertanyaan pertanyaan yang muncul dalam kepalanya sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri karena seseorang baru saja membuat dia pingsan.
Orang itu menggunakan pakaian serba hitam dan penutup kepala jadi tidak tampak wajahnya, persis seperti ninja.
“lanjutkan tugas kalian” ujar orang yang sudah menggotong Ricky.
“baik” jawab orang lainnya yang segera masuk ke dalam ruangan dimana Ruby dan Aldo sudah tidak mengenakan apapun, kedua orang itu sedang asik bercumbu dan melampiaskan hasrat yang muncul setelah meminum obat yang mereka taburkan sendiri.
“Dasar si bos, malah gue yang disuruh untuk merekam orang sedang beradegan panas seperti ini, mau seberapa lama sih mereka seperti ini” gerutu pria itu pelan.
Ternyata Ray sudah meminta anak buahnya untuk menculik pria penyebar obat perangsang dan merekam video ruby dan Aldo yang sedang making in love, dengan begitu dia bisa mengirim surat ancaman pada ruby agar diam dan tidak mengganggu hidup Joy lagi, sedangkan untuk Ricky, akan dia jadikan bahan percobaan hingga pria itu menjadi gila.
.
Pagi Harinya ruby dan Aldo tersadar dalam keadaan tidak menggunakan pakaian apapun, kedua orang itu langsung menggunakan pakaian mereka begitu membuka mata.
“Lo gak pakai pengaman!” maki Ruby kesal karena merasakan cairan putih banyak keluar dari bagaian sensitifnya, entah berapa kali mereka melakukan semalam karena efek obat itu membuat mereka terjaga semalaman dan baru bangun beberapa jam kemudian, itupun karena teriakan dari Rama, abang Ricky pemilik tempat itu.
“mana gue tau! Gue udah dipengaruhi obat!” pekik aldo kesal.
“kalau gue hamil, lo harus tanggung jawab!” teriak Ruby kesal.
“Enak aja, siapa tau itu bukan anak gue” bantah Aldo.
“Sialan lo! Hanya elo yang pernah tidur sama gue!” maki Ruby.
“kalau gitu jebak saja kak dava atau siapalah orang lain untuk menikah dengan lo, pura-pura kalau lo diperkosa dengan dia, susah amat” gerutu aldo sambil terus mencari pakaiannya yang bertebangan kemana mana.
“Kalau gue gak berhasil menjebak orang itu lo harus tanggung jawab” ujar ruby sekali lagi.
“Kalau lo siap dengan suami seperti gue silahkan” umpat aldo.
...🍉🍉🍉🍉🍉...